{"id":16548,"date":"2023-09-29T13:11:38","date_gmt":"2023-09-29T13:11:38","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=16548"},"modified":"2023-09-29T13:11:39","modified_gmt":"2023-09-29T13:11:39","slug":"ketua-umum-pdip-megawati-soekarnoputri-pangan-dapat-menjadi-supremasi-indonesia-didunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/09\/29\/ketua-umum-pdip-megawati-soekarnoputri-pangan-dapat-menjadi-supremasi-indonesia-didunia\/","title":{"rendered":"Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri: Pangan Dapat Menjadi Supremasi Indonesia Didunia"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta &#8211; Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan pangan dapat menjadi supremasi Indonesia didunia internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia harus dapat berdaulat pangan agar dapat berdiri diatas kaki sendiri dan dapat melewati ancaman krisis pangan global.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Rakernas ini penting arah masa depan untuk Indonesia yang berdaulat dalam Pangan&#8221;, ujar Ketua Umum PDI Perjuangan saat membuka Rakernas IV PDI Perjuangan di Kemayoran Jakarta 29\/9\/2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Ditambahkannya, seperti Presiden Soekarno mengatakan pangan itu hidup dan mati, itulah yang terjadi dalam perang Ukraina Rusia. Indonesia semakin tergantung dalam pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dilihat dalam keadaan global warming sekarang, jika negara yang ekspor tidak mau lagi kirim , bagaimana dengan Indonesia, tanyanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia tidak boleh terjajah oleh makan import agar tidak terjadi krisis pangan, pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tidak boleh ada kemiskinan dalam buminya Indonesia merdeka&#8221;, tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perspektif ideologis dapat dirancang membuat Indonesia tidak tergantung pada import Kedelai, daging, dll. Indonesia kaya raya sehingga bisa memenuhi sendiri, jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menempatkan petani dan nelayan sebagai sentral kebijakan maka dalam rakernas ini mereka kita hadirkan, ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebijakan nasional harus berdaulat pangan, berdiri diatas kaki sendiri. Apakah bisa? Sangat Bisa, tegas Ketum PDIP Megawati.<\/p>\n\n\n\n<p>Seluruh design politik nasional harus petani dan nelayan yang menjadi sentral kebijakan. Petani nelayan soko guru, ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari sejahterakan petani dan nelayan. PDIP Perjuangan tidak akan pernah menyerah untuk kedaulatan pangan dan PDIP akan memenangkan pemilu legislatif dan memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden, tegas Megawati.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal senada disampaikan Capres Ganjar Pranowo. Menurutnya rakernas kali ini sangat luar biasa karena pilihan tema Kedaulatan Pangan Untuk Kesejahteraan Rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada 1 kata yang semakin kita kuat adalah Swasembada untuk bahan pokok untuk rakyat kita sendiri, ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Penting hadirnya negara untuk petani dan nelayan agar berdiri diatas kaki sendiri&#8221;, ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mensejahterakan untuk wong cilik ialah pangan. Indonesia semakin berdikari dan berdaulat dalam pangan, tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Politik pangan sangat penting dan berimplikasi pada kesehatan dimana kita harus memberikan asupan gizi yang cukup, jelas Ganjar Pranowo.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mendukung petani dan nelayan maka Indonesia dapat berdikari dalam pangan, tegasnya<\/p>\n\n\n\n<p>Kita harus memastikan bibit, pupuk, sarana dan prasarana dapat terpenuhi, pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kunci dasar adalah harus Satu Data sebagai sumber untuk kebijakan dalam politik pangan Indonesia, katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan pangan dapat menjadi supremasi Indonesia didunia internasional&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16551,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-16548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16548"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16552,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16548\/revisions\/16552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16548"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=16548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}