{"id":11670,"date":"2023-03-21T06:13:47","date_gmt":"2023-03-21T06:13:47","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=11670"},"modified":"2023-03-21T06:13:48","modified_gmt":"2023-03-21T06:13:48","slug":"presiden-jokowi-resmikan-pych-dengan-konsep-green-building","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/03\/21\/presiden-jokowi-resmikan-pych-dengan-konsep-green-building\/","title":{"rendered":"Presiden Jokowi Resmikan PYCH Dengan Konsep Green Building"},"content":{"rendered":"\n<p>Papua \u2013 Upaya pemerintah dalam memeratakan pembangunan, mulai dari ujung barat hingga timur Indonesia telah terlihat. Hal ini diwujudkan lewat Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dengan mengusung konsep green building.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembangunan PYCH merupakan satu dari sekian banyak fasilitas yang diberikan kepada anak muda Papua dan masyarakat Papua oleh Presiden Jokowi dan Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Presiden Joko Widodo dalam pidato peresmian gedung PYCH mengatakan, pembangunan gedung ini merupakan wadah yang diberikan untuk anak-anak muda Papua meningkatkan kreativitas dan inovasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPapua youth creative hub ini kita bangun kita ingin memberikan kesempatan anak anak muda kita yang memiliki kreativitas memiliki inovasi keinginan besar untuk bergerak di bidang fashion, industri kreatif, peternakan, perikanan, semuanya memiliki kesempatan karena saya melihat peluang di tanah papua masih sangat besar sekali,\u201d ujar Jokowi di Papua, Selasa (21\/3\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaan PYCH pun diharapkan dapat mengembangkan talenta muda Papa agar dapat aktif membangun Bumi Cenderawasih kedepannya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDan ini kita harapkan dapat memberikan peningkatan kesejahteraan memberikan peningkatan kemajuan kepada masyarakat Papua yang kita cintai,\u201d tutur Presiden.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. mengungkapkan, PYCH akan menjadi tonggak bagi para pemuda Papua sebagai motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cVisi misi PYCH menjadi motor penggerak dengan kemitraan berbagai stake holder. Kami optimis PYCH hasilnya dapat mendunia dengan pengembangan SDM Pemuda Pemudi Papua,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, salah satu tokoh pemuda yang aktif dalam PYCH, Aksamina Woisiri mengungkapkan, gedung PYCH sabgat bermanfaat dan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, di antaranya lapangan futsal dengan rumput sintetis dan lapangan basket.<\/p>\n\n\n\n<p>Aksamina menyebut bahwa di gedung PYCH juga terdapat ruang untuk produk UMKM, PYCH cafe, ruang pelatihan-pelatihan, ruang rapat, ruang serbaguna, ruangan yang bisa digunakan untuk co-working space, hingga ruangan berbentuk tribun yang berkapasitas ratusan orang, yang bisa digunakan untuk pertunjukkan, acara keagamaan dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda ornamen-ornamen khas Papua untuk tiang-tiangnya. Terus juga ada ruang buat podcast, ruang musik juga,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun gedung PYCH, memiliki gedung utama yang terdiri dari dua lantai, dan dua gedung asrama. Terdapat dua gedung asrama yang terdiri dari 46 kamar dengan fasilitas tempat tidur lengkap, lemari, kamar mandi di dalam dan lainnya. Setiap kamar berkapasitas dua orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti diketahui, konsep dari gedung ini merupakan green building. Bangunan ramah lingkungan ini akan memaksimalkan sumber daya alam yang ada dan tidak menggunakan bahan-bahan bangunan dalam jumlah yang berlebihan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Papua \u2013 Upaya pemerintah dalam memeratakan pembangunan, mulai dari ujung barat hingga timur Indonesia telah terlihat. Hal ini diwujudkan lewat Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dengan mengusung konsep green building.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11670","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11670"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11678,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11670\/revisions\/11678"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11670"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}