{"id":14781,"date":"2023-07-28T03:24:22","date_gmt":"2023-07-28T03:24:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=14781"},"modified":"2023-07-28T03:24:23","modified_gmt":"2023-07-28T03:24:23","slug":"tingkatkan-kesejahteraan-masyarakat-temanggung-ganjar-komitmen-fasilitasi-pelatihan-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/07\/28\/tingkatkan-kesejahteraan-masyarakat-temanggung-ganjar-komitmen-fasilitasi-pelatihan-petani\/","title":{"rendered":"Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Temanggung, Ganjar Komitmen Fasilitasi Pelatihan Petani"},"content":{"rendered":"\n<p>TEMANGGUNG \u2014 Terus berupaya untuk bisa meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat di Kabupaten Temanggung, Ganjar Pranowo memiliki komitmen kuat untuk bisa memberikan fasilitas pelatihan kepada para petani.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat sebuah agenda serap aspirasi warga yang dilakukan oleh Capres dari PDI Perjuangan tersebut, yang mana kegiatan itu disambut dengan sangat antrusias oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ganjar mengungkapkan bahwa di Desa Muncar, Temanggung itu merupakan sentra penghasil kopi robusta dengan rasa khas, termasuk juga berbagai komoditas lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, selama ini juga pihak Pemprov Jateng telah memberikan dukungan dan berupaya agar terus terjadi pengembangan kopi di desa tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa diantara dukungan yang diberikan adalah memberikan fasilitas pelatihan bagi para petani, meningkatkan alat dan mesin pertanian, memberikan pelatihan pada pengolahan hasil pertanian hingga pemasaran serta penjualan produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Gubernur Jateng itu juga memiliki cita-cita untuk terus mendorong produk kopi masyarakat agar bisa menjadi komoditas ekspor.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, menurutnya memang butuh adanya pelatihan dan para petani sendiri juga harus disiplin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cButuh dilatih, petani di-on farm mesti paham betul, disiplin betul sehingga nanti sampai off farm diolah, produk ini berkualitas dan mesti dijaga,\u201d jelas Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami dorong packaging-nya sehingga potensi pasar sampai ke Eropa tinggi sekali. Pendampingan, pelatihan dan kontrol itu kemudian menjadi penting. Syukur-syukur semua produk ini bisa organik murni, itu harganya pasti sangat mahal,\u201d tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Ketua Taruna Merah Putih (TMP), Aryo Seno Bagaskoro menyampaikan bahwa Ganjar merupakan sosok Capres yang mampu melanjutkan semua kinerja Presiden Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan bukan hanya melanjutkan saja, namun juga mampu untuk memberikan penambahan value atau nilai dalam hal kecepatan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa (mampu melanjutkan). Tidak hanya melanjutkan, Pak Ganjar juga akan menambah value. Apa valuenya? Ya itu kecepatan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua TMP itu juga menilai bahwa sosok Ganjar merupakan paket lengkap karena satu pemikiran dengan Presiden Jokowi, Presiden Soekarno dan Presiden Megawati.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemimpin yang identik dengan rambut putih itu juga dinilai mampu mengikuti semangat jaman.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni kesatuan yang dilanjutkan oleh Pak Ganjar plus mengikuti semangat zaman. Apa semangatnya, cepat, dan itu saya rasa yang sangat jelas ditawarkan oleh Pak Ganjar selama ini,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ganjar juga dinilai memiliki kedekatan tersendiri dengan para Gen Z, yang mana bukan merupakan sebuah pencitraan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKedekatan itu tidak hanya termanifaktur misalnya ditampilkan dengan postingan-postingan yang misalnya hanya pencitraan saja, tetapi dengan hal-hal yang menyangkut substansi persoalan gen Z,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TEMANGGUNG \u2014 Terus berupaya untuk bisa meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat di Kabupaten Temanggung, Ganjar Pranowo&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14771,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-14781","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14781"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14782,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14781\/revisions\/14782"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14781"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}