{"id":12783,"date":"2023-05-05T06:18:43","date_gmt":"2023-05-05T06:18:43","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=12783"},"modified":"2023-05-05T06:18:43","modified_gmt":"2023-05-05T06:18:43","slug":"peneliti-makara-insight-ktt-asean-memberikan-dampak-positif-bagi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/05\/05\/peneliti-makara-insight-ktt-asean-memberikan-dampak-positif-bagi-indonesia\/","title":{"rendered":"Peneliti Makara Insight: KTT ASEAN Memberikan Dampak Positif Bagi Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jakarta \u2013 Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun 2023 dan KTT tahun ini diselenggarakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggar Timur. Keketuaan tersebut diserahkan dari Kamboja ke Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-41 di Phnom Penh bulan November 2022.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keketuaan ASEAN dinilai masih penting dan relevan bagi masyarakat ASEAN maupun dunia, hal ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia untuk menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonominya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peneliti Makara Insight Satya Aji Pratama, S.Kom mengatakan, gelaran KTT ASEAN di Labuan Bajo akan banyak memberikan dampak positif bagi Indonesia terutama bagi perekonomian Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKTT ASEAN yang akan diadakan bulan mei di labuan bajo mendatang memberikan banyak dampak positif bagi perekonomian Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia mengangkat tema KTT ASEAN 2023, yakni \u201cASEAN Matters: Epicentrum of Growth\u201d yang di dalamnya membahas tiga isu penting yaitu, yaitu Recover-Rebuilding, Digital Economy, dan Sustainability.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga isu itu telah dibahas secara intensif untuk bisa lebih memperdalam interkonektivitas terhadap kawasan dan bersama-sama meningkatkan pertumbuhan kawasan yang stabil dan kuat. Pembahasan berkaitan dengan KTT ASEAN 2023 dan kekettuaan Indonesia sudah berlangsung sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2023.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, seluruh rangkaian acara yang digelar di Indonesia selama tahun 2023 yang berkaitan dengan KTT ASEAN 2023 memberikan peningkatakan ekonomi bagi Indonesia secara langsung dan mampu memberikan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDari sisi ekonomi, seluruh rangkaian acara penyelenggaraan KTT ASEAN 2023 itu banyak memberikan manfaat langsung bagi Indonesia, terutama mendorong pertumbuhan ekonomi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDampak dari gelaran KTT ASEAN juga bisa menciptakan kontribusi lebih bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Begitu pula dengan konsumsi domestik yang jauh meningkat,\u201d lanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tokoh Aktivis Manggarai Barat Lorensius Logam mengatakan, KTT ASEAN Summit merupakan event besar. Untuk itu, gelaran KTT ASEAN 2023 perlu mendapat dukungan dan partisipasi dari berbagai kalangan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lorensius Logam mengajak masyarakat untuk dapat mendukung dan berpartisipasi dalam gelaran KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo baik mulai dari pra penyelenggaraan hingga proses penyelanggaraan pada 9-11 Mei 2023.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cApapun tantangannya nanti kedepannya, ayo mari kita bersama-sama untuk berpartisipasi dalam menjaga situasi kondusif baik dari pra hingga proses penyelenggaraan nanti,\u201d katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun 2023 dan KTT tahun ini diselenggarakan di Labuan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12141,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-12783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12783"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12783\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12784,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12783\/revisions\/12784"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12783"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=12783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}