{"id":14228,"date":"2023-07-02T23:05:58","date_gmt":"2023-07-02T23:05:58","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=14228"},"modified":"2023-07-02T23:06:00","modified_gmt":"2023-07-02T23:06:00","slug":"aparat-keamanan-tegas-tolak-permintaan-kst-papua-untuk-senjata-dan-merdeka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/07\/02\/aparat-keamanan-tegas-tolak-permintaan-kst-papua-untuk-senjata-dan-merdeka\/","title":{"rendered":"Aparat Keamanan Tegas Tolak Permintaan KST Papua untuk Senjata dan Merdeka"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh :&nbsp;Veronica&nbsp;Lokbere&nbsp;)*<\/p>\n\n\n\n<p>Gabungan aparat keamanan dengan tegas menolak permintaan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua yang berupa senjata dan merdeka.&nbsp;Dalam&nbsp;misi&nbsp;penyelamatannya&nbsp;kali&nbsp;ini,&nbsp;aparat&nbsp;keamanan terus berupaya dalam&nbsp;berbagai&nbsp;caratermasuk&nbsp;bernegoisasi, dan&nbsp;menggunakan&nbsp;pendekatanhumanisme&nbsp;agar&nbsp;membebaskan&nbsp;Philps&nbsp;Mark&nbsp;Mehrtens&nbsp;denganselamat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ancaman kembali diberikan kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI) oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua,&nbsp;pimpinannya&nbsp;Egianus&nbsp;Kogoya&nbsp;mengancamakan&nbsp;menembak mati Pilot Maskapai Susi Air yang menjadi sandera sejak 7 Februari lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Buntut&nbsp;dari&nbsp;penyanderaan&nbsp;pilot Susi Air, Philip Mark&nbsp;Mehrtens&nbsp;tersebut,&nbsp;pimpinan&nbsp;Kelompok&nbsp;Separatis dan&nbsp;Teroris(KST) Papua&nbsp;Egianus&nbsp;Kogoya&nbsp;meminta&nbsp;syarat&nbsp;pembebasan Pilot Susi Air. Syarat tersebut meliputi merdeka, senjata, dan uang. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan optimisme yang tinggi&nbsp;Pemerintah&nbsp;RI&nbsp;bisamenyelesaikan&nbsp;misi&nbsp;penyelamatan&nbsp;dan membebaskan Pilot dari pedalaman Papua tersebut dengan aman. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan&nbsp;Keamanan&nbsp;(MenkoPolhukam), Mahfud MD&nbsp;menegaskan&nbsp;pemerintah akan terus mengupayakan berbagai macam cara untuk bisa sukses dalam misi evakuasi dan mampu menyelamatkan&nbsp;Kapten&nbsp;Philips Mark&nbsp;Mehrtens&nbsp;dari&nbsp;tangan&nbsp;Egianus&nbsp;Kogoya.<\/p>\n\n\n\n<p>Permintaan tersebut tentu saja tidak serta merta diberikan untuk KST yang sudah banyak meneror warga sipil hingga aparat keamanan itu sendiri.&nbsp;Kapolda&nbsp;Papua&nbsp;Irjen&nbsp;MathiusFakhiri&nbsp;menyatakan&nbsp;bahwa aparat keamanan siap memenuhi satu permintaan KST yakni menyiapkan sejumlah uang untuk membebaskan Pilot Susi Air.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi untuk dua syarat lainnya yang meliputi \u2018merdeka\u2019 dan \u2018senjata\u2019 tentu saja aparat keamanan dengan tegas menolaknya.&nbsp;Bahkan,&nbsp;Irjen&nbsp;Mathius&nbsp;Fakhiri&nbsp;juga menyatakan ketidakmungkinan mereka untuk mengabulkan kedua permintaan itu, sementara mengenai uang mereka bisa memberikannya asalkan sandera berkebangsaan Selandia Baru itu dapat dibebaskan dengan selamat.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini memang banyak usaha yang terus dilakukan agar sandera bisa bebas dengan&nbsp;aman,&nbsp;termasuk&nbsp;upaya&nbsp;negoisasidengan&nbsp;melibatkan&nbsp;pihak&nbsp;keluarga&nbsp;Egianus&nbsp;Kogoya. Dengan&nbsp;negosiasi&nbsp;yang melibatkan&nbsp;keluarganya,&nbsp;diharapkan&nbsp;agar&nbsp;Egianus&nbsp;menyerahkan&nbsp;Pilot Susi Air itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya,&nbsp;sebelumnya&nbsp;Egianus&nbsp;Kogoya&nbsp;mengancam&nbsp;akanmenembak&nbsp;Philip Mark&nbsp;Mehrtens&nbsp;di&nbsp;tanggal&nbsp;1 Juli. Untuk itu tanggapan dari pihak Kapolda mengatakan bahwa dirinya berharap agar hal itu tidak terjadi karena dampaknya cukup luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya cermat dalam menangani