Dua Tahun Prabowo-Gibran, Dari Arena Olahraga Tumbuh Lapangan Kerja dan Ekonomi Baru
Oleh Andi Darmawan *)
Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum untuk melihat perluasan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di tengah agenda besar ketahanan pangan, hilirisasi, investasi, dan penguatan industri nasional, sektor olahraga mulai mendapat ruang yang lebih luas sebagai bagian dari ekosistem ekonomi. Olahraga tidak lagi hanya dipandang sebagai arena prestasi, tetapi juga sebagai sektor yang dapat menggerakkan pariwisata, industri kreatif, UMKM, investasi, serta membuka lapangan kerja baru.
Arah tersebut terlihat dari perhatian pemerintah terhadap pengembangan kegiatan olahraga sebagai bagian dari sumber pertumbuhan ekonomi baru. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah melihat peluang penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, dan industri kreatif. Aktivitas tersebut dinilai dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional.
Pandangan itu menunjukkan bahwa olahraga memiliki efek ekonomi yang jauh melampaui arena pertandingan. Sebuah event olahraga membutuhkan venue, transportasi, akomodasi, konsumsi, perlengkapan, promosi, dokumentasi, keamanan, hingga tenaga penyelenggara. Kehadiran atlet, ofisial, penonton, dan komunitas juga menciptakan permintaan terhadap hotel, kuliner, transportasi lokal, merchandise, serta berbagai layanan pendukung. Semakin rutin kegiatan olahraga berlangsung, semakin panjang pula rantai ekonomi yang terbentuk.
Potensi tersebut mulai tampak melalui Indonesia Sports Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada September 2026. Salah satu agenda yang dihadirkan adalah Sports Industry Job Fair & Career Hub. Kegiatan ini membuka ribuan peluang kerja dari berbagai lini industri olahraga, sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga profesional.
Kehadiran bursa kerja dalam forum olahraga memperlihatkan perubahan penting dalam cara melihat sektor ini. Lapangan pekerjaan di bidang olahraga tidak hanya tersedia bagi atlet atau pelatih. Industri olahraga juga membutuhkan tenaga pemasaran, manajemen event, instruktur kebugaran, sport science, media, industri kreatif, pengelola fasilitas, tenaga administrasi, hingga pekerja di bidang produksi perlengkapan olahraga.
Dengan ekosistem yang berkembang, olahraga dapat menjadi salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja muda. Hal ini relevan dengan kebutuhan penciptaan kesempatan kerja yang semakin beragam, terutama bagi generasi yang tumbuh bersama perkembangan industri digital, gaya hidup sehat, olahraga rekreasional, dan ekonomi kreatif.
Ruang ini penting terutama ketika penciptaan pekerjaan baru membutuhkan sektor-sektor yang mampu tumbuh bersama perubahan gaya hidup dan konsumsi masyarakat.