{"id":16291,"date":"2023-09-19T06:29:37","date_gmt":"2023-09-19T06:29:37","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=16291"},"modified":"2023-09-19T06:29:37","modified_gmt":"2023-09-19T06:29:37","slug":"survei-terbaru-prc-dirilis-elektabilitas-ganjar-terus-ungguli-kandidat-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/09\/19\/survei-terbaru-prc-dirilis-elektabilitas-ganjar-terus-ungguli-kandidat-lain\/","title":{"rendered":"Survei Terbaru PRC Dirilis, Elektabilitas Ganjar Terus Ungguli Kandidat Lain"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2013 Hasil survei terbaru Politika Research &amp; Consulting (PRC) bulan September menunjukkan elektabilitas calon presiden Ganjar Pranowo lebih unggul dibandingkan kandidat yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan survei PRC terbaru, dari ketiga kandidat calon presiden di Pilpres 2024, Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas paling unggul diantara yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGanjar Pranowo masih mengungguli,\u201d ujar Rio Prayogo selaku Direktur Eksekutif PRC.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam survei tersebut, mantan Gubernur Jawa Tengah itu meraih elektabilitas sebesar 40,4 persen, kandidat lainnya mendapatkan jauh di bawah itu dan sebanyak 9 persen lainnya memilih belum menyatakan pendapatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Diantara yang lainnya, Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas paling stabil dan cenderung berada di kisaran angka 40 persen, seperti survei pada bulan April lalu 40,8 persen dan bulan September 40,4 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDari bulan April, Ganjar Pranowo itu masih stabil di angka 40, nyaris tidak berubah,\u201d lanjut Rio.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, berdasarkan survei Ipsos Public Affairs menunjukkan elektabilitas Ganjar Pranowo di kalangan milenial yang berusia 25 hingga 39 tahun dan Gen Z usia 17 hingga 24 tahun lebih unggul daripada lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Survei Ipsos di kalangan Gen Z Ganjar mengungguli sebanyak 42,40 persen dan di kalangan milenial Ganjar unggul di angka 39,90 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Umum Angkatan Muda Ka\u2019bah (AMK) Rhendika Harsono pun menganggap bahwa sosok pemimpin yang identik dengan rambut putih itu disukai oleh generasi Z dan milenial yang menjadi salah satu penyumbang suara terbesar di Pilpres 2024 mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGanjar sangat <em>low profile<\/em>, dekat dengan semua masyarakat, mahasiswa dan pelajar,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di samping itu, menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan daftar pemilih Pemilu 2024 yang menunjukkan bahwa suara didominasi oleh kalangan zilenial (gen Z dan milenial).<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah gabungan dari kedua generasi tersebut setidak-tidaknya mencapai angka lebih dari 113 juta jiwa yang setara dengan 56,45 persen dari total keseluruhan yakni 204.807.222 orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Gaya bahasa yang komunikatif membuat eks Gubernur Jateng itu disukai oleh kalangan zilenial karena memang penyampaiannya tidak kaku dan memiliki banyak pengikut di media sosial, dimana tempat kalangan muda bersarang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi meyakini dengan optimis bahwa elektabilitas Ganjar yang terus naik itu tidak khawatir dengan siapapun pasangannya nanti.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebagai hasil survei, itu menunjukkan bahwa peluang Pak Ganjar sangat besar dipasangkan dengan siapapun,\u201d ucap Baidowi saat merespon hasil survei SMRC.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya bahwa, memang dengan elektabilitas GP yang terus naik dan stagnan itu dirinya memiliki modal yang bagus untuk bekal menang di Pilpres 2024 mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Hasil survei terbaru Politika Research &amp; Consulting (PRC) bulan September menunjukkan elektabilitas calon&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16288,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-16291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16291"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16292,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16291\/revisions\/16292"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16288"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16291"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=16291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}