{"id":16168,"date":"2023-09-13T05:25:31","date_gmt":"2023-09-13T05:25:31","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=16168"},"modified":"2023-09-13T05:25:31","modified_gmt":"2023-09-13T05:25:31","slug":"program-kartu-jateng-cerdas-sangat-dirasakan-siswa-siswi-hingga-pelosok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/09\/13\/program-kartu-jateng-cerdas-sangat-dirasakan-siswa-siswi-hingga-pelosok\/","title":{"rendered":"Program Kartu Jateng Cerdas Sangat Dirasakan Siswa Siswi hingga Pelosok"},"content":{"rendered":"\n<p>SEMARANG \u2014 Program Kartu Jateng Cerdas ternyata memang sangat dirasakan oleh segenap siswa dan siswi miskin bahkan hingga ke seluruh pelosok wilayah di Provinsi Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Diketahui bahwa Program Kartu Jateng Sejahtera (KJS) sendiri memang diinisiasi oleh Ganjar Pranowo tatkala dirinya masih menjabat sebagai Gubernur sejak tahun 2017 silam.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian memang sampai detik ini terbukti bahwa program yang diinisiasi oleh Capres PDI Perjuangan itu masih menjadi solusi bagi penanganan kemiskinan di Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Data menunjukkan bahwa KJS sendiri telah mengcover sebanyak 12.764 fakir miskin yang tidak produktif tiap tahunnya, yang mana mereka masih belum tersentuh oleh bantuan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kartu Jateng Sejahtera itu saya pakai untuk mengisi mereka yang mohon maaf tidak mampu, tidak terjangkau data, tidak bisa masuk syarat (penerima bantuan),&#8221; kata Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah seorang penerima bantuan KJS, Rumyati mengaku bahwa dirinya sangat senang dan terbantu dengan adanya bansos tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Iya senang, karena mendapat bantuan dari Pak Ganjar,&#8221; ucap Rumyati.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, adanya pendidikan gratis di Jawa Tengah memang menjadi salah satu program fokus yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo.<\/p>\n\n\n\n<p>Khususnya, pendidikan gratis itu diberikan kepada siswa yang tidak mampu dengan pendirian SMKN di Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Ganjar, bangsa ini akan bisa maju dan berkembang melalui pendidikan yang bisa dijangkau semua pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHanya dengan pendidikan kita bisa maju, berkembang, dan berdaya saing. Hanya dengan pendidikan, kita mampu mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan menghadirkan kesejahteraan untuk seluruh rakyatnya,\u201d tutur Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak tanggung-tanggung, bahkan pemimpin berambut putih itu berharap supaya ke depannya terus ada banyak sekolah gratis yang bisa diberikan kepada para siswa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHarapan kita semua, kelak tiap kabupaten\/ kota di Jawa Tengah memiliki minimal satu SMK seperti ini,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya program pendidikan berupa fasilitas sekolah gratis untuk siswa di Jawa Tengah itu juga diberikan apresiasi tinggi oleh Presiden RI, Joko Widodo.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya mengaku bahwa inisiatif yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo tersebut sangat bagus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni saya kira sebuah inisiatif yang sangat bagus dari Pak Gubernur Jateng. Dulunya ini BLK (Balai Latihan Kerja) dan digeser menjadi SMK dan khusus untuk keluarga-keluarga kurang mampu,\u201d ujar Presiden.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBagus. Pertama, tidak dipungut biaya dan justru dibiayai semuanya dari pemerintah provinsi, mulai seragam sepatu, dan lainnya,\u201d lanjut Presiden<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMakan juga karena&nbsp;<em>boarding<\/em>. Kedua, sarana dan prasarana, kalau saya melihat SMK di provinsi yang lain, (SMK N Jateng) ini jauh lebih bagus. Mesin CNC sampai mesin dasar semuanya ada,\u201d paparnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG \u2014 Program Kartu Jateng Cerdas ternyata memang sangat dirasakan oleh segenap siswa dan siswi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16169,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-16168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16168"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16168\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16170,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16168\/revisions\/16170"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16168"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=16168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}