{"id":11603,"date":"2023-03-19T20:08:11","date_gmt":"2023-03-19T20:08:11","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=11603"},"modified":"2023-03-19T20:08:12","modified_gmt":"2023-03-19T20:08:12","slug":"punya-merk-sendiri-top-id-jadi-terobosan-teknologi-asli-anak-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/03\/19\/punya-merk-sendiri-top-id-jadi-terobosan-teknologi-asli-anak-papua\/","title":{"rendered":"Punya Merk Sendiri, TOP ID Jadi Terobosan Teknologi Asli Anak Papua"},"content":{"rendered":"\n<p>Papua \u2013 TOP ID, adalah brand teknologi pertama asli rakitan anak Papua, dikembangkan anak-anak organisasi pemuda Papua Muda Inspiratif (PMI) yang merupakan organisasi kepemudaan di bawah binaan Badan Intelijen Negara (BIN).<\/p>\n\n\n\n<p>Kapuslitbang BIN, Armi Susandi mengungkapkan inovasi signifikan telah dihasilkan oleh talenta unggul muda Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cInovasi signifikan telah dihasilkan talenta unggul dengan terciptanya 2 aplikasi canggih yakni Bersih Sampah-Containder, dan Papua Pacific Park yang terinstall pada gadget besutan Papua Youth Creative Hub (PYCH) di bawah bimbingan Puslitbang BIN,\u201d ungkap Armi.<\/p>\n\n\n\n<p>Armi meyakini inovasi teknologi informasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua melalui pengembangan sumber daya manusia dan dengan aplikasi yang memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Armi juga menjelaskan melalui aplikasi Bersih Sampah-Containder, beberapa manfaat sangat berarti bagi masyarakat Papua dengan fitur-fiturnya yang inovatif.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBeberapa fitur tersebut diantaranya yaitu fitur pemantauan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) secara real-time, koordinasi dan pengawasan petugas kebersihan, pengelolaan sampah yang lebih maju, pengumpulan data sampah paling terkini, serta gateway pembayaran untuk retribusi sampah,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, aplikasi lain bernama Papua Pacific Park menjadi aplikasi digital yang memberikan manfaat yang signifikan bagi kemajuan pariwisata di Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAplikasi ini memiliki beberapa fitur unggulan seperti pariwisata, penginapan, dan kuliner yang dapat secara sinergis mendukung perkembangan pariwisata di Papua,\u201d tegas Armi.<\/p>\n\n\n\n<p>Terobosan ini diharapkan juga memicu pengembangan inovasi dan kreativitas generasi muda Papua ke depannya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan adanya terobosan terbaru dari para pemuda-pemudi Papua dalam pembuatan smartphone dan laptop beserta aplikasinya ini, diharapkan hal tersebut dapat menjadi inspirasi dan memantik semangat inovasi serta kreativitas khususnya pada bidang teknologi informasi pada generasi muda Papua, Indonesia, bahkan dunia\u201d ujar Doktor lulusan Jerman ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, 2 aplikasi lainnya yaitu aplikasi Pendamping Desa untuk penyampaian aspirasi dan Manajemen Talenta Papua untuk melakukan manajemen anak-anak muda Papua bertalenta, kini sudah tersedia dan dapat diunduh pada Playstore.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Program Manager Bidang Teknologi PMI Elia Musa Rawar mengungkapkan bahwa peluncuran brand ini menjadi tonggak sejarah untuk industri teknologi di Papua dan membuka pintu bagi lebih banyak inovasi di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTOP ID merupakan kependekan dari Torang Papua Indonesia, menjadi terobosan yang signifikan dan memberikan kesempatan pada generasi muda Papua untuk memiliki dan memasarkan produk mereka sendiri,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelahiran TOP ID merupakan perintah langsung dari Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan yang akan diluncurkan pada peresmian PYCH, 21 Maret 2023 oleh Presiden RI Joko Widodo.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papua \u2013 TOP ID, adalah brand teknologi pertama asli rakitan anak Papua, dikembangkan anak-anak organisasi pemuda Papua Muda Inspiratif (PMI) yang merupakan organisasi kepemudaan di bawah binaan Badan Intelijen Negara (BIN).<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11555,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11603","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11603"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11603\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11604,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11603\/revisions\/11604"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11603"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}