{"id":17281,"date":"2023-10-12T05:07:43","date_gmt":"2023-10-12T05:07:43","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=17281"},"modified":"2023-10-12T05:07:43","modified_gmt":"2023-10-12T05:07:43","slug":"komunikolog-sebut-ganjar-mampu-terapkan-kebijakan-internasional-untuk-menolak-penjajahan-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/10\/12\/komunikolog-sebut-ganjar-mampu-terapkan-kebijakan-internasional-untuk-menolak-penjajahan-di-dunia\/","title":{"rendered":"Komunikolog Sebut Ganjar Mampu Terapkan Kebijakan Internasional untuk Menolak Penjajahan di Dunia"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2014 Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing menilai bahwa sosok Ganjar Pranowo merupakan pemimpin yang berani mengambil kebijakan luar negeri untuk menolak penjajahan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenurut hemat saya, kandidat Bacawapres 2024 yang punya sikap dan keberanian membuat kebijakan luar negeri Indonesia terkait hubungan internasional untuk menjaga dan mewujudkan perdamaian dunia, ada pada sosok Ganjar Pranowo,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlebih, Capres PDI Perjuangan itu juga memiliki kepemimpinan pluralis sehingga memungkinkan dirinya mengambil kebijakan anti penjajahan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGanjar Pranowo memiliki kepemimpinan pluralis sehingga menjadi modal sosial dan politik baginya untuk mengambil kebijakan luar negeri kita yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi,\u201d tambah Emrus.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana sikap yang dimiliki oleh Ganjar tersebut menurut Komunikolog Indonesia itu adalah sangat sesuai dengan konstitusi negara, yakni terus menjaga perdamaian dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIndonesia sangat jelas posisinya&nbsp; sesuai dengan konstitusi yaitu menjaga perdamaian dunia dan berperan menghapus segala bentuk penjajahan di muka bumi,\u201d terang Emrus.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, Emrus Sihombing sendiri sempat menyinggung mengenai bagaimana adanya konflik yang terjadi antara Palestina dengan Israel.<\/p>\n\n\n\n<p>Baginya, salah satu cara yang mampu segera menyudahi adanya konflik tersebut adalah diperlukan adanya negara pihak ketika yang mampu berperan aktif menjaga perdamaian dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Peranan tersebut memang sudah dimiliki oleh Tanah Air, sebagaimana termaktub dalam konstitusi yang dirumuskan pada masa kemerdekaan oleh para pendiri bangsa terdahulu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetiap negara di luar Israel dan Palestina berperan aktif menjaga perdamaian di muka bumi, sebagaimana diperankan oleh negara Indonesia,\u201d tutur Emrus.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk bisa memberikan kesempatan dari negara pihak ketiga dalam penyelesaian konflik itu, maka hal yang harus terwujud terlebih dahulu adalah rasa kebersamaan sebagai negara tetangga.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga, bahkan sebenarnya kedua negara tersebut sendiri, yakni Israel dan Palestina itu dulunya pernah memiliki relasi yang baik, maka alangkah baiknya keduanya mampu kembali melihat relasinya sebagai bahan evaluasi untuk mewujudkan masa depan yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk itu, memandang sejarah hubungan kedua negara sebagai catatan masa lalu, bahan evaluasi dan pijakan untuk memperbaiki relasi masa kini dan ke masa depan,\u201d jelas Komunikolog itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Diperlukan sosok pemimpin masa depan bangsa yang terus mampu mengawal keberlakuan konstitusi dalam hal menjunjung perdamaian dunia dan memberantas penjajahan di atas muka bumi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sudah sangat jelas bahwa sosok Ganjar Pranowo merupakan pemimpin yang mampu melakukan hal tersebut dengan keberanian yang dia miliki.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing menilai bahwa sosok Ganjar Pranowo merupakan pemimpin yang berani&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14919,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17281","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17281"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17281\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17282,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17281\/revisions\/17282"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14919"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17281"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}