{"id":17357,"date":"2023-10-16T05:21:36","date_gmt":"2023-10-16T05:21:36","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=17357"},"modified":"2023-10-16T05:21:37","modified_gmt":"2023-10-16T05:21:37","slug":"pemerintah-pastikan-implementasi-uu-cipta-kerja-datangkan-dampak-positif-bagi-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/10\/16\/pemerintah-pastikan-implementasi-uu-cipta-kerja-datangkan-dampak-positif-bagi-rakyat\/","title":{"rendered":"Pemerintah Pastikan Implementasi UU Cipta Kerja Datangkan Dampak Positif bagi Rakyat"},"content":{"rendered":"\n<p>Pemerintah&nbsp;RI&nbsp;memastikan&nbsp;bahwa&nbsp;pengimplementasianUU&nbsp;Cipta&nbsp;Kerja&nbsp;akan&nbsp;mampu&nbsp;mendatangkan dampak yang sangat positif dan nyata bagi seluruh rakyat di Indonesia,&nbsp;utamanya&nbsp;adalah&nbsp;pada&nbsp;mereka&nbsp;para&nbsp;pegiatekonomi&nbsp;hingga&nbsp;UMKM.<\/p>\n\n\n\n<p>Wakil&nbsp;ketua&nbsp;III&nbsp;Satuan&nbsp;Tugas (Satgas)&nbsp;Undang-UndangCipta&nbsp;Kerja&nbsp;(UUCK),&nbsp;Raden&nbsp;Pardede&nbsp;menyampaikanbahwa&nbsp;memang&nbsp;banyak&nbsp;sekali ragam tantangan yang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Hal tersebut masih&nbsp;berkaitan&nbsp;dengan&nbsp;upaya&nbsp;pemulihan&nbsp;pasca&nbsp;terjadinyapandemi&nbsp;COVID-19 dan juga adanya beragam&nbsp;tantangan&nbsp;global&nbsp;yang&nbsp;menjadikan&nbsp;ketidakstabilan&nbsp;duniabelakangan&nbsp;ini.<a><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Tidak&nbsp;bisa&nbsp;dipungkiri&nbsp;bahwa&nbsp;masih terdapat&nbsp;sejumlahmasalah&nbsp;global&nbsp;seperti&nbsp;adanya&nbsp;inflasi,&nbsp;ketidakstabilanpasokan&nbsp;dan&nbsp;juga&nbsp;terjadinya&nbsp;konflik&nbsp;geopolitik&nbsp;yang&nbsp;sekain&nbsp;turut&nbsp;memberikan&nbsp;tekanan&nbsp;sangat&nbsp;besar pada bagaimana sistem ekonomi serta sosial berlangsung. Bahkan, di tengah keadaan yang serba tidak pasti itu, masih ditambah pula dengan terjadinya perubahan iklim sehingga perlu menjadi perhatian yang serius dari semua pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka&nbsp;dari&nbsp;itu,&nbsp;Pemerintah&nbsp;Republik Indonesia (RI) memandang bahwa seluruh tantangan yang sedang dihadapi dan ada di depan mata tersebut sebagai sebuah panggilan untuk tetap bergerak maju dalam penciptaan lapangan kerja yang semakin produktif. Tujuannya adalah untuk bisa mencapai adanya pertumbuhan ekonomi hingga di atas 6 persen dan mampu meningkatkan pendapatan per kapita. Seluruh hal tersebut tentunya menjadi tantangan yang sangat nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehingga,&nbsp;jelas&nbsp;sekali&nbsp;bahwa&nbsp;sangat perlu adanya&nbsp;implementasi&nbsp;pada&nbsp;Undang-Undang&nbsp;Cipta&nbsp;Kerja&nbsp;(UU&nbsp;Ciptaker), yang mana&nbsp;dengan&nbsp;pengimplementasian&nbsp;haltersebut&nbsp;diharapkan&nbsp;mampu&nbsp;semakin&nbsp;merangsangadanya ekonomi dengan mengurangi hambatan regulasi dan juga birokrasi sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski&nbsp;begitu,&nbsp;pihak&nbsp;pemerintah&nbsp;sendiri mengamini bahwa evaluasi harus terus menerus dilakukan untuk&nbsp;semakin&nbsp;memastikan&nbsp;bagaimana&nbsp;dampak&nbsp;positif&nbsp;darikeberlakuan&nbsp;Undang-Undang&nbsp;(UU)&nbsp;itu&nbsp;dan&nbsp;juga