{"id":13074,"date":"2023-05-10T08:40:47","date_gmt":"2023-05-10T08:40:47","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=13074"},"modified":"2023-05-10T08:40:47","modified_gmt":"2023-05-10T08:40:47","slug":"ktt-asean-ke-42-dibuka-indonesia-dorong-kawasan-ekonomi-tumbuh-cepat-dan-penting-bagi-dunia-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/05\/10\/ktt-asean-ke-42-dibuka-indonesia-dorong-kawasan-ekonomi-tumbuh-cepat-dan-penting-bagi-dunia-2\/","title":{"rendered":"KTT ASEAN ke-42 Dibuka, Indonesia Dorong Kawasan Ekonomi Tumbuh Cepat dan Penting Bagi Dunia"},"content":{"rendered":"\n<p>Manggarai Barat \u2013 KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), diharapkan menjadikan ASEAN sebagai kawasan ekonomi yang tumbuh cepat, inklusif, dan berkelanjutan serta berdaya saing. Menjadikan ASEAN penting, bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi ASEAN dan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Presiden Jokowi mengatakan bahwa keberhasilan hanya akan dapat tercapai jika semua negara, tanpa terkecuali, berkomitmen, bekerja keras, menyisihkan perbedaan-perbedaan untuk menghasilkan sesuatu yang konkret dan bermanfaat bagi dunia di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Negara \u2013 negara ASEAN harus dapat bersatu agar memiliki peran yang signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat ini ekonomi global belum sepenuhnya pulih, rivalitas makin tajam, dinamika dunia makin tidak terprediksi, dan yang menjadi pertanyaan apakah Asean akan menjadi penonton, apakah Asean hanya akan diam, dan apakah Asean mampu menjadi motor perdamaian dan pertumbuhan. Saya yakin kita semua percaya Asean bisa, asalkan satu kuncinya yaitu persatuan, ujar Presiden Jokowi saat membuka KTT ASEAN ke \u2013 42 di Labuan Bajo Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur Rabu, 10\/5\/2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Presiden Jokowi, ASEAN masih penting dan relevan bagi rakyat, bagi kawasan, dan bagi dunia dan ASEAN akan terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik. Selain itu, ASEAN akan terus dapat menjaga pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan persatuan Asean mampu untuk menjadi pemain central yang akan membawa perdamaian dan pertumbuhan, kita punya side kuat sebagai epicentrum of growth yaitu ekonomi yang tumbuh jauh di atas rata-rata dunia, kemudian bonus demografi, dan kestabilan kawasan yang terjaga sehingga ke depan Asean harus makin memperkuat integrasi ekonominya, memperkuat kerjasama inklusi, termasuk implementasi aset, tutur Presiden Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengajak seluruh pimpinan negara ASEAN untu bersama \u2013 sama menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMari bekerja keras menjadikan Asean Matters Epicentrum of Growth\u201d, imbuh Presiden Jokowi dalam pidato pembukaan KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo NTT.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, Keketuaan ASEAN 2023 mengambil tema \u2018ASEAN Matters: Epicentrum of Growth\u2019, melalui ASEAN Matters, Indonesia bertekad menjadikan ASEAN tetap penting dan relevan bagi rakyat ASEAN dan beyond.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDalam kaitan ini maka masa depan ASEAN harus mulai disiapkan untuk menyongsong ASEAN 2025. Sentralitas ASEAN harus diperkuat agar mampu menjaga perdamaian stabilitas kemakmuran di Asia Tenggara dan Indo \u2013 Pasifik,\u201d ungkap Menlu Retno.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, lanjut Menlu, melalui Sub tema \u2018Epicentrum of Growth\u2019, Indonesia bertekad untuk terus menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, dimana dengan ASEAN di bawah sub tema \u2018Epicentrum of Growth\u2019 beberapa kerja sama akan diperkuat. Diantaranya, ketahanan pangan kawasan, ketahanan energi, kesehatan dan kerja sama keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIndonesia ingin menjadikan ASEAN Resilience dan menjadi barometer kerja sama yang dapat berkontribusi bagi perdamaian stabilitas, dan kesejahteraan kawasan dunia, tuturnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manggarai Barat \u2013 KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), diharapkan menjadikan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-13074","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13074","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13074"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13074\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13075,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13074\/revisions\/13075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13074"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13074"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13074"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13074"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}