Jakarta- Pemerintah terus memperkuat pembangunan ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak sekaligus memangkas rantai pasok distribusi pangan yang selama ini dinilai terlalu panjang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa koperasi akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa sekaligus pembeli utama hasil produksi masyarakat.
Bapak Presiden tujuannya ingin membuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di desa. Jadi, Kopdes atau Koperasi Kelurahan Merah Putih itu, selain memotong rantai pasok yang panjang dari pusat, dia juga bisa offtaker (pembeli hasil produksi),” ujar Zulhas.
Melalui skema tersebut, pemerintah ingin memastikan petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak meskipun harga pasar mengalami penurunan. Koperasi akan berfungsi sebagai penyangga harga dengan membeli hasil produksi warga sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jadi, kalau ada produksi di desa itu yang tidak sesuai dengan harga yang kita tentukan, maka Kopdes bisa ambil alih. Contoh gabah, kalau gabah itu Rp6.500 kita tentukan, tetapi di pasar di situ harganya di bawah, Kopdes bisa beli. Jadi dia offtaker,” ujarnya.
Selain menjadi penyerap hasil panen, koperasi juga diproyeksikan menjadi sarana penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan transparan.
“Nanti bantuan PKH harus tepat pasaran yang dapat (beras) 10 kg, Rp300 ribu, beasiswa, itu betul-betul harus tepat sasaran, bukan karena kedekatan dengan kepala desa, tetapi betul-betul memang orang yang layak untuk mendapatkan. Itu nanti fungsinya Kopdes,” kata dia.
Lebih lanjut, pemerintah juga akan memanfaatkan koperasi sebagai pusat distribusi berbagai barang subsidi seperti pupuk dan gas bersubsidi agar penyalurannya lebih efektif dan mudah diawasi.
“Bantuan-bantuan pemerintah, barang-barang subsidi seperti pupuk, gas, dan lain-lain itu nanti akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih atau Kelurahan Merah Putih. Jadi, tujuannya sangat strategis,” ucap Zulkifli.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman. Ia menegaskan bahwa keberadaan koperasi desa akan membantu memperpendek rantai distribusi pangan sehingga keuntungan petani meningkat dan harga pangan bagi masyarakat menjadi lebih terjangkau.
“Yang paling penting bagi pertanian adalah memutus, memperpendek rantai pasok yang dulu delapan lini menjadi tiga lini,” kata Amran
Menurut Amran, hadirnya Koperasi Desa Merah Putih akan membuat distribusi pangan menjadi lebih sederhana, yakni dari petani ke koperasi lalu langsung ke konsumen.
“Petaninya sejahtera, konsumennya tersenyum. Ini kesejahteraan petani naik, kemudian konsumennya daya belinya naik yang dulunya beli 1 kilo bisa lebih karena langsung hanya 3 lini mata rantai,” jelas Amran.
Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan mampu memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa, menjaga stabilitas harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
