{"id":13138,"date":"2023-05-11T09:03:51","date_gmt":"2023-05-11T09:03:51","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=13138"},"modified":"2023-05-11T09:03:52","modified_gmt":"2023-05-11T09:03:52","slug":"diakhir-ktt-asean-delegasi-disuguhi-produk-dan-kuliner-khas-ntt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/05\/11\/diakhir-ktt-asean-delegasi-disuguhi-produk-dan-kuliner-khas-ntt\/","title":{"rendered":"Diakhir KTT ASEAN Delegasi Disuguhi Produk dan Kuliner Khas NTT"},"content":{"rendered":"\n<p>Manggarai Barat &#8211; KTT ASEAN 2023 diharapkan menjadi panggung bagi kuliner lokal untuk tampil di level internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTT, Tri Arachis Hypogaeawan, mengungkapkan para delegasi KTT ASEAN disuguhi beragam produk dan hidangan khas NTT.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPada pertemuan-pertemuan dalam ASEAN Summit, kuliner khas NTT menjadi suguhan. Menu-menu seperti se\u2019i daging sapi serta kopi menjadi andalan,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Iapun berharap para delegasi KTT ASEAN bisa kembali lagi dan memesan menu yang sama, dan juga bisa untuk dipasarkan di dunia internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Soal keamanan makanan, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menjamin makanan yang disajikan untuk para kepala negara aman dikonsumsi. Hal ini disampaikan Kepala Loka POM Manggarai Barat Andirusmin Nuryadin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLoka POM di Kabupaten Manggarai Barat terlibat dalam mengawasi dan mengamankan makanan yang akan disajikan untuk presiden dan wakil presiden serta para tamu negara yang akan hadir,\u201d kata Andirusmin.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan berbeda, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengatakan ASEAN Summit memberi imbas pada peningkatan usaha masyarakat lokal di sekitar lokasi kegiatan KTT.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSehingga masyarakat, khususnya para petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat memanfaatkan momen tersebut,\u201d kata Bupati Edistasius.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama penyelenggaraan KTT tersebut, masyarakat berkesempatan untuk memamerkan dan menunjukkan produk berkualitas buatan lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan di sekitar lokasi kegiatan ada Pusat Kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo, yang juga menjajakan berbagai aneka kuliner dari daerah pariwisata itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BPOLBF) yang bertindak sebagai panitia lokal Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, juga telah menyiapkan berbagai konten lokal untuk disajikan kepada para delegasi<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina mengungkapkan, kesenian tradisional Manggarai yang disiapkan, antara lain Tari Tiba Meka, Rangkuk Alu, dan Caci.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelain itu, produk UMKM lokal juga turut diberdayakan. Mulai dari kain tenun, sasando, kopi, olahan kelor, dan lainnya,\u201d tutur Shana.<\/p>\n\n\n\n<p>Shana meyakini gelaran KTT ASEAN di Labuan Bajo memberi dampak ekonomi bagi UMKM.<\/p>\n\n\n\n<p>Disisi lain, Pakar Hubungan Internasional (HI) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Randy Wirasta Nandyatama, menyatakan KTT ke-42 ASEAN atau ASEAN Summit di Labuan Bajo menunjukkan ekonomi Indonesia yang merata.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;KTT ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta dan Bali,&#8221; kata Randy.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manggarai Barat &#8211; KTT ASEAN 2023 diharapkan menjadi panggung bagi kuliner lokal untuk tampil di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-13138","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13138"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13139,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13138\/revisions\/13139"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13138"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}