{"id":16408,"date":"2023-09-23T13:48:41","date_gmt":"2023-09-23T13:48:41","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=16408"},"modified":"2023-09-23T13:48:42","modified_gmt":"2023-09-23T13:48:42","slug":"ganjar-pranowo-dukung-pelibatan-ulama-dalam-keputusan-penting-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/09\/23\/ganjar-pranowo-dukung-pelibatan-ulama-dalam-keputusan-penting-negara\/","title":{"rendered":"Ganjar Pranowo Dukung Pelibatan Ulama dalam Keputusan Penting Negara"},"content":{"rendered":"\n<p>SURABAYA \u2014 Ganjar Pranowo berkomitmen dan menyatakan bahwa jika memang ingin menjadi sosok pemimpin yang sukses, hal tersebut akan tercapai jika terus melibatkan para ulama dalam pengambilan keputusan penting negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, para ulama dan tokoh agama memang memiliki peranan yang sangat penting untuk menentukan kebijakan demi peningkatan kesejahteraan jutaan masyarakat di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan, pelibatan ulama dan para tokoh agama juga selama ini telah dilakukannya tatkala masih menjabat sebagai Gubernur di Jawa Tengah hingga banyak persoalan akhirnya mampu terselesaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau ada persoalan rumit dan membutuhkan banyak perhatian banyak orang saya selalu bertanya pada tokoh agama dan ulama dulu,\u201d ujar Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, para ulama selalu memberikan masukan yang menyejukkan dan mampu menyelesaikan persoalan. Sehingga cara itu memang sangat efektif untuk kesuksesan kepemimpinannya selama ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPara ulama dan tokoh agama itu banyak memberikan petuah dan masukan dengan cara menyejukkan dan ketika berkaitan dengan kemasyarakatan keteduhan muncul. Masyarakat merasa tenang,\u201d kata Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemimpin berusia 54 tahun itu kemudian mengaku semenjak dibantu oleh para ulama, dirinya mampu semakin cepat menentukan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, baginya sangat penting peranan dari para ulama untuk bisa membantu dalam membangun bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDari tingkat kecepatan memutuskan dan keteduhan, para ulama dan tokoh masyarakat ini sangat berperan. Itu menjadi modal dasar kita membangun Indonesia,\u201d tutur Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, tidak mengherankan mengapa para ulama dan kyai terus memberikan dukungan mereka kepada sosok Capres dari PDI Perjuangan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana terjadi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang mana para tokoh agama telah sepakat untuk mendukung Ganjar Pranowo sebagai Presiden 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>Perwakilan Ponpes Darul Muta\u2019allimin, Kyai M Rusli mengatakan bahwa dari hasil Halaqah Merah Putih yang sebelumnya telah mereka lakukan, ternyata memang disepakati bahwa pemimpin berambut putih itu merupakan sosok yang tepat untuk bangsa ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka melihat bagaimana pemahaman hingga kepedulian yang dimiliki Ganjar Pranowo terhadap berbagai situasi di masyarakat kelas menengah ke bawah, termasuk para guru dan pendidik keagamaan informal.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMemang yang kita butuhkan memang sosok yang merakyat, suka menampung aspirasi, terus juga secara langsung menyampaikan aspirasinya, ketika masyarakat mengeluh juga bisa langsung menjawabnya hal seperti itu,\u201d kata Kyai M Rusli.<\/p>\n\n\n\n<p>Senada, Pengurus Ponpes Darul Ubudiyah Raudlatul Muta\u2019allimin di Surabaya, Gus Moch. Djerdjis Al Ishaqy menilai bahwa sosok pemimpin kelahiran Kabupaten Karanganyar itu merupakan figur yang merakyat, tekun, rajin dan apa adanya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Beliau sejak awal saya sudah kenal dia (Ganjar) itu humble, memasyarakat, apa adanya, ulet,&#8221; ucapnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURABAYA \u2014 Ganjar Pranowo berkomitmen dan menyatakan bahwa jika memang ingin menjadi sosok pemimpin yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16289,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-16408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16408"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16408\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16409,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16408\/revisions\/16409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16408"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=16408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}