Oleh: Rafi Mahendra )*
Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang semakin responsif, modern, dan berorientasi pada kenyamanan jamaah Indonesia. Berbagai penguatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk menjelang fase puncak haji.
Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat koordinasi layanan di Arab Saudi melalui optimalisasi kerja Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), petugas sektor, serta mitra pelayanan di lapangan. Pemerintah menempatkan kualitas pelayanan jamaah sebagai prioritas utama dalam seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menjelaskan bahwa penguatan layanan dilakukan secara menyeluruh agar jamaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa terganggu persoalan teknis selama berada di Tanah Suci. Pemerintah memastikan pelayanan hotel, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan terus ditingkatkan agar jamaah memperoleh rasa aman dan nyaman selama pelaksanaan haji.
Dari sisi akomodasi, pemerintah berhasil menyiapkan layanan hotel dalam jumlah besar untuk menampung jamaah Indonesia di Madinah maupun Makkah. PPIH Daerah Kerja Madinah telah melayani ratusan kloter jamaah yang tersebar di puluhan hotel, sementara layanan di Makkah juga terus dioptimalkan untuk mendukung kelancaran ibadah jamaah.
Penempatan hotel dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan, aksesibilitas, serta kemudahan mobilitas jamaah menuju pusat ibadah. Pemerintah juga memastikan koordinasi dengan pihak penyedia layanan berjalan baik sehingga seluruh kebutuhan dasar jamaah dapat terpenuhi secara maksimal.
