{"id":14936,"date":"2023-08-03T06:10:08","date_gmt":"2023-08-03T06:10:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=14936"},"modified":"2023-08-03T06:10:08","modified_gmt":"2023-08-03T06:10:08","slug":"ganjar-pranowo-komitmen-sejahterakan-rakyat-dan-pegang-ideologi-pancasila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/08\/03\/ganjar-pranowo-komitmen-sejahterakan-rakyat-dan-pegang-ideologi-pancasila\/","title":{"rendered":"Ganjar Pranowo Komitmen Sejahterakan Rakyat dan Pegang Ideologi Pancasila"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2014 Ganjar Pranowo mengaku akan terus tegak lurus dengan PDI Perjuangan dan memiliki komitmen sangat kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta memegang teguh ideologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut merupakan beberapa poin penting dari arahan yang dikemukakan oleh Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri kepadanya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Arahan dari Ibu Megawati. Saya dinasihati bahwa &#8216;Kader partai ketika di jabatan publik, wajib hukumnya menyejahterakan rakyat&#8217;. Yang kedua, beliau memberi saya penjelasan tentang bahwa ketika menjabat, landasan ideologi itu tak boleh bergeser,&#8221; ujar Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, bagaimana pesan dari Megawati itu memang sangat kontekstual dengan kondisi bangsa saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, untuk menjaga kedaulatan negara juga selama ini telah diberlakukan oleh Presiden Jokowi melalui adanya program kebijakan hilirisasi, yang mana kebijakan itu akan terus dilanjutkan oleh Ganjar Pranowo.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat benang merah dari gaya kepemimpinan antara Megawati dan juga Presiden Joko Widodo. Sehingga itu juga yang akan dipegang teguh oleh pemimpin berambut putih ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jadi, ada benang merah ideologi estafet kepemimpinan nasional yang kita perjuangkan bersama, dilakukan untuk menyejahterakan rakyat,&#8221; ujar Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo mengemukakan terdapat kode mengenai siapa Capres yang akan didukung oleh Presiden Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya menyinggung mengenai baju bergaris warna hitam putih yang kini menjadi baju kampanye milik Ganjar Pranowo.<\/p>\n\n\n\n<p>Baginya, baju itu memiliki banyak makna yang tersembunyi dan mengibaratkan baju itu sebagai ungkapan yang penuh makna dari Kepala Negara.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pak Jokowi memberikan kode baju garis hitam putih. Garis itu adalah &#8216;Ganjar RI Satu&#8217; itu sabdo pandito ratu, garis itu &#8216;Ganjar RI Satu&#8217;,&#8221; kata FX Rudy.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Yang ngasih garis itu Pak Jokowi tapi itu sanepan tapi ora enek sing mudeng (tapi nggak ada yang tahu). Garis itu Ganjar RI Satu,&#8221; sambung dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Senada, Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu juga menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo jelas memberikan dukungan penuhnya kepada rekan satu partainya, yakni Ganjar Pranowo.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan dia mengaku sempat bertanya secara langsung kepada Kepala Negara mengenai bagaimana arah dukungan beliau dalam Pilpres 2024 mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian Presiden Jokowi menjawab bahwa dirinya mendukung penuh Ganjar, namun meminta agar semua pihak tetap bersabar.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya tanya langsung sama Presiden. Sudah ketemu. Dia bilang sabar Mas Adian, kita begini, begini dulu, sampai begini,&#8221; kata Adian.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Oke kalau sudah sampai begitu, Bapak mendukung siapa? &#8216;Ganjar Pranowo&#8217;,&#8221; ujar Adian, menirukan jawaban dari Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dukungan itu bukan sekedar kode atau gestur semata, melainkan berasal dari jawaban atas pertanyaan langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jadi saya tidak membaca kode. Saya tidak membaca gestur, tidak membaca arah sepatu, tidak membaca arah angin, saya tanya kok,&#8221; kata Adian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Ganjar Pranowo mengaku akan terus tegak lurus dengan PDI Perjuangan dan memiliki komitmen&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14769,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-14936","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14936"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14937,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14936\/revisions\/14937"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14936"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}