{"id":11830,"date":"2023-03-26T05:18:59","date_gmt":"2023-03-26T05:18:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=11830"},"modified":"2023-03-26T05:19:00","modified_gmt":"2023-03-26T05:19:00","slug":"pentingnya-peranan-tokoh-agama-jaga-persatuan-jelang-pemilu-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/03\/26\/pentingnya-peranan-tokoh-agama-jaga-persatuan-jelang-pemilu-2024\/","title":{"rendered":"Pentingnya Peranan Tokoh Agama Jaga Persatuan Jelang Pemilu 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2014 Menjelang perhelatan Pemilu 2024, menjaga nilai kesatuan dan persatuan bangsa memang merupakan hal yang harus dilakukan. Salah satu yang menjadi kunci di masyarakat Tanah Air yang beragam adalah bagaimana peranan dari para tokoh agama.<\/p>\n\n\n\n<p>Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Zainut Tauhid Saadi mengajak kepada seluruh pihak untuk berpolitik secara moderat.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut, utamanya menjelang pesta demokrasi Pemilu 2024 mendatang, menurutnya perbedaan pilihan tidak boleh menjadikan perpecahan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cModerasi dalam berpolitik penting diimplementasikan kepada warga bangsa, sehingga perbedaan-perbedaan pilihan tidak menjadi alasan lahirnya perpecahan,\u201d jelas Zainut.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya juga mengajak kepada semua ormas dan para tokoh agama untuk turut menjaga kesuksesan pesta demokrasi mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSehubungan dengan sudah masuknya Tahun Politik, saya mengajak seluruh pimpinan ormas Islam, para ulama dan tokoh agama untuk menyukseskan agenda lima tahunan tersebut,\u201d ujar Zainut Tauhid.<\/p>\n\n\n\n<p>Wamenag RI tersebut kemudian menjelaskan bahwa tugas para tokoh agama dan para pimpinan ormas adalah mampu memberikan edukasi kepada publik mengenai penggunaan hak suara dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMelakukan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya secara cerdas, bebas, demokratis, dan bertanggung jawab,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya itu, namun dirinya juga berharap supaya para tokoh agama turut berperan aktif dalam menjaga nilai persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPara pimpinan ormas Islam, ulama, dan tokoh agama, saya harap mampu mengajak masyarakat agar menjaga nilai-nilai persaudaraan, kerukunan, dan persatuan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Baginya, penyelenggaraan Pemilu merupakan sebatas agenda lima tahunan saja, yang mana tidak akan sebanding jika harus mengorbankan persaudaraan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPemilu hanyalah agenda lima tahunan, sedangkan persaudaraan itu selamanya. Mari tetap kita menjadi saudara, sudah tidak ada lagi kubu-kubuan,\u201d tandas Wamenag.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan lain, Anggota DPR RI fraksi PKB, Ibnu Multazam mengajak para tokoh agama untuk terus mempertahankan persatuan dan kesatuan menjelang Pemilu 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJelang pemilu serentak 2024 bahwa kunci untuk tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa adalah terus menekankan pentingnya pemahaman nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk itu, kita mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda merupakan elemen penting untuk membumikan semangat tersebut,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Peranan tokoh agama menjadi sangat penting, lantaran memang masyarakat Indonesia sendiri terdiri dari latar belakang yang sangat beragam.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni penting saya sampaikan, karena Negara Indonesia adalah negara yang sangat besar, yang dihuni beragam macam suku bangsa. Keberagaman sangat besar ini perlu diikat oleh nilai-nilai yang ada dalam empat pilar MPR, \u201cpungkas Ibnu Multazam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Menjelang perhelatan Pemilu 2024, menjaga nilai kesatuan dan persatuan bangsa memang merupakan hal yang harus dilakukan. Salah satu yang menjadi kunci di masyarakat Tanah Air yang beragam adalah bagaimana peranan dari para tokoh agama.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11813,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-11830","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11830"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11831,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11830\/revisions\/11831"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11830"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=11830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}