HomeIndeks

Kesehatan Berkualitas Dimulai dari Akses: Peran CKG di Wilayah Terpencil

  • Share

Oleh: Harum Kejora)*

Kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan layanan medis, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dapat mengakses layanan tersebut. Di wilayah terpencil, persoalan akses masih menjadi tantangan utama yang memengaruhi kualitas hidup dan tingkat kesehatan masyarakat.

banner 336x280

Ketimpangan akses layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil menjadi isu yang terus berulang. Dalam konteks ini, kebijakan yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke lapisan paling bawah menjadi kunci untuk mewujudkan pemerataan kesehatan nasional.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan secara rutin, minimal satu kali dalam setahun, merupakan langkah penting dalam mencegah penyakit kronis. Ia menilai bahwa penyakit seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia yang sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini.

Ia juga mengingatkan bahwa banyak masyarakat kerap mengabaikan kondisi kesehatannya karena merasa tidak mengalami gejala berarti. Padahal, menurutnya, sejumlah penyakit kronis berkembang secara perlahan tanpa tanda awal yang jelas, sehingga baru terdeteksi ketika sudah berada pada tahap lanjut.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat tidak hanya datang berobat ketika sakit, tetapi mulai membangun kebiasaan menjaga kesehatan sejak dini.

Ia juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, termasuk olahraga teratur dan menjaga pola makan. Menurutnya, upaya preventif seperti ini akan sangat efektif jika didukung dengan pemeriksaan kesehatan berkala yang konsisten.

Namun demikian, tantangan terbesar dalam implementasi program seperti CKG di wilayah terpencil bukan hanya soal kesadaran, tetapi juga keterbatasan akses. Infrastruktur kesehatan yang belum merata serta keterbatasan tenaga medis menjadi kendala yang harus diatasi secara sistematis.

Dalam konteks ini, kehadiran pemerintah daerah menjadi sangat penting untuk memastikan program nasional dapat berjalan optimal di tingkat lokal. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penentu dalam menjangkau masyarakat yang selama ini sulit terlayani.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido menegaskan bahwa program CKG merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Ia melihat bahwa program ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memiliki implikasi luas terhadap kualitas sumber daya manusia.

  • Share
Exit mobile version