{"id":10308,"date":"2023-01-25T07:05:28","date_gmt":"2023-01-25T07:05:28","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=10308"},"modified":"2023-01-25T07:07:42","modified_gmt":"2023-01-25T07:07:42","slug":"perppu-cipta-kerja-mencegah-potensi-resesi-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/01\/25\/perppu-cipta-kerja-mencegah-potensi-resesi-ekonomi\/","title":{"rendered":"<strong>Perppu\u00a0Cipta\u00a0Kerja\u00a0Mencegah\u00a0Potensi Resesi Ekonomi<\/strong>"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Jakarta \u2014 Adanya potensi ancaman resesi dunia yang juga akan berimbas pada masyarakat Indonesia ternyata mampu terselamatkan dan diantisipasi dengan sangat baik oleh Pemerintah\u00a0dengan\u00a0adanya\u00a0penerbitan\u00a0Perppu\u00a0Cipta\u00a0Kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemerintah Republik Indonesia (RI)&nbsp;telah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah&nbsp;Pengganti&nbsp;Undang-Undang(Perppu)&nbsp;Nomor&nbsp;2&nbsp;Tahun&nbsp;2022 tentang Cipta Kerja.Penerbitan tersebut dilakukan pada tanggal 30 Desember 2022 lalu. Bukan&nbsp;tanpa&nbsp;alasan&nbsp;mengapa&nbsp;Perppu&nbsp;Cipta&nbsp;kerja&nbsp;harussegera diterbitkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Menteri Koordinator (Menko)&nbsp;BidangPerekonomian,&nbsp;Airlangga&nbsp;Hartarto&nbsp;bahwa&nbsp;penerbitan&nbsp;PerppuCipta Kerja itu dilakukan lantaran mempertimbangkan adanya kebutuhan yang mendesak dalam rangka melakukan antisipasi akan kondisi global, baik itu mengenai perekonomian dan juga mengenai bagaimana kondisi geopolitik dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu,&nbsp;dengan adanya ancaman dari kondisi perekonomian hingga geopolitik dunia,&nbsp;menurutnya Pemerintah RI memang harus&nbsp;segera melakukan percepatan upaya antisipasi agar negara ini mampu menghadapi dengan baik ketika terjadi&nbsp;resesi&nbsp;global,&nbsp;peningkatan&nbsp;inlfasi&nbsp;hinggaancaman&nbsp;stagflasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa adanya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91\/PUU-XVII\/2020 terkait dengan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja sebelumnya juga sangatlah berpengaruh pada perilaku dunia usaha, baik itu dari para pelaku usaha dalam hingga luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Di&nbsp;sisi&nbsp;lain,&nbsp;dia&nbsp;menegaskan&nbsp;bahwa&nbsp;pemerintah terus berupaya&nbsp;untuk&nbsp;menjaring&nbsp;investasi&nbsp;sebagaj&nbsp;salah&nbsp;satu&nbsp;kuncisukses&nbsp;percepatan&nbsp;pertumbuhan&nbsp;perekonomian&nbsp;nasional. Sehingga baginya,&nbsp;memang&nbsp;dengan&nbsp;keberadaan&nbsp;Perppu&nbsp;CiptaKerja&nbsp;ini&nbsp;mampu memberikan kepastian hukum, utamanya bagi para pelaku di dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, pada tahun 2023 ini Pemerintah RI telah mengatur&nbsp;sedemikian&nbsp;rupa&nbsp;akan&nbsp;bugdet&nbsp;defisit&nbsp;hingga&nbsp;mampumenjadi kurang dari 3 persen dan hal tersebut mengandalkan adanya iklim investasi yang baik. Sehingga pada tahun 2023 ini&nbsp;memang target investasi yang dimiliki oleh Indonesia meningkat menjadi Rp 1.200 triliun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya peningkatan target investasi tersebut, sehingga sangat penting adanya kepastian hukum.&nbsp;Oleh karena itu, menurut Menko Bidang Perekonomian RI&nbsp;inikeberadaan&nbsp;Perppu&nbsp;Nomor&nbsp;2&nbsp;Tahun&nbsp;2022 tentang Cipta Kerja memang mampu mengisi adanya kekosongan hukum dan memberikan kepastian hukum sehingga mampu menjadi implementasi dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK).<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu&nbsp;diketahui&nbsp;bahwa&nbsp;penerbitan&nbsp;Perppu&nbsp;Cipta&nbsp;Kerja&nbsp;inimenurut Menko Airlangga juga telah sangat sejalan dengan peraturan perundang-undangan serta terus berpedoman pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 38\/PUU-VII\/2009.