HomeIndeks

CNG Merah Putih Disiapkan Jadi Alternatif LPG 3 Kg Berbasis Gas Domestik, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

  • Share

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat langkah menuju kemandirian energi nasional melalui pengembangan tabung _Compressed Natural Gas_ (CNG) Merah Putih berkapasitas 3 kg sebagai alternatif LPG bersubsidi.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat pemanfaatan sumber daya energi domestik, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus menjaga keberlanjutan subsidi energi agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

banner 336x280

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pengembangan CNG 3 kg masih berada pada tahap uji coba untuk memastikan aspek keamanan dan keandalannya sebelum diterapkan secara luas.

“CNG 3 kg ini kami siapkan sebagai alternatif energi yang memanfaatkan gas domestik Indonesia. Seluruh proses dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan faktor keselamatan masyarakat. Setelah pengujian selesai, kami akan melanjutkan kerja sama dengan PT Pindad sehingga nantinya seluruh rantai produksinya dapat melibatkan industri nasional,” ujar Bahlil.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa sampel tabung CNG akan tiba di Indonesia pada akhir Juli untuk menjalani pengujian di Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, uji coba kepada masyarakat akan dimulai pada Agustus 2026 di sejumlah kota besar, dengan Jawa Barat menjadi salah satu lokasi prioritas.

Menurut Laode, pemerintah tidak hanya menyiapkan infrastruktur distribusi, tetapi juga menyusun skema sosialisasi, standar operasional, serta sistem pengawasan guna memastikan penggunaan CNG berlangsung aman dan mudah diterima masyarakat.

“Fokus utama kami adalah memastikan standar keselamatan terpenuhi dan mekanisme distribusi berjalan baik sebelum diperluas ke daerah lain,” katanya.

Langkah ini dinilai strategis mengingat konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun, sementara produksi domestik baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan.

Dengan memanfaatkan cadangan gas bumi nasional yang melimpah, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Komitmen tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mempercepat transisi energi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil merupakan bagian dari visi besar pemerintah membangun industri energi yang mandiri dan berdaya saing.

“Kalau kita memiliki kehendak dan keinginan, bangsa Indonesia akan mampu mencapainya. Pengembangan industri kendaraan listrik maupun pemanfaatan energi domestik seperti gas bumi merupakan langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus memperkuat kemandirian nasional,” ujar Prasetyo.

Presiden Prabowo Subianto juga terus mendorong penguatan industri berbasis sumber daya dalam negeri, termasuk pengembangan kendaraan listrik nasional dan optimalisasi pemanfaatan energi domestik.

Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah menyiapkan kebijakan secara menyeluruh, mulai dari pengembangan teknologi, penguatan industri nasional, pengujian keamanan, hingga edukasi masyarakat.

Dengan pendekatan yang bertahap dan terukur, program CNG Merah Putih diharapkan menjadi solusi energi yang aman, efisien, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan kekayaan gas bumi Indonesia.

  • Share
Exit mobile version