{"id":16035,"date":"2023-09-07T05:10:18","date_gmt":"2023-09-07T05:10:18","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=16035"},"modified":"2023-09-07T05:10:19","modified_gmt":"2023-09-07T05:10:19","slug":"ganjar-pranowo-berhasil-bangun-fondasi-integritas-birokrasi-di-jateng-selama-memimpin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/09\/07\/ganjar-pranowo-berhasil-bangun-fondasi-integritas-birokrasi-di-jateng-selama-memimpin\/","title":{"rendered":"Ganjar Pranowo Berhasil Bangun Fondasi Integritas Birokrasi di Jateng Selama Memimpin"},"content":{"rendered":"\n<p>SEMARANG \u2014 Ganjar Pranowo dinilai berhasil dalam membangun fondasi akan integritas birokrasi di Provinsi Jawa Tengah selama dirinya memimpin sebagai Gubernur selama dua periode.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana dalam pidatonya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya menilai bahwa memang Ganjar Pranowo telah membangun fondasi integritas yang kuat dan juga tata kelola pemerintahan yang sangat baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Diketahui bahwa hasil tersebut mampu menurunkan angka kemiskinan di Jateng hingga sebanyak satu juta jiwa masyarakat, termasuk pula adanya penurunan angka kematian ibu dan bayi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, pembangunan infrastruktur jalan juga mencapai hingga 90 persen dengan akses pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu juga semakin baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Ganjar kemudian berharap agar integritas yang telah dibangunnya selama sepuluh tahun memimpin bisa terus dijaga sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPerubahan mindset yang kurang lebih dibangun selama sepuluh tahun, jangan sampai hancur, sehingga melayani masyarakat dan tidak korupsi itu tindakan penting untuk sebuah birokrasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menyinggung terkait dengan bagaimana warisan yang dia tinggalkan untuk Jawa Tengah, pemimpin kelahiran Kabupaten Karanganyar itu tanpa ragu menyebut bahwa warisannya adalah mindset birokrasi yang berintegritas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMengubah mindset. Satu melayani, dua menjaga integritas. Itu dua yang paling penting menurut saya. Kalau soal indeks dengan seluruh politk anggaran itu semua orang boleh berdebat, tapi dua itu menurut saya yang paling terlihat dan terasa,\u201d tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengingatkan kepada para kepala daerah serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk terus berhati-hati dalam mengelola anggaran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMakanya saya minta agar integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel terus dipertahankan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai penerima mandat untuk menjadi Pj Gubernur, Nana mengaku sangat siap untuk melanjutkan bagaimana kinerja baik yang telah dilaksanakan oleh Ganjar Pranowo selama ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, atas nama keluarga besar Pemprov, dirinya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi sangat tinggi apa yang telah berhasil dilakukan oleh Capres PDI Perjuangan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan lain, Mantan Panglima TNI, Jend (Purn) Andika Perkasa juga menyebut bahwa memang Ganjar Pranowo memiliki modal sebagai pemimpin yang sangat jujur dan berintegritas.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya itu, namun pemimpin berambut putih tersebut juga memiliki pengakuan yang sangat tinggi dari seluruh rakyatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNah, kalau dilihat tadi recognition atau pengakuan masyarakat, Mas Ganjar itu dua variabel ini yang tertinggi, bahkan dua kali lipat,\u201d kata Andika. \u201cJustru ini perlu dilihat salah satu capital (modal) yang harus dioptimalkan,\u201d tambahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG \u2014 Ganjar Pranowo dinilai berhasil dalam membangun fondasi akan integritas birokrasi di Provinsi Jawa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16032,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-16035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16036,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16035\/revisions\/16036"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16035"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=16035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}