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan&nbsp;Keamanan&nbsp;(Menko&nbsp;Polhukam), Mahfud MD&nbsp;menyampaikan&nbsp;bahwa&nbsp;penerbitan&nbsp;Perppu&nbsp;Cipta&nbsp;Kerjamerupakan&nbsp;sebuah langkah sangat strategis yang dilakukan oleh Pemerintah RI dalam menghadapi segala ancaman global ke depannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Baginya, apabila langkah strategis&nbsp;pemerintah&nbsp;berupapenerbitan&nbsp;Perppu&nbsp;Cipta&nbsp;Kerja&nbsp;tersebut&nbsp;tidak segera dilakukan, maka justru pemerintah dan negara ini akan menjadi tertinggal dalam melakukan antisipasi akan situasi global yang penuh akan ketidakpastian.&nbsp;Sehingga apabila terdapat sebuah langkah strategis, namun tatkala pemerintah masih menunggu hingga berakhirnya tenggat waktu yang ditentukan oleh Putusan MK Nomor 91 Tahun 2020, upaya untuk menyelamatkan situasi akan menjadi terlambat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di&nbsp;sisi&nbsp;lain, Guru&nbsp;Besar&nbsp;Fakultas&nbsp;Hukum (FH) Universitas&nbsp;Padjajaran&nbsp;(UNPAD), I&nbsp;Gde&nbsp;Pantja&nbsp;Astawamenilai&nbsp;bahwa&nbsp;setidaknya terdapat sebanyak tiga hal utama yang sangat memaksa Pemerintah RI untuk segera&nbsp;melakukanpenerbitan&nbsp;akan&nbsp;Perppu&nbsp;Cipta&nbsp;Kerja&nbsp;dalam&nbsp;hal ihwal kegentingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama,&nbsp;menurutnya&nbsp;bahwa&nbsp;penerbitan&nbsp;Perppu&nbsp;CiptaKerja&nbsp;ini&nbsp;sebenarnya memang tidak memerlukan persetujuan dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Hal tersebut dikarenakan alasan yang sangat jelas, yakni adanya sebuah kegentingan yang sangat memaksa dan juga dalam keadaan yang&nbsp;mendesak,&nbsp;sehingga&nbsp;bagaimanacaranua&nbsp;untuk&nbsp;bisa&nbsp;bertindak&nbsp;dengan cepat dan tepat dalam rangka sesegera mungkin melakukan pemulihan akan kondisi yang mendesak tersebut supaya menjadi normal kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua,&nbsp;menurut&nbsp;I&nbsp;Gde&nbsp;Pantja&nbsp;Astawa,&nbsp;penerbitan&nbsp;PerppuCipta&nbsp;Kerja&nbsp;ini&nbsp;juga merupakan salah satu hak istimewa yang dimiliki oleh Presiden RI, sekaligus juga&nbsp;menunjukkan bagaimana kekuasaan yang dimiliki oleh Kepala Negara yang memang telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian alasan ketiga menurut Guru Besar FH UNPAD&nbsp;tersebut&nbsp;adalah&nbsp;berkenaan&nbsp;dengan&nbsp;pertimbangan,&nbsp;pilihan&nbsp;dan cara yang digunakan oleh Presiden RI&nbsp;dalammelakukan&nbsp;penerbitan&nbsp;Perppu&nbsp;Cipta&nbsp;Kerja.&nbsp;Artinya, segala hal tersebut memang ditujukan untuk bisa menjawab dan mengatasi keadaan yang mendesak, memang sepenuhnya ada di tangan Presiden sehingga bersifat subjektif, maka kekhawatiran akan adanya potensi yang dapat menyentuh dasar-dasar negara konstitusional dan negara hukum saat&nbsp;Kepala&nbsp;Negara&nbsp;menerbitkan&nbsp;Perppu&nbsp;menjadi&nbsp;sesuatu&nbsp;yang tidak dapat dihindari.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan banyaknya potensi dan ancaman risiko akan perekonomian global sebagai akibat dari keadaan yang semakin tidak&nbsp;menentu,&nbsp;maka&nbsp;keberadaan&nbsp;Perppu&nbsp;Cipta&nbsp;Kerjamampu&nbsp;menyelamatkan segenap masyarakat Indonesia dari ancaman resesi dunia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Adanya potensi ancaman resesi dunia yang juga akan berimbas pada masyarakat Indonesia ternyata&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10311,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[1101,1090,693,746],"newstopic":[],"class_list":["post-10308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam","tag-penerbitan-perppu-cipta-kerja-sesuai-prosedur","tag-perppu-cipta-kerja","tag-uu-cipta-kerja","tag-uu-ciptaker"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10308"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10309,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10308\/revisions\/10309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10308"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=10308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}