{"id":15327,"date":"2023-08-17T07:43:48","date_gmt":"2023-08-17T07:43:48","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=15327"},"modified":"2023-08-17T07:43:49","modified_gmt":"2023-08-17T07:43:49","slug":"pemerintah-serius-tingkatkan-pelayanan-publik-melalui-dob-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/08\/17\/pemerintah-serius-tingkatkan-pelayanan-publik-melalui-dob-papua\/","title":{"rendered":"Pemerintah Serius Tingkatkan Pelayanan Publik\u00a0Melalui DOB Papua"},"content":{"rendered":"\n<p>Pemerintah RI sudah mulai serius mengembangkan Kawasan Timur dengan menghadirkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua guna untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Papua.&nbsp;Hal tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintahan dalam melangsungkan pemerataan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Daerah Otonomi Baru (DOB) yang&nbsp;dimekarkan&nbsp;di Papua&nbsp;merupakan&nbsp;salah satu keseriusan Pemerintah RI untuk Bumi&nbsp;Cenderawasih.&nbsp;Karena masih baru, perlu adanya kelengkapan infrastruktur pendukung yang berfungsi sebagai kemudahan masyarakat dalam melangsungkan kehidupannya. Oleh sebab itu, melalui daerah-daerah pemekaran tersebut, diharapkan agar masyarakat Papua supaya lebih mudah menikmati layanan publik yang disediakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu saja&nbsp;hal&nbsp;ini&nbsp;membutuhkan&nbsp;kerjasama&nbsp;yang&nbsp;baik,&nbsp;tidak&nbsp;hanya Pemerintah RI dan Presiden Joko Widodo yang memiliki peran penting dalam pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua ini, tokoh-tokoh masyarakat yang penting hingga warga sipil biasa juga memiliki peran penting dalam kehadiran DOB. Berkat dukungan aktif mereka, DOB akhirya terwujud setelah dinanti-nantikan begitu lamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembangunan DOB Papua ini&nbsp;memang disambut sangat baik oleh masyarakat asli Papua, karena memang dengan adanya pembangunan yang sedemikian rupa, mereka dapat dengan mudah menikmati fasilitas yang sudah disediakan. DOB sendiri terbagi menjadi 4 wilayah yakni, Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Melihat hal tersebut, salah satu tokoh masyarakat Papua&nbsp;bernama&nbsp;Saleh&nbsp;Sangadji&nbsp;mengakui&nbsp;bahwa&nbsp;dengan&nbsp;adanya penambahan provinsi tersebut membuka&nbsp;peluang&nbsp;kerja&nbsp;bagisarjana-sarjana&nbsp;di&nbsp;Papua Selatan. Pasalnya, memang dengan dibukanya provinsi baru tersebut, secara otomatis kantor pemerintahan juga membutuhkan sumber daya manusia. Dengan demikian, mereka juga tak perlu jauh-jauh berebut pekerjaan di daerah lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Kendati demikian,&nbsp;masyarakat&nbsp;asli Papua sendiri memiliki kesempatan yang bagus untuk menunjukkan potensi yang dimilikinya dan mendedikasikan diri kepada Bangsa Indonesia. Pemekaran yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat inilah akhirnya terwujud. Hal tersebut memang menjadi salah satu bukti bahwa Pemerintah RI memperhatikan Papua dengan serius dan terciptanya pembangunan Indonesia secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih lagi, dengan kehadiran DOB Papua juga diikuti oleh pembangunan-pembangunan infrastruktur seperti jalan raya. Kehadiran jalan raya memang sangat penting di suatu daerah untuk mempermudah mobilitas masyarakat setempat. Apalagi memang jalan raya merupakan jalur darat yang menjadi dasar utama mobilitas manusia, tentu saja menjadi kebutuhan pokok mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut&nbsp;Mesakh&nbsp;Mirin,&nbsp;selaku&nbsp;anggota&nbsp;DPR RI&nbsp;dariDapil&nbsp;Papua&nbsp;meyakini&nbsp;bahwa&nbsp;penambahan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua ini memberikan dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat. Jangkauan dan akses transportasi