adanya penyesuaian pada beberapa&nbsp;hal yang sangat diperlukan. Sehingga dengan adanya evaluasi secara berkala, maka jelas akan semakin memastikan masyarakat mampu menerima segala dampak manfaat baik dari pengesahan aturan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara&nbsp;itu,&nbsp;Ketua&nbsp;Kelompok&nbsp;Kerja&nbsp;(Pokja) Monitoring&nbsp;dan&nbsp;Evaluasi&nbsp;(Monev)&nbsp;Satgas&nbsp;PercepatanSosialisasi&nbsp;UU&nbsp;Ciptaker, Eddy&nbsp;Priyono&nbsp;mengungkapkanbahwa&nbsp;seluruh&nbsp;pihak dari kementerian hingga lembaga terkait memang perlu untuk semakin mengakselerasi akan pelaksanaan dari UUCK dan juga bagaimana aturan pelaksanaannya, sedangkan untuk rencana tindak lanjut juga akan secara bersama disusun sehingga selanjutnya secara formal akan disampaikan kepada seluruh pihak terkait.<\/p>\n\n\n\n<p>Di&nbsp;sisi&nbsp;lain,&nbsp;Ketua&nbsp;Pokja&nbsp;Koordinasi&nbsp;Data&nbsp;dan&nbsp;InformasiSatgas Percepatan&nbsp;Sosialisasi&nbsp;UUCK, I&nbsp;Ketut&nbsp;HadiPriyatna&nbsp;mengatakan&nbsp;bahwa&nbsp;dengan&nbsp;disahkannyaUndang-Undang&nbsp;(UU) Nomor 6 Tahun 2023 tentang&nbsp;Penepatan&nbsp;Peraturan&nbsp;Pemerintah&nbsp;Pengganti&nbsp;Undang-Undang&nbsp;(Perppu)&nbsp;Cipta&nbsp;Kerja&nbsp;menjadi&nbsp;UU,&nbsp;makamemiliki arti bahwa memang pemerintah sendiri telah sangat memenuhi akan amanat dari Putusan pihak Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor&nbsp;91\/PUU-XVII\/2020 yaitu Pemerintah harus melakukan perbaikan pada UU Cipta Kerja dalam kurun waktu dua tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak&nbsp;bisa&nbsp;dipungkiri&nbsp;lagi&nbsp;bahwa memang semenjak adanya pengesahan UU Cipta Kerja tersebut, maka banyak sekali pihak yang menilai&nbsp;bahwa seperangkat aturan itu memang telah mampu memberikan serangkaian dampak yang sangat positif dan juga cukup signifikan pada bagaimana peningkatan investasi yang berada di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya&nbsp;peningkatan&nbsp;akan&nbsp;aktivitas&nbsp;penanaman modal di Indonesia&nbsp;tersebut&nbsp;bagkan&nbsp;tercermin&nbsp;dalam&nbsp;laporanInstitute for Management Development World Competitiveness Yearbook 2023, yang mana menurut laporan itu, bangsa ini telah berhasil menempati peringkat 34 dari total sebanyak 64 negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenai&nbsp;hal&nbsp;tersebut,&nbsp;Pengamat&nbsp;Bisnis&nbsp;NindyoPramono&nbsp;mengayakan&nbsp;bahwa&nbsp;para investor atau penanam modal memang memberikan respon yang sangat positif terhadap bagaimana upaya yang dilakukan oleh Pemerintah RI untuk melakukan reformasi struktural yang diwujudkan melalui pengesahan UU Cipta Kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana&nbsp;laporan&nbsp;hasil&nbsp;analisis&nbsp;dari Bank Dunia yang&nbsp;tercantum&nbsp;ke&nbsp;dalam&nbsp;publikasi&nbsp;Indonesia Economic&nbsp;Porspect&nbsp;(IEP)&nbsp;pada&nbsp;bulan&nbsp;Desember&nbsp;tahun&nbsp;2022&nbsp;lalu,&nbsp;Undang-Undang&nbsp;Ciptaker&nbsp;itu&nbsp;telah&nbsp;memberikan&nbsp;banyakdampak&nbsp;yang sangat positif&nbsp;terhadap adanya peningkatan akan Penanaman Modal Asing (PMA). Sehingga total realisasi PