{"id":17046,"date":"2023-10-08T02:33:45","date_gmt":"2023-10-08T02:33:45","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=17046"},"modified":"2023-10-08T02:33:45","modified_gmt":"2023-10-08T02:33:45","slug":"ganjar-siapkan-strategi-dorong-umkm-hadapi-persaingan-online-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/10\/08\/ganjar-siapkan-strategi-dorong-umkm-hadapi-persaingan-online-marketing\/","title":{"rendered":"Ganjar Siapkan Strategi Dorong UMKM Hadapi Persaingan Online Marketing"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta \u2013 Hadapi persaingan online marketing, calon presiden Ganjar Pranowo menyiapkan berbagai macam strategi untuk mendorong produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar terus berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Ganjar Pranowo menanggapi persoalan yang sedang gencar yakni mengenai persaingan online dan barang import yang melanda masyarakat khususnya para pedagang UMKM.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, pemerintah RI memiliki peran yang sangat penting untuk memfasilitasi para pedagang agar bisa menembus pasar dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIya sebenarnya kita juga mengonlinekan mereka. Memfasilitasi mereka agar bisa masuk pasar dunia. Peran pemerintah jadi begitu penting,\u201d respon Ganjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan meningkatkan proteksi kepada UMKM, diharapkan Indonesia nantinya bisa tetap bersaing dengan penjual barang online, bahkan barang-barang import dari luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi yang menjadi langkah utama untuk bisa bersaing yakni dengan membuat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh para UMKM agar produk mereka bisa menembus pasar internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita dorong, kita proteksi, kemudian HaKI-nya kita proteksi juga, sehingga ini bisa laku dan kalau sudah mendunia ya kita harus masuk pasar dunia, jangan kemudian kita jadi pemain lokal terus. Kita serbu!,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya itu saja, Ganjar juga mencontohkan salah satu langkah yang pernah ia lakukan semasa menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita pernah mengirim ke Prancis, sudah dua kali ya. Terus ke Osaka pernah. Kita kenalkan. Kita gempur mereka dengan produk-produk kita. Mereka sangat suka sehingga kita harus berani bersaing soal itu. Kita memberikan fasilitas dan proteksi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga mengakui bahwa memang kualitas UMKM Indonesia yang tampil di Pameran Inacraft memiliki peningkatan kualitas di setiap tahunnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMakanya saya seneng banget melihat berbagai UMKM dan karya semua tampil di sini keliatan betul bahwa mereka rata-rata seperti semua sudah dikurasi,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDari waktu ke waktu selalu ada saja, memunculkan sesuatu yang menakjubkan karena memunculkan desain yang baru terus kemudian bentuk-bentuk baru, inovasi seperti yang di belakang&nbsp;ini,\u201d&nbsp;tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, kehadiran Ganjar di Pameran Inacraft menjadi rebutan bagi para pedagang untuk mengenalkan produknya dan berkontribusi telah memajukan UMKM Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTerima kasih banyak Pak Ganjar, terima kasih telah memajukan UMKM Indonesia,\u201d ujar Syanaz salah satu UMKM di Pameran Inacraft.<\/p>\n\n\n\n<p>Di samping itu, Ganjar dengan Siti Atiqoh istrinya tertarik salah satu produk UMKM yakni outer batik perpaduan motif khas dua daerah yakni Kalimantan dan Jawa Tengah. \u201cJadi memang kita berkolaborasi dengan daerah Jawa Tengah. Kalau yang dipakai Pak Ganjar itu namanya perpaduan antara ecoprint dengan tenun. Motifnya perpaduan unsur dayak. Kalau yang ibu, itu Sasirangan dengan tenun. Jadi ada 2 versi tadi,\u201d ujar Gusti pemilik produk.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Hadapi persaingan online marketing, calon presiden Ganjar Pranowo menyiapkan berbagai macam strategi untuk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16287,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17046","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17046"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17046\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17047,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17046\/revisions\/17047"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17046"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}