HomeIndeks

MBG Jadi Investasi Jangka Panjang Tingkatkan Kualitas Generasi Muda Indonesia

  • Share

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi investasi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi muda melalui pemenuhan gizi yang lebih baik. Program yang ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2026 tersebut diyakini mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Isthifa Kemal, M.Pd, mengatakan pelaksanaan MBG menunjukkan orientasi pembangunan yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan saat ini, tetapi juga pada peningkatan kualitas generasi masa depan.

banner 336x280

“Program Makan Bergizi Gratis yang ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2026 merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas generasi muda melalui pemenuhan gizi,” ujar Isthifa.

Menurutnya, berbagai capaian yang dipaparkan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026 memperlihatkan pemerintahan yang berorientasi pada hasil yang dapat diukur. Salah satunya adalah penyelesaian 108 persoalan nasional dalam waktu kurang dari dua tahun.

“Presiden tidak sekadar berbicara harapan, tetapi menyampaikan angka konkret. Penyelesaian 108 persoalan nasional dalam waktu kurang dari dua tahun menunjukkan adanya hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pemerintah terus memperkuat tata kelola MBG agar manfaat program semakin optimal. Menurutnya, BGN menghormati Putusan Mahkamah Konstitusi terkait aspek penganggaran dan siap melaksanakan setiap kebijakan pemerintah.

“BGN adalah lembaga operasional. Apa pun keputusan negara dan kebijakan pemerintah, termasuk terkait anggaran, tentu akan kami laksanakan sebaik-baiknya,” ujar Sudaryono.

Ia menjelaskan, evaluasi terhadap regulasi, mekanisme pelaksanaan, dan sistem pengawasan dilakukan secara berkelanjutan. Perluasan layanan MBG juga diprioritaskan ke wilayah dengan prevalensi stunting tinggi, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kami bekerja setiap hari. Aturan yang perlu diperbaiki kami benahi, mekanisme yang perlu disempurnakan kami sempurnakan, dan pihak yang terbukti melanggar akan kami tindak tanpa tebang pilih,” tegasnya.

Sudaryono menambahkan, MBG merupakan investasi strategis pemerintah dalam membangun SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing sehingga pelaksanaannya akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

“Program MBG merupakan investasi masa depan anak-anak Indonesia. Mari kita melihat seluruh kebijakan secara utuh dengan akal sehat dan semangat membangun bangsa,” pungkasnya.

  • Share
Exit mobile version