{"id":14505,"date":"2023-07-15T15:04:26","date_gmt":"2023-07-15T15:04:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=14505"},"modified":"2023-07-15T15:04:27","modified_gmt":"2023-07-15T15:04:27","slug":"penilaian-ahy-terhadap-kinerja-pemerintah-presiden-jokowi-prematur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/07\/15\/penilaian-ahy-terhadap-kinerja-pemerintah-presiden-jokowi-prematur\/","title":{"rendered":"Penilaian AHY Terhadap Kinerja Pemerintah Presiden Jokowi Prematur"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2013 Penilaian Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo masih dianggap prematur.<\/p>\n\n\n\n<p>Baru-baru ini, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan penilainnya terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dianggap prematur oleh beberapa politikus senior.<\/p>\n\n\n\n<p>Menanggapi penilaian tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengatakan bahwa pidato AHY masih terlalu dini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPenilaian AHY terhadap sejumlah program pemerintahan Jokowi-Ma&#8217;ruf dalam pidato politiknya baru-baru ini adalah penilaian yang prematur, baik terkait program sebagai pilihan kebijakan maupun keberhasilannya,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMengapa prematur? Karena pemerintahan Jokowi-Ma&#8217;ruf adalah pemerintahan yang sedang berjalan, belum menyelesaikan periode pemerintahannya,\u201d ungkap Arsul yang merupakan politikus senior PPP itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, Politikus Senior PDIP Junimart Girsang meminta agar AHY membuktikan program pemerintahan mana yang selama ini tidak berdampak pada rakyat kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPertama kalau ada statement yang mengatakan bahwa Pak Jokowi itu tidak pro wong cilik, silakan dibuktikan. Wong cilik mana yang komplain terhadap pemerintahan Pak Jokowi,\u201d ujar Junimart.<\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan prematur yang disampaikan oleh AHY mengenai kinerja pemerintahan Jokowi-Ma\u2019ruf dalam pidatonya itu, juga dibantah oleh Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTidak ada kebijakan yang dibuat oleh presiden atau pemerintahan Jokowi yang dilakukan secara grasa-grusu, semua kebijakan-kebijakan presiden pasti melalui proses kajian dan visibilitas studi yang jelas,\u201d jelas Ace.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, Ace menilai bahwa sebenarnya masyarakat puas dengan kebijakan pemerintahan Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDan saya kira kalau saya lihat dari apa yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi, banyak yang dinilai oleh masyarakat justru masyarakat sangat puas atas kinerja pemerintahan Jokowi,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan lain, AHY sempat memberikan kritik yang menilai bahwa seolah-olah utang yang dimiliki oleh Pemerintah terus saja membengkak. AHY juga menyatakan bahwa Pemerintah masih kurang kajian dalam melakukan pemilihan atau memprioritaskan sesuatu.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal jelas sekali, bahwa penilaian yang dilakukan oleh Ketum Partai Demokrat itu merupakan sebuah penilaian yang sangat prematur. Bukti nyata menunjukkan bahwa sampai saat ini, seluruh rakyat kecil terus menunjukkan kepuasan mereka akan bagaimana kinerja dari Pemerintah di era kepemimpinan Presiden Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Serta tentunya, berbagai macam kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah tidak mungkin tidak melakukan kajian yang komprehensif dan mendalam sebelumnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Penilaian Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada kinerja pemerintahan Presiden&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14506,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[1023],"newstopic":[],"class_list":["post-14505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam","tag-ahy"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14505"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14508,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14505\/revisions\/14508"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14505"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}