{"id":16266,"date":"2023-09-18T06:49:24","date_gmt":"2023-09-18T06:49:24","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=16266"},"modified":"2023-09-18T06:49:24","modified_gmt":"2023-09-18T06:49:24","slug":"komitmen-berantas-korupsi-ganjar-terapkan-digitalisasi-pemerintahan-ubah-mindset-birokrat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/09\/18\/komitmen-berantas-korupsi-ganjar-terapkan-digitalisasi-pemerintahan-ubah-mindset-birokrat\/","title":{"rendered":"Komitmen Berantas Korupsi, Ganjar Terapkan Digitalisasi Pemerintahan Ubah Mindset Birokrat"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2013 Ganjar menerapkan digitalisasi pemerintahan untuk mengubah mindset birokrat dan berkomitmen membrantas korupsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya menilai bahwa untuk bisa menjawab tantangan masa depan Indonesia adalah dengan perubahan pola pikir.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDigitalisasi kemudian bisa memudahkan dan membikin ini pengalaman luar biasa, apa yang luar biasa? mengubah cara berpikir para birokrat. Dari mereka yang dulu melayani biasa-biasa saja, sekarang luar biasa,\u201d ujar Ganjar di The Ballroom XXI Djakarta Theater Jakarta Pusat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam acara itu, Ganjar mencontohkan bagaimana kebijakannya di Jawa Tengah selama menjadi Gubernur, yang juga menjadikan pelayanan semakin dekat dengan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya kasih aturan 1 x 24 jam harus direspons, dijawab aja, kalau 1 x 24 nggak kamu respons kamu masuk dashboard saya. Kalau itu sampai kejadian sampai 3 kali, saya telepon,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAkhirnya kemudian tidak ada lagi jarak antara kepala dinas dan dengan rakyat karena dia mendapatkan respons secara langsung,\u201d ucapnya lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama, Capres PDIP itu juga menegaskan bahwa dirinya akan memprioritaskan untuk memberantas korupsi yang menjamur di Indonesia jika terpilih menjadi Presiden 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKorupsi ini yang masih menjadi PR (pekerjaan rumah, red) kita dan masuk ke semua subsektor. Memang tidak mudah, saya 10 tahun di Jateng membawa tagline Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi dan itu cukup berhasil,\u201d tegas Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Ganjar akan memperbaiki dan mewujudkan pemberantasan korupsi mulai dari pendidikan, pencegahan, hingga penindakan yang akan dilakukan. Sehingga dengan reformasi birokrasi serta pemerintahan bersih, Indonesia akan menjadi negara maju.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau kita mau serius, maka korupsi menjadi penyakit yang harus kita basmi bersama. Saya yakin kita bisa, dengan cara regulasi ditata, kelembagaan diperbaiki dan kita tempatkan aktor yang tepat untuk bisa memimpin itu,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201dIndonesia bisa menjadi negara maju, kalau anggaran negaranya tinggi. Tahun 2024, anggaran negara kita sekitar Rp3.200 triliun. Bisa tidak kita naikkan APBN kita menjadi Rp6.400 triliun di 2029? Saya yakin dan optimis pasti bisa,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Ganjar melanjutkan pembicaraannya mengenai optimalisasi potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia melalui sektor ekonomi digital.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPotensi ekonomi digital dunia pada tahun 2030 diprediksikan mencapai 360 miliar dollar. Itu jumlah yang sangat besar. Dan Indonesia harus bisa menjadikan sektor itu sebagai salah satu pendapatan menaikkan anggaran negara,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak industri kreatif yang bisa dijadikan contoh, Ganjar melihat potensi bagaimana anak muda Indonesia bisa mewujudkan sektor ini dan menjadi andalan negara.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTiga anak muda yang selalu saya contohkan, ada Nikki, Rich Brian, dan Putri Ariani. Betapa mereka anak muda kreatif yang sangat hebat. Dan di Indonesia, masih banyak anak muda berbakat lainnya yang bisa membuat ekonomi digital kita jaya,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Ganjar menerapkan digitalisasi pemerintahan untuk mengubah mindset birokrat dan berkomitmen membrantas korupsi. Dirinya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16102,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-16266","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16266","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16266"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16266\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16267,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16266\/revisions\/16267"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16266"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16266"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16266"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=16266"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}