{"id":1033,"date":"2021-12-26T00:51:23","date_gmt":"2021-12-26T00:51:23","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=1033"},"modified":"2021-12-26T00:51:26","modified_gmt":"2021-12-26T00:51:26","slug":"komnas-pa-bertindak-doddy-sudrajat-telan-pil-pahit-soal-video-gala-sky-menangis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2021\/12\/26\/komnas-pa-bertindak-doddy-sudrajat-telan-pil-pahit-soal-video-gala-sky-menangis\/","title":{"rendered":"Komnas PA Bertindak, Doddy Sudrajat Telan Pil Pahit Soal Video Gala Sky Menangis"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Doddy Sudrajat yang tak lain adalah Ayah dari mendiang Vanessa Angel belakangan ini menjadi sosok yang paling banyak mencuri perhatian publik.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana tidak? Ia riuh digunjingkan netizen lantaran mempermasalahkan video Gala yang menangis usai ditakut-takuti sosok pria yang memakai topeng, sembari menyebut nama Doddy. Tak tanggung-tanggung, Doddy Sudrajat bahkan menggandeng Sunan Kalijaga untuk membantunya mencari pihak yang membuat video tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan baru-baru ini, Doddy Sudrajat mengadu kepada Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) soal keluhannya mengenai berbagai polemik yang dialaminya. Salah satunya soal video Gala yang ditakut-takuti itu, Arist Sirait yang merupakan Ketua Komnas PA angkat bicara.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJika ada betul anak itu ditakut-takuti agar tidak mau bertemu dengan seseorang misalnya, itu juga adalah pelanggaran terhadap anak,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, anak-anak baik Gala Sky harus memiliki kebebasan untuk berkomunikasi dengan keluarganya. \u201cKarena anak harus bebas, di mana dia mau berkomunikasi dengan Pak Faisal atau dengan Pak Doddy,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, Arist Sirait belum bisa menyimpulkan soal keluhan Doddy Sudrajat yang seolah \u2018dilecehkan\u2019 namanya. \u201cSaya belum bisa menilai, karena saya belum bertemu dengan Pak Faisal belum ketemu dengan Gala, oleh sebab itu perlu ada visitasi. Mengetahui sesungguhnya keberadaan Gala itu di rumah yang sekarang ini,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Komnas PA itu juga mengatakan akan menguji lebih lanjut keaslian video Gala yang viral itu. \u201cSaya ingin sekali kesana, ingin mengetahui betulkah tayangan-tayangan video itu betul atau tidak, kan harus teruji,\u201d ucapnya, seperti Pikiran-Rakyat.com kutip dari YouTube MOP Channel pada Sabtu, 25 Desember 2021.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya itu, Arist Sirait juga menyebut pihaknya tak mungkin membuat kesimpulan tanpa adanya penyelidikan lebih lanjut. \u201cGak mungkin saya menyimpulkan itu, hanya karena Pak Doddy datang ke sini, enggak oh itu salah. Jadi harus ada visitasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Usut punya usut, usai netizen mencari keaslian video yang dipermasalahkan Doddy Sudrajat, suara dan video aslinya tidaklah sinkron. Video berisikan Gala Sky yang menangis kencang saat ditakut-takuti Bibi Ardiansyah memakai topeng itu ternyata sudah lama dipublikasikan dan tersimpan di highlight Instagram Fuji. Sedangkan, video yang berisikan suara menakut-nakuti anak kecil dengan nama Doddy adalah video viral di TikTok.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Doddy Sudrajat yang tak lain adalah Ayah dari mendiang Vanessa Angel&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1034,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[378,376,377],"newstopic":[],"class_list":["post-1033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi-dan-investasi","tag-doddy-sudrajat","tag-gala-sky","tag-vanessa-angel"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1033"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1033\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1035,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1033\/revisions\/1035"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1033"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}