{"id":15779,"date":"2023-09-02T03:42:21","date_gmt":"2023-09-02T03:42:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=15779"},"modified":"2023-09-02T03:42:21","modified_gmt":"2023-09-02T03:42:21","slug":"pastikan-kelancaran-dan-keamanan-ktt-asean-ke-43-di-jakarta-berbagai-aturan-ditetapkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/09\/02\/pastikan-kelancaran-dan-keamanan-ktt-asean-ke-43-di-jakarta-berbagai-aturan-ditetapkan\/","title":{"rendered":"Pastikan Kelancaran dan Keamanan KTT ASEAN ke-43 di Jakarta, Berbagai Aturan Ditetapkan"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2014 Dalam rangka mempersiapkan seluruh pelaksanaan KTT ASEAN ke-43 di Jakarta, terdapat beberapa aturan yang berlaku dalam waktu dekat.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut tentunya bertujuan untuk memastikan segala proses gelaran event internasional yang dipimpin oleh Indonesia itu berjalan dengan aman dan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait hal itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa akan diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk sekolah di Jakatta Pusat dan Jakarta Selatan selama tanggal 4 hingga 7 September 2023 mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKhusus 4 sampai 7 September, Pemda DKI melakukan kebijakan untuk sekolah melakukan PJJ yang KTT sekitar Jakarta, Kakarta Pusat,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya dengan adanya kebijakan itu bertujuan untuk mengurangi kemacetan selama penyelenggaraan KTT ASEAN ke-43 berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, Pj Gubernur DKI Jakarta tersebut menambahkan bahwa anak sekolah di luar wilayah Jakpus dan Jaksel tetap melakukan kegiatan belajar dan mengajar seperti biasa di sekolah mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya itu, namun Pemprov DKI Jakarta juga akan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (work from home \/ WFH) untuk sebanyak 75 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di wilayah Jakpus dan Jaksel.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTermasuk juga menerapkan \u2018work from home\u2019 menjadi 75 persen khususnya di lingkungan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian untuk sektor swasta bisa menyesuaikan juga lantaran pihak Polda Metro Jaya turut memberlakukan buka-tutup rute lalu lintas selama pelaksanaan KTT ASEAN.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBahkan, ada sebagian jalan yang akan tertutup total dalam dua jam sehingga tidak nyaman pada 5-7 September. Saya minta atur masing-masing,\u201d jelas Heru.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengungkapkan bahwa jalan yang dilintasi oleh para delegasi negara dalam KTT ASEAN akan ditutup selama kurang lebih dua jam.<\/p>\n\n\n\n<p>Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan pada saat para delegasi bergerak menuju ke beberapa tempat kegiatan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMisal delegasi berangkat jam 7 pagi, maka jam 06:00 WIB sampai jam 08:30 WIB itu ada penutupan jalan,\u201d ujar Syafrin.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lebih memaksimalkan terkait seluruh persiapan menyambut pelaksanaan KTT ASEAN ke-43 tersebut, sejumlah Satgas dari jajaran aparat keamanan personel gabungan seperti TNI dan Polri dibentuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Satgas tersebut melaksanakan pengamanan pada tanggal 1 hingga 9 September 2023 di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menjelaskan bahwa seluruh jajaran Satgas sejak saat ini harus sudah mulai bekerja untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Semua Satgas Pengamanan dari sekarang harus bekerja untuk mengantisipasi berbagai macam ancaman yang mungkin terjadi,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKarena tidak hanya negara ASEAN saja yang hadir, melainkan organisasi internasional, sehingga perlu antisipasi ancaman dari luar maupun dari dalam,&#8221; kata Panglima TNI tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Dalam rangka mempersiapkan seluruh pelaksanaan KTT ASEAN ke-43 di Jakarta, terdapat beberapa aturan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15777,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-15779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15779"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15780,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15779\/revisions\/15780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15779"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=15779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}