{"id":12781,"date":"2023-05-05T06:16:45","date_gmt":"2023-05-05T06:16:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=12781"},"modified":"2023-05-05T06:16:45","modified_gmt":"2023-05-05T06:16:45","slug":"dukung-ktt-asean-tokoh-agama-manggarai-barat-bawa-manfaat-bagi-masyarakat-labuan-bajo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/05\/05\/dukung-ktt-asean-tokoh-agama-manggarai-barat-bawa-manfaat-bagi-masyarakat-labuan-bajo\/","title":{"rendered":"Dukung KTT ASEAN, Tokoh Agama Manggarai Barat : Bawa Manfaat Bagi Masyarakat Labuan Bajo"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manggarai Barat- Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, Ustadz Zakaria Abdul Jangkung menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke- 42. Dia berharap acara tersebut memberikan beragam manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMudah-mudahan KTT ASEAN memberikan dampak positif bagi pembangunan di Labuan Bajo dan di Indonesia pada umumnya,\u201d ujar Ustadz Zakaria<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, Ketua MUI Manggarai Barat itu meyakini kehadiran para kepala negara ASEAN ke Labuan Bajo dapat mengawali semaraknya pariwisata, khususnya wisata Super Premium Labuan Bajo di masa yang akan datang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDan mudah-mudahan akan membawa manfaat juga untuk masyarakat Labuan Bajo, Masyarakat NTT, dan Masyarakat Indonesia\u201d imbuh Ustadz Zakaria.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kesempatan yang sama, dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan acara tersebut dan berdoa agar pelaksanaan KTT ASEAN dapat berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSemoga KTT ASEAN dapat berjalan sukses\u201d pungkasnya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KTT ASEAN atau ASEAN Summit sendiri akan dihelat pada 9-11 Mei 2023 di Labuan Bajo. Sejumlah negara maupun kepala Pemerintahan akan menghadiri acara tersebut. Berbagai persiapan pun terus dimaksimalkan Pemerintah, termasuk sektor Pariwisata di Labuan Bajo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tempat terpisah, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Manggarai Barat Romo Richardus Manggu, mengimbau seluruh masyarakat Manggarai Barat untuk terus menjaga situasi kondusif selama pelaksanaan KTT ASEAN.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cUntuk itu kami mengajak tokoh agama dan seluruh umat beragama untuk berpartisipasi dan mendukung berbagai langkah-langkah persiapan dan pelaksanaan KTT nanti,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Romo Richardus menambahkan penetapan Labuan Bajo sebagai lokasi penyelenggaraan KTT ASEAN Summit merupakan anugerah bagi masyarakat Manggarai Barat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasalnya, pemerintah melakukan berbagai persiapan yang berdampak pada kemajuan Manggarai Barat sebagai daerah pariwisata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dirinya pun meyakini masyarakat Manggarai Barat memiliki adat istiadat, kerukunan, dan kehidupan sosial yang telah terbiasa dalam menerima tamu yang berkunjung di wilayah Manggarai Barat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, budaya masyarakat itu patut dipertahankan untuk menyukseskan berbagai kegiatan, termasuk KTT ASEAN Summit tahun 2023.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak lupa, Ketua FKUB Manggarai Barat itu berpesan agar warga bersinergi dengan aparat keamanan, khususnya Polda NTT guna merawat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal itu diperlukan agar kegiatan KTT ASEAN Summit dapat berjalan dengan aman dan lancar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manggarai Barat- Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, Ustadz&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-12781","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12781"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12782,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12781\/revisions\/12782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12781"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}