{"id":14894,"date":"2023-08-02T05:41:56","date_gmt":"2023-08-02T05:41:56","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=14894"},"modified":"2023-08-02T05:41:57","modified_gmt":"2023-08-02T05:41:57","slug":"ratusan-kyai-dan-santri-cirebon-dukung-ganjar-sebagai-presiden-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/08\/02\/ratusan-kyai-dan-santri-cirebon-dukung-ganjar-sebagai-presiden-2024\/","title":{"rendered":"Ratusan Kyai dan Santri Cirebon Dukung Ganjar sebagai Presiden 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>CIREBON \u2014 Ratusan kyai dan santri di Cirebon seluruhnya memberikan dukungan penuh kepada Capres dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo sebagai Presiden pada tahun 2024 mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu santri bernama Nirwana (15) turut mendoakan agar Ganjar selalu diberikan kesehatan dan juga bisa menjadi pemimpin masa depan bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRamah dan ganteng banget. Pokoknya Pak Ganjar is the best. Kami mendoakan Pak Ganjar sehat selalu, dimurahkan rezekinya dan semoga jadi presiden. Amiin,\u201d teriak para santri kompak.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jateng itu juga sempat mengobrol bersama dengan KH Ibnu Ubaidillah Syatori dan mendapatkan beberapa pesan serta didoakan oleh para ulama di Cirebon.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTentu senang, bisa mendapat wejangan dan didoakan. Tadi dapat pesan-pesan tentang kebaikan,\u201d pungkas Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Kehadiran pemimpin berusia 54 tahun itu ke Ponpes Dar Al Tauhid, Arjawinangun, Cirebon langsung disambut dengan penuh antusiasme dari seluruh kyai dan santri di sana.<\/p>\n\n\n\n<p>Suasana di pondok itu menjadi sangat riuh karena mereka semua begitu antusias menyambut Ganjar dan berebut untuk bersalaman.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSeneng banget ketemu Pak Ganjar secara langsung. Biasanya hanya lihat di TikTok, ini bisa ketemu dan salaman langsung,\u201d kata Nirwana.<\/p>\n\n\n\n<p>Dukungan semakin meluas kepada sosok Kader PDI Perjuangan itu juga dikarenakan segenap prestasinya sebagai pemimpin, salah satunya adalah keberhasilan pria berambut putih tersebut untuk mewujudkan kesetaraan gender di Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala BPS Jawa Tengah, Dadang Hardiwan mengungkapkan bahwa telah terjadi penurunan angka ketimpangan gender di provinsi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Mengindikasikan ketimpangan gender yang semakin mengecil atau kesetaraan yang semakin baik,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak lima tahun terakhir, yang mana itu merupakan masa kepemimpinan Ganjar Pranowo, secara konsisten indeks ketimpangan gender di Jateng terus secara konsisten mengalami penurunan angka.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;IKG Jateng selama lima tahun terkhir sejak 2018-2020 secara konsisten menurun,\u201d papar Dadang.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak tanggung-tanggung, bahkan saat ini posisi IKG di Jawa Tengah berapa di posisi ketiga nasional, yang mana mampu mengungguli Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Posisi IKG Jawa Tengah di Pulau Jawa menempati posisi ketiga setelah DIJ dan DKI Jakarta. Namun, bila dibandingkan provinsi lain kesetaraan gender Jawa Tengah lebih baik dari Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten,&#8221; tandas Dadang.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, IKG pada tahun 2022 tercatat mengalami penurunan hingga kini mencapai 0,371, yang mana pada tahun 2021 angkanya berada di 0,377.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya data tersebut mengindikasikan bahwa ketimpangan peran antara laki-laki dengan perempuan menjadi semakin mengecil, yang mana berarti kesetaraan gender semakin berimbang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CIREBON \u2014 Ratusan kyai dan santri di Cirebon seluruhnya memberikan dukungan penuh kepada Capres dari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14895,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-14894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14894"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14897,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14894\/revisions\/14897"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14894"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}