{"id":15186,"date":"2023-08-12T08:33:34","date_gmt":"2023-08-12T08:33:34","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=15186"},"modified":"2023-08-12T08:33:34","modified_gmt":"2023-08-12T08:33:34","slug":"sosok-tepat-lanjutkan-program-presiden-jokowi-elektabilitas-ganjar-tertinggi-di-jatim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/08\/12\/sosok-tepat-lanjutkan-program-presiden-jokowi-elektabilitas-ganjar-tertinggi-di-jatim\/","title":{"rendered":"Sosok Tepat Lanjutkan Program Presiden Jokowi, Elektabilitas Ganjar Tertinggi di Jatim"},"content":{"rendered":"\n<p>SURABAYA \u2014 Dinilai merupakan sosok yang paling tepat untuk terus melanjutkan seluruh program pembangunan dari Presiden Jokowi, elektabilitas Ganjar Pranowo menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n<p>Data menunjukkan hasil survei lembaga independen Surabaya Survey Center (SSC) bahwa memang pemimpin berambut putih itu berada di posisi tertinggi dalam survei dengan angka hingga mencapai sebesar 23,3 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya Ganjar saja, namun survei peta politik di Jawa Timur juga menunjukkan bahwa PDI Perjuangan tetap menjadi juara dengan perolehan suara hingga 23,7 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenai hal itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Bidang Pemenangan Pemilu, Deni Wicaksono menjelaskan bahwa konsistensi kebijakan merupakan kunci partai selalu selaras dengan semua program Presiden Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Seluruh kader juga terus mengawal penuh berbagai program pemerintah yang pro rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya pengusungan Ganjar pun juga lantaran gaya kepemimpinannya sama dengan Kepala Negara saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Semua kader PDI Perjuangan di Jatim senantiasa berjalan selaras dengan kepemimpinan Presiden Jokowi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTermasuk dengan pencapresan Mas Ganjar Pranowo yang memiliki gaya kepemimpinan serupa dengan Presiden Jokowi, yaitu suka blusukan, rajin mendengarkan aspirasi masyarakat, dan tidak memiliki beban masa lalu,&#8221; ujar Deni.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukti dari bagaimana sosok Ganjar memiliki gara kepemimpinan seperti Presiden Jokowi adalah dirinya mampu untuk mengatasi krisis air bersih di Kampung Laut Cilacap dengan meresmikan SPAM Gandrungmangu.<\/p>\n\n\n\n<p>Masyarakat kemudian mengaku sangat senang karena sekarang pada musim kemarau pun mereka sudah tidak perlu membeli air bersih.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Seneng banget, sekarang kalau musim kemarau tidak perlu beli air. Air sudah mengalir di rumah dan kualitasnya lebih jernih dan tidak bau,&#8221; ucap warga Kampung Laut, Warisem (32).<\/p>\n\n\n\n<p>Berkat peresmian SPAM dengan kapasitas 100-liter air per detik itu sangat membantu masyarakat karena air yang keluar jernih, mudah dengan kualitas bagus.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ya selama puluhan tahun dulu seperti itu, harus beli. Airnya juga nggak jernih, masih bau. Kalau sekarang senang, air sudah gampang dan kualitasnya lebih bagus,&#8221; ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sudah berpuluh tahun masyarakat Kampung Laut mengalami krisis air bersih, namun saat ini Ganjar memastikan bahwa semua persediaan dan kapasitas air cukup tinggi, sehingga aman dalam musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Hari ini kita senang, karena sudah puluhan tahun mereka kesulitan air bersih, dan sekarang sudah teratasi. Karena kapasitasnya cukup tinggi, suplai air di musim kemarau seperti ini juga sudah aman,&#8221; jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, percepatan distribusi air bersih memang terus digencarkan olehnya dengan bantuan Kementerian PUPR. &#8220;Kita terus mendorong dan melakukan percepatan distribusi air bersih. Terimakasih pada Kementerian PUPR memberikan bantuan, dan PDAM menyalurkan pada masyarakat, sehingga masyarakat akhirnya bisa mendapatkan suplai air bersih dengan baik,&#8221; tutur Ganjar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURABAYA \u2014 Dinilai merupakan sosok yang paling tepat untuk terus melanjutkan seluruh program pembangunan dari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15120,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-15186","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15186"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15186\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15187,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15186\/revisions\/15187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15186"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}