{"id":14851,"date":"2023-08-01T05:36:53","date_gmt":"2023-08-01T05:36:53","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=14851"},"modified":"2023-08-01T05:36:54","modified_gmt":"2023-08-01T05:36:54","slug":"alumni-dan-akademisi-kampus-ternama-dukung-ganjar-pranowo-di-pilpres-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/08\/01\/alumni-dan-akademisi-kampus-ternama-dukung-ganjar-pranowo-di-pilpres-2024\/","title":{"rendered":"Alumni dan Akademisi Kampus Ternama Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>Tegal \u2013 Para alumni dan akademisi kampus ternama mendukung calon presiden Ganjar Pranowo yang memiliki perhatian serius di dunia pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perwakilan Pena Mas Ganjar, Reza mengatakan kebijakan Ganjar Pranowo di dunia pendidikan yang melarang adanya pungutan liar (pungli) didukung oleh sukarelawan alumni dan para akademisi kampus ternama,<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sebuah kesempatan, sukarelawan yang disebut dengan Pena Mas Ganjar itu menggelar diskusi bersama dengan orang tua mengenai kebijakan dunia pendidikan Ganjar Pranowo.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami mulai dari kebijakan Ganjar Pranowo terkait dunia pendidikan di SD, SMP, dan SMA. Salah satunya, Bapak Ganjar secara tegas melarang adanya pungutan liar di dunia pendidikan, sumbangan dalam bentuk apa pun,\u201d jelas Reza.<\/p>\n\n\n\n<p>Pihak pendukung Ganjar Pranowo itupun juga meminta orang tua turut berpartisipasi dalam memberantas pungli agar segera melaporkan kepada pihak yang berwenang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami memberikan pencerdasan kepada masyarakat bahwa ada beasiswa pendidikan untuk anak dari pemerintah. Kami juga berharap wali murid dan masyarakat bisa memahami bahwa tidak diperbolehkan adanya pungli dalam dunia pendidikan,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Reza mengungkapkan sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) atau beasisawa yang diperuntukkan kepada masyarakat kurang mampu di Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya diskusi tersebut, terlihat antusias dari wali murid, salah satunya Kurniawati yang merasa bahwa acara bertajuk \u2018Ngobrol Bareng Wali Murid\u2019 ini sangat bernilai positif.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPelajaran untuk mendidik anak ke depannya. Kemudian, bisa bersosialisasi dengan wali murid lain,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menanggapi program PIP, menurut Kurniawati beasiswa tersebut dapat membantu masyarakat yang kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMembantu masyarakat yang kurang mampu jadi bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi karena ada beasiswa ini,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Reza berharap masyarakat Tegal tidak ada alasan membiarkan anak-anak putus sekolah lantaran terkendala oleh biaya. Mereka bisa menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Indonesia Pintar (PIP).<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, dalam kesempatan lain, calon presiden Ganjar Pranowo mengatakan dirinya siap melanjutkan program hilirisasi Presiden Joko Widodo.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTadi Pak Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa proyek hilirisasi harus dilanjutkan. Bukan hanya satu produk, tapi hilirisasi banyak produk yang kita miliki,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, Gubernur Jawa Tengah itu mendukung hilirisasi dan siap meneruskannya, agar bisa merambah ke banyak sektor untuk memunculkan ekonomi kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau perlu industri digital kita hilirisasikan. Dengan begitu, maka ekonomi kreatif bisa muncul,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Siap meningkatkan hilirisasi, Ganjar Pranowo berharap nantinya negara Indonesia menjadi bangsa yang mandiri di sektor perekonomian.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJadi ayo kita tingkatkan hilirisasi pada produk yang lain, agar kita menjadi bangsa yang mandiri di bidang ekonomi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tegal \u2013 Para alumni dan akademisi kampus ternama mendukung calon presiden Ganjar Pranowo yang memiliki&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14769,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-14851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14851"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14851\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14852,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14851\/revisions\/14852"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14851"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}