{"id":1673,"date":"2022-01-19T08:46:25","date_gmt":"2022-01-19T08:46:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=1673"},"modified":"2022-01-19T08:46:30","modified_gmt":"2022-01-19T08:46:30","slug":"ini-motif-pelaku-pengeroyokan-anggota-tni-ad-hingga-tewas-di-jakut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2022\/01\/19\/ini-motif-pelaku-pengeroyokan-anggota-tni-ad-hingga-tewas-di-jakut\/","title":{"rendered":"Ini Motif Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakut"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan motif pengeroyokan yang menewaskan satu anggota TNI AD di Jakarta Utara pada Minggu (16\/1\/2022) lalu adalah salah paham.<\/p>\n\n\n\n<p>Tubagus memastikan antara para pelaku dan korban bernama Sahdi (23), tidak memiliki masalah personal.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ada kesalahpahaman karena antara anggota prajurit TNI yang saat ini jadi korban dengan para pelaku tidak pernah ada permasalahan sebelumnya,&#8221; katanya dalam keterangan pers, Rabu (19\/1\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Tubagus menambahkan, pelaku pengeroyokan terhadap Sahdi berjumlah delapan orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari delapan pelaku tersebut, empat di antaranya sudah ditangkap. Sedangkan empat lainnya masih buron.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kemudian masih ada yang belum tertangkap. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka. Statusnya adalah masuk ke DPO (daftar pencarian orang),&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Keempat pelaku yang buron yakni Baharuddin, Sapri, Ardi, dan satu lain yang tak disebutkan namanya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Atas nama Baharuddin, dialah yang diduga kuat melakukan aksi penusukan terhadap korban,&#8221; kata Tubagus.<\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa pengeroyokan terhadap Sahdi terjadi pada Minggu dini hari. Korban tewas setelah ditusuk oleh pelaku dalam aksi baku hantam.<\/p>\n\n\n\n<p>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, kejadian bermula ketika empat pelaku datang dengan berboncengan dua sepeda motor ke lokasi kejadian.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Pelaku turun dan mendatangi para saksi satu per satu menanyakan &#8216;apakah kamu orang Kupang&#8217;, kemudian saksi menjawab bukan,&#8221; ujar Zulpan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, kata Zulpan, pelaku pun bertanya kepada Sahdi. Namun, korban tak menjawab pertanyaan pelaku sampai akhirnya terjadi cekcok.<\/p>\n\n\n\n<p>Para pelaku lalu mengeroyok korban dengan mencekik dan menyerangnya menggunakan senjata tajam hingga Sahdi tersungkur dan tewas.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Satu pelaku mencekik leher korban sambil memegang tangannya,&#8221; ungkap Zulpan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kemudian salah satu pelaku menusuk korban menggunakan senjata tajam sebanyak dua kali hingga korban tersungkur,&#8221; tutur dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, kata Zulpan, pelaku menyerang dua warga sipil yang berusaha melerai pengeroyokan.<\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, satu orang mengalami luka di dada sebelah kanan dan punggung. Sedangkan satu orang lainnya terluka di bagian tangan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Korban lain luka di bagian jari manis sebelah kanan,&#8221; kata Zulpan.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1674,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[524,526,525,89],"newstopic":[],"class_list":["post-1673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminal","tag-ad","tag-jakarta-utara","tag-penusukan","tag-tni"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1673"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1673\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1675,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1673\/revisions\/1675"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1673"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}