dari Kabupaten ke Provinsi juga akan lebih mudah, sehingga hal&nbsp;ini&nbsp;pun&nbsp;dapat&nbsp;mensejahterahkan&nbsp;masyarakat&nbsp;Papua&nbsp;sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenai kesejahteraan&nbsp;masyarakat&nbsp;Papua,&nbsp;hadirnyaDOB Papua&nbsp;disana&nbsp;sudah&nbsp;pasti&nbsp;membuat&nbsp;kesejahteraan itu berlanjut dari waktu ke waktu. Pemerataan pembangunan Indonesia juga segera terwujud. Adanya banyak dukungan dari masyarakat setempat yang meliputi tokoh adat, tokoh agama, hingga warga sipil inilah yang menjadi kesuksesan DOB Papua nantinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Infrastruktur&nbsp;yang&nbsp;menjadi pendukung&nbsp;kelengkapanDOB Papua sudah direncanakan.&nbsp;Menurut&nbsp;Tito&nbsp;Karnavian, Menteri Dalam Negeri, Pemerintah RI sudah membuat anggaran pembangunan infrastruktur Papua yang akan&nbsp;dimulai&nbsp;sejak bulan Oktober 2023 mendatang. Infrastruktur yang nantinya akan dibangun di keempat&nbsp;wilayah DOB tersebut diantara lain yakni, jalan raya, jalan-jalan penghubung antar kabupaten dan provinsi, hingga infrastruktur listrik. Aliran listrik nantinya juga bisa dinikmati pengguna jalan sehingga mempermudah mereka dalam berkendara.<\/p>\n\n\n\n<p>Wakil&nbsp;Presiden&nbsp;(Wapres)&nbsp;Ma\u2019ruf&nbsp;Amin&nbsp;mengungkapkanbahwa provinsi baru di Papua tersebut diharapkan dapat mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat Papua. Selain itu, dirinya juga mengapresiasi kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) atas kontribusi yang telah diberikan terhadap pembangunan-pembangunan di Papua, khususnya&nbsp;adanya&nbsp;Institute&nbsp;Pertambangan&nbsp;Nemangkawi&nbsp;(IPN).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kehadiran IPN tersebut&nbsp;merupakan&nbsp;wujud&nbsp;darikeberpihakan&nbsp;investasi&nbsp;tenaga&nbsp;kerja&nbsp;yang profesional yaitu orang asli Papua.&nbsp;Bahkan,&nbsp;Ma\u2019ruf&nbsp;Amin&nbsp;mengakui&nbsp;kualifikasitenaga kerja orang asli Papua memiliki beragam&nbsp;keterampilanyang bagus.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, saat-saat seperti ini menjelang Pemilu 2024 mendatang Badan Pengawas&nbsp;Pemilihan&nbsp;Umum (Bawaslu)&nbsp;mengaku&nbsp;menjadi&nbsp;lebih&nbsp;mudah mempersiapkan sejumlah hal dengan hadirnya daerah DOB. Bahkan, mereka menggandeng tokoh-tokoh penting&nbsp;didaerah&nbsp;tersebut untuk mencegah terjadinya konflik menjelang Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan ini. Antisipasi tersebut&nbsp;juga&nbsp;diperlukansebab&nbsp;figur&nbsp;ketokohan&nbsp;di Papua&nbsp;memiliki&nbsp;peran yang sangat penting di mata masyarakat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berkat adanya Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua ini, kemaslahatan masyarakat setempat akan terjamin. Apalagi DOB yang merupakan keseriusan Pemerintah RI&nbsp;dapatmenepis&nbsp;stigma&nbsp;Javasentris&nbsp;dimasyarakat. Seluruh wilayah Indonesia pada akhirnya sudah merasakan pembangunan yang&nbsp;merata&nbsp;tanpa&nbsp;terkecuali,&nbsp;didaerah-daerah&nbsp;plosok&nbsp;sekalipun. Dengan demikian, seluruh bangsa Indonesia akan&nbsp;menjadisejahtera&nbsp;dan&nbsp;kedepannya&nbsp;tingkat&nbsp;kesenjangan&nbsp;antar&nbsp;satu wilayah dengan wilayah lainnya juga dapat dipastikan hilang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah RI sudah mulai serius mengembangkan Kawasan Timur dengan menghadirkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14813,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-15327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15327"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15328,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15327\/revisions\/15328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15327"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}