Oleh : Benedict Wibisono)*
Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam menunjukkan komitmen terhadap keadilan sosial dan perlindungan hak-hak pekerja. Tidak sekadar seremoni tahunan, peringatan kali ini direncanakan menghadirkan langkah simbolik sekaligus strategis melalui peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur oleh Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo akan menghadiri perayaan May Day di kawasan Monas, Jakarta, sebelum melanjutkan agenda ke Nganjuk untuk meresmikan museum yang didedikasikan bagi Marsinah, sosok aktivis buruh yang menjadi simbol perjuangan kelas pekerja di Indonesia.
Andi Gani Nena Wea mengatakan bahwa dua minggu lalu dirinya dipanggil Presiden Republik Indonesia untuk membahas peringatan May Day dan dipastikan Presiden Prabowo Subianto akan berada di Monas untuk merayakan May Day, kemudian bersama Kapolri dan pimpinan konfederasi serikat buruh menuju Nganjuk untuk meresmikan Museum Marsinah.
Marsinah sendiri dikenal sebagai aktivis buruh di era Orde Baru yang vokal memperjuangkan hak-hak pekerja, khususnya di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menjadi korban kekerasan yang berujung kematian, dengan kasus yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap. Penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo pada tahun sebelumnya memperkuat posisi simboliknya dalam sejarah perjuangan buruh Indonesia.
Peresmian Museum Marsinah bukan sekadar penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga mencerminkan komitmen negara dalam mengakui dan melindungi perjuangan buruh. Museum tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi publik yang mampu menanamkan nilai-nilai keadilan sosial, keberanian, dan solidaritas.
Selain agenda simbolik, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan strategis yang menyasar langsung kesejahteraan buruh. Andi Gani Nena Wea menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan mengumumkan kebijakan peningkatan kesejahteraan buruh sepulang dari kunjungan luar negeri. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam merespons aspirasi pekerja di tengah tantangan ekonomi global.
Tidak hanya itu, Andi Gani juga mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia melalui Satuan Tugas Desk Ketenagakerjaan yang dinilai berhasil menyelesaikan sejumlah kasus besar ketenagakerjaan, termasuk sengketa di PT Taru Martani Yogyakarta serta kasus pemutusan hubungan kerja massal di Bekasi.
Menurut Andi Gani Nena Wea, berkat perhatian luar biasa dari Kapolri melalui Desk Ketenagakerjaan, permasalahan tersebut dapat dituntaskan dengan baik demi keberlangsungan kerja para buruh.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa kondisi global yang tidak menentu, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah, berpotensi memengaruhi situasi dalam negeri.
