{"id":12454,"date":"2023-04-26T12:46:40","date_gmt":"2023-04-26T12:46:40","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=12454"},"modified":"2023-04-26T12:46:41","modified_gmt":"2023-04-26T12:46:41","slug":"sah-ppp-partai-islam-pertama-dan-tertua-solid-usung-ganjar-pranowo-capres-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/04\/26\/sah-ppp-partai-islam-pertama-dan-tertua-solid-usung-ganjar-pranowo-capres-2024\/","title":{"rendered":"Sah, PPP Partai Islam Pertama dan Tertua Solid Usung Ganjar Pranowo Capres 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>Yogyakarta \u2013 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi Partai Islam Pertama yang mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden 2024. Hal itu disampaikan secara langsung oleh Plt Ketum PPP Muhammad Mardiono di acara Pasar Rakyat yang digelar di Yogyakarta pada Rabu (26\/4)<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, PPP memutuskan Haji Ganjar Pranowo sebagai calon presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Umum Presiden 2024 yang akan datang,\u201d, ujarnya<\/p>\n\n\n\n<p>Mardiono melanjutkan bahwa keputusan DPP PPP itu merupakan hasil rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kelima DPP PPP. Menurutnya terdapat beragam alasan mengapa partai berlambang Ka\u2019bah tersebut menetapkan Ganjar Pranowo sebagai Capres.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPPP ingin melanjutkan dukungan politik kepada Ganjar Pranowo dalam pencalonan Presiden RI untuk melanjutkan estafet kepemimpinan 2024 dan 2029.\u201d kata dia<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, PPP juga ingin menitipkan politik Amar Ma\u2019ruf Nahi Munkar kepada Ganjar Pranowo lantaran ingin paradigma tersebut dapat diterapkan dalam tataran politik negara di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Ganjar Pranowo, imbuh Mardiono, juga tidak dapat dipisahkan dari PPP yang umumnya berasal dari keluarga religius.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSecara historis, Ganjar Pranowo tidak dapat dipisahkan dari PPP karena mertuanya merupakan kader dari PPP. Selanjutnya kaka ipar beliau saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PPP Purbalingga\u201d terang Mardiono.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, PPP menilai bahwa dengan latar belakang dan kultur keluarga yang berasal dari Nahdlatul Ulama, Ganjar dinilai memiliki visi hampir sama dengan PPP.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Mardiono mengungkapkan bahwa Ganjar merupakan sosok yang memiliki integritas yang kuat. Sehingga, Ganjar sangat layak untuk menduduki posisi sebagai pemimpin bangsa<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDukungan elektabilitas sebagai politisi telah dibuktikan dari berbagai survey telah menempati posisi teratas bila dibandingkan dengan tokoh lainnya\u201d imbuhnya<\/p>\n\n\n\n<p>Atas berbagai pertimbangan itu, maka PPP akan terus berkomunikasi dengan banyak pihak untuk menyosialisasikan hasil Rapimnas ini kepada elit Parpol koalisi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPPP juga akan melakukan komunikasi politik dengan Ketum Parpol Koalisi Indonesia Bersatu sekaligus menyampaikan ketetapan Rapimnas kepada beliau\u201d tegas Muhamad Mardiono.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, Waketum PPP Arsul Sani memang sudah mengungkapkan bahwa nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, paling banyak mendapat suara dari pengurus wilayah PPP.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGanjar Pranowo di dalam Rapimwil atau Mukerwil itu paling banyak memang disuarakan, untuk diusung bakal calon presiden,\u201d katanya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta \u2013 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi Partai Islam Pertama yang mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-12454","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12454"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12454\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12455,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12454\/revisions\/12455"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12454"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}