hal tersebut, akan tetapi juga diperlukan sikap tegas dalam melakukan langkah penegakan hukum. Dalam kesempatan ini, Panglima TNI&nbsp;Laksamana&nbsp;Yudo&nbsp;Margono&nbsp;juga&nbsp;turut&nbsp;memberikan&nbsp;tanggapansoal&nbsp;ancaman&nbsp;Egianus&nbsp;Kogoya,&nbsp;bahwa&nbsp;dirinya&nbsp;memerintahkankepada&nbsp;Pangkogabwilhan&nbsp;III&nbsp;Letjen&nbsp;TNI&nbsp;Agus&nbsp;Suhardidengan&nbsp;Pangdam&nbsp;Cenderawasih&nbsp;Mayjen&nbsp;TNI&nbsp;IzakPangemanan&nbsp;agar&nbsp;terus&nbsp;melakukan&nbsp;negoisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak ada batasan waktu&nbsp;negosiasi&nbsp;kepada gerombolan KST Papua, ia juga mengutamakan mendahulukan&nbsp;negosiasiyang dilakukan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenai ancaman penembakan mati Pilot Susi Air itu diharapkan agar&nbsp;tidak&nbsp;terjadi&nbsp;dan&nbsp;Egianus&nbsp;juga&nbsp;seharusnyaberpikir&nbsp;hal kemanusiaan. Terlebih menghilangkan nyawa seseorang yang tidak bersalah merupakan tindakan kejam yang melanggar Hak Asasi Manusia. Sebagai sesama manusia, gerombolan KST Papua juga seharusnya menyadari bahwa mereka memikirkan hati nurani agar tidak hanya berpikir tentang \u2018merdeka\u2019 saja dengan mengorbankan orang lain sebagai gantinya. Hal-hal seperti ini juga diharapkan agar tidak terjadi, apabila terjadi dampaknya akan luar biasa, seharusnya mereka juga memikirkan hal tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, apabila permintaan \u2018merdeka\u2019 yang coba diminta oleh KST Papua dituruti, tentu akan sangat merusak adanya persatuan dan kesatuan NKRI. Selain itu, mereka sendiri juga selama ini merupakan gerombolan teroris dan separatis yang sangat banyak terus meresahkan masyarakat dengan berbagai macam tindakan tidak&nbsp;berperikemanusiaanyang&nbsp;terus&nbsp;mereka&nbsp;gencarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Negosiasi&nbsp;merupakan&nbsp;langkah&nbsp;yang dipilih oleh aparat keamanan sebagai bentuk menghargai sisi kemanusiaan dan untuk menjaga&nbsp;keamanan&nbsp;Bumi Cendrawasih dalam menangani hal ini. Menggunakan kekerasan terus menerus juga tidak akan menyelesaikan dengan baik,&nbsp;di sisi lain juga harus memikirkan keamanan warga setempat&nbsp;demi mewujudkan situasi dan kondisi yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kerja keras gabungan aparat keamanan juga patut diapresiasi, pasalnya persoalan ini cukup memakan waktu yang panjang untuk menyelesaikannya, pun dengan segala kesabaran, dan upaya-upaya yang terus dilakukan untuk membebaskan Pilot Susi Air dengan selamat. Belum lagi teror yang disebarkan oleh KST Papua tiada henti membuat warga resah, dan aparat&nbsp;keamanan&nbsp;berusaha&nbsp;untukmengamankannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, tindakan tegas yang dikeluarkan oleh aparat keamanan Tanah Air, yakni menolak adanya permintaan persenjataan ataupun tuntutan merdeka yang dikemukakan oleh gerombolan separatis KST Papua tersebut memang sudah menjadi sebuah tindakan yang sangat tepat diambil. Jangan sampai justru kelompok yang selama ini terus mengancam nyawa dan membahayakan masyarakat tersebut justru dikabulkan permintaannya, karena ke depan pastinya akan semakin banyak hal-hal merugikan negara yang mereka lakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>)*&nbsp;Penulis adalah&nbsp;Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh :&nbsp;Veronica&nbsp;Lokbere&nbsp;)* Gabungan aparat keamanan dengan tegas menolak permintaan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-14228","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14228","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14228"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14229,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14228\/revisions\/14229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14228"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}