{"id":12194,"date":"2023-04-18T05:12:13","date_gmt":"2023-04-18T05:12:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=12194"},"modified":"2023-04-18T05:12:14","modified_gmt":"2023-04-18T05:12:14","slug":"pentingnya-peran-aktif-masyarakat-tangkal-hoaks-pemilu-bawaslu-hati-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/04\/18\/pentingnya-peran-aktif-masyarakat-tangkal-hoaks-pemilu-bawaslu-hati-hati\/","title":{"rendered":"Pentingnya Peran Aktif Masyarakat Tangkal Hoaks Pemilu, Bawaslu: Hati-Hati"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2014 Kehati-hatian memang menjadi hal yang sangat patut untuk terus ditingkatkan, utamanya termasuk bagaimana peranan aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam menangkal adanya persebaran hoaks dalam Pemilu 2024 mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Penanganan disinformasi di media sosial pada perhelatan Pemilu dan Pilkada dilakukan oleh Bawaslu dan Koalisi Masyarakat Sipil Lawan Disinformasi Pemilu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Manfindo), Septiaji Eko Nugroho menjelaskan bahwa ke depannya akan ada banyak kolaborasi aktivitas untuk menangkal disinformasi di media sosial mengenai Pemilu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk mencapai tujuan bersama dalam menangani disinformasi di media sosial pada Pemilu dan Pilkada 2024 sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Koalisi dan Bawaslu akan melakukan beberapa kolaborasi aktivitas,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan lain, Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menjaga kualitas pemilu tanpa adanya disinformasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya turut mengingatkan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menggunakan media sosial termasuk hendak mengunggah apapun di internet.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau dahulu peribahasa mulutmu harimaumu yang berarti hati-hati dengan mulutmu, sekarang mungkin berubah menjadi hati-hati dengan jarimu,\u201d ungkap Rahmat Bagja.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, kemampuan literasi dari masyarakat sangat penting untuk ditingkatkan agar tidak mudah terjerumus dalam hoaks.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Ketua Komite Komunikasi Digital (KKD) Jawa Timur, Arief Rahman meminta kepada masyarakat untuk bisa terus menjaga kewaspadaan diri akan maraknya pemberitaan dan informasi hoaks di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, memang semakin mendekati pesta demokrasi Pemilu, maka akan semakin banyak pula beredar informasi hoaks.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga diperlukan langkah secepatnya dari masyarakat agar bisa menangkal persebaran disinformasi dan misinformasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Arief menambahkan bahwa menjadi sangat penting untuk seluruh masyarakat mampu menangkal informasi hoaks karena hal itu akan berdampak dan mengakibatkan konflik horizontal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita belajar dari banyak negara dan daerah bahwasannya konflik horizontal seringkali dipicu oleh disinformasi dan misinformasi, sehingga keberadaan KKD ini dinilai sangat strategis,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak bisa dipungkiri pula bahwa memang Indonesia memiliki jumlah pengguna media sosial sangat besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga adanya potensi gesekan dan juga menjadi semakin padatnya arus informasi yang berseliweran di media sosial menjadi semakin tidak terkendali.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, seluruh dampak negatif tersebut bisa diminimalisasi apabila seluruh masyarakat secara aktif mampu terlibat dalam menangkal hoaks.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan banyaknya jumlah pengguna media sosial di Indonesia yaitu antara 167 Juta pengguna aktif media sosial, hal ini bisa menjadi perhatian bagi KKD agar berita hoax bisa diminimalkan,\u201d imbuh Arief.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Kehati-hatian memang menjadi hal yang sangat patut untuk terus ditingkatkan, utamanya termasuk bagaimana&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11653,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-12194","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12194"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12194\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12195,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12194\/revisions\/12195"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12194"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}