{"id":16017,"date":"2023-09-06T06:39:31","date_gmt":"2023-09-06T06:39:31","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=16017"},"modified":"2023-09-06T06:39:32","modified_gmt":"2023-09-06T06:39:32","slug":"bank-dunia-puji-asean-berhasil-entaskan-kemiskinan-bahkan-sejak-masa-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/09\/06\/bank-dunia-puji-asean-berhasil-entaskan-kemiskinan-bahkan-sejak-masa-pandemi-covid-19\/","title":{"rendered":"Bank Dunia Puji ASEAN Berhasil Entaskan Kemiskinan, Bahkan Sejak Masa Pandemi Covid-19"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2014 Bank Dunia memberikan pujian kepada ASEAN yang dinilai sangat berhasil untuk mengentaskan kemiskinan, bahkan hal tersebut terus terjadi sejak masa pandemi COVID-19 di mana negara lain tengah kesulitan.<\/p>\n\n\n\n<p>Presiden World Bank, Ajay Banga menyampaikan bahwa dalam mengatasi kemiskinan dalam 30 hingga 40 tahun terakhir memang sangat mengesankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat penciptaan lapangan kerja baru yang menjadi upaya pemberantasan kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun ternyata jumlah kemiskinan tersebut sempat meningkat kembali pada masa pandemi COVID-19 karena memang beragam sektor dengan lapangan kerja yang besar banyak terpaksa terhenti sehingga menimbulkan PHK.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, hal tersebut sangat berbeda di ASEAN, lantaran berhasil keluar dari kondisi itu di tengah negara lain dunia masih sulit.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTetapi ASEAN merupakan pengecualian, yang telah berhasil keluar dari kondisi ini, namun banyak negara di dunia yang mengalami peningkatan angka kemiskinan,\u201d tutur Banga.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana disebutkan dalam laman resmi ASEAN dalam dua dekade terakhir ini, seluruh negara kawasan mampu mengalami penurunan kesmikinan yang sangat stabil.<\/p>\n\n\n\n<p>Data menunjukkan bahwa angka kemiskinan sebanyak 47 persen pada tahun 1990 dan terus berkurang hingga menjadi 15 persen saja pada tahun 2015.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa cara yang dilakukan, yakni ASEAN mendorong adanya pendekatan multi-sektoral dan terpadu untuk mengentaskan kemiskinan tersebut dan juga sekaligus mewujudkan Visi Komunitas ASEAN 2025 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian aksi, inisiatif peningkatan kapasitas dan platform untuk pengetahuan dan pertukaran telah dibentuk untuk memfasilitasi dialog di antara berbagai pemangku kepentingan untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong pembangunan pedesaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Presiden Bank Dunia itu juga sempat menyinggung bagaimana beberapa persoalan lain yang harus menjadi fokus bersama untuk diselesaikan seperti adanya perubahan iklim dan kerawanan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya permasalahan tersebut menjadi visi dan misi dari Bank Dunia untuk bisa mengatasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Masih berkaitan dengan pelaksanaan KTT ASEAN ke-43 di Jakarta, pada Rabu (6\/9) malam juga diselenggarakan acara gala dinner bersama dengan para petinggi delegasi negara sahabat di Hutan Kota Gelora Bung Karno.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenai hal tersebut, Chef Arnold menyampaikan bahwa menu yang disiapkan untuk para kepala negara dipastikan akan mewah dan nikmat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Request-nya adalah yang pasti makanan harus mewah, megah, nikmat, enak,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama, Chef Gedan Septoadji menyatakan bahwa para chef memang menyajikan masakan khas Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, dirinya menilai bahwa masakan Indonesia pun sudah sangat layak untuk bisa go internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Karena kita ingin menunjukkan masakan Indonesia dan masakan Indonesia jaman sekarang sudah bisa go international, dari segi penampilan, jelas dari rasanya tetep rasa autentik,&#8221; katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Bank Dunia memberikan pujian kepada ASEAN yang dinilai sangat berhasil untuk mengentaskan kemiskinan,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16018,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-16017","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16017"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16019,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16017\/revisions\/16019"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16017"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=16017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}