{"id":16442,"date":"2023-09-25T05:58:52","date_gmt":"2023-09-25T05:58:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=16442"},"modified":"2023-09-25T05:58:53","modified_gmt":"2023-09-25T05:58:53","slug":"komunitas-bajaj-jakarta-utara-siap-kawal-kemenangan-ganjar-menjadi-presiden-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/09\/25\/komunitas-bajaj-jakarta-utara-siap-kawal-kemenangan-ganjar-menjadi-presiden-2024\/","title":{"rendered":"Komunitas Bajaj Jakarta Utara Siap Kawal Kemenangan Ganjar Menjadi Presiden 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2014 Komunitas Bajaj di Jakarta Utara siap mengawal penuh kemenangan Ganjar Pranowo untuk bisa menjadi Presiden RI pada tahun 2024 mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Diketahui bahwa dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan juga berbagai komunitas memang terus mengalir kepadanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Politikus Muda PDI Perjuangan, Brando Susanto mengungkapkan bahwa memang bajaj memang merupakan mode transportasi khas Jakarta yang terus menjadi magnet tersendiri di Ibu Kota.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMaskot Ibu Kota Jakarta adalah Monas, Ondel-Ondel dan salah satunya Bajaj. Saya berkesempatan hadir dalam acara silaturahmi sekaligus deklarasi dukungan rekan komunitas Bajaj untuk Pak Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya kemudian berharap agar solidaritas dari komunitas Bajaj bisa semakin memperkuat Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 nanti.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemoga dengan bertambahnya dukungan dan hari ini bersama komunitas bajaj bisa menjadikan pemimpin yang hebat berasal dari rakyat biasa seperti Pak Ganjar untuk meneruskan kepemimpinan Presiden Jokowi,\u201d ujar Brando.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia juga mengajak kepada komunitas Bajaj lainnya agar bisa memilih Calon Presiden yang berasal dari rakyat dan benar-benar mau bekerja untuk rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBukan anak pejabat, bukan anak konglomerat, bukan anak orang kaya, bahkan bukan anak presiden. Pak Ganjar adalah representasi calon presiden yang lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat,\u201d ujar Brando.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama, salah satu Koordinator Komunitas Bajaj, Taripin mengungkapkan bahwa kegiatan yang diselenggarakan itu menjadi bukti nyata dari sosok Capres PDI Perjuangan tersebut telah melekat di hati masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, dirinya berkomitmen untuk semakin menggencarkan sosialisasi Ganjar ke seluruh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami sering mendengar berita mengenai sepak terjang Pak Ganjar, baik di televisi, berita-berita maupun sosial media. Kami akan terus menyebarluaskan melalui kanvasing dan sosialisasi agar seluruh masyarakat lebih mengenal figur Pak Ganjar Pranowo,\u201d ujar Taripin.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai kalangan hingga komunitas di masyarakat Tanah Air memang secara terus meluas memberikan dukungan mereka kepada pemimpin berambut putih itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut dikarenakan sosoknya yang terus mengikuti perkembangan jaman dan juga memiliki banyak gagasan ide atau inovasi yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satunya, Ganjar Pranowo juga menanggapi kehadiran platform media sosial yang merangkap sebagai <em>e-commerce<\/em> seperti TikTok Shop yang sempat menjadi polemik karena dinilai mematikan para pelaku UMKM.<\/p>\n\n\n\n<p>Para pedagang mengeluh karena omzet mereka terus anjlok semenjak masifnya tren berbelanja secara online.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa pentingnya ada regulasi dari Pemerintah RI untuk melindungi para pedagang kecil. &#8220;Pertama filosofinya apa? Kalau filosofinya kita ingin melindungi pedagang kecil. Maka mari &#8216;oke ya kita lindungi ya sepakat ya&#8217;. Tidak mungkin dong dia tidak kita proteksi, tidak mungkin dong dalam liberalisme sistem kemudian disuruh hidup sendiri,&#8221; tuturnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Komunitas Bajaj di Jakarta Utara siap mengawal penuh kemenangan Ganjar Pranowo untuk bisa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16288,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-16442","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16442","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16442"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16442\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16443,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16442\/revisions\/16443"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16288"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16442"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16442"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16442"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=16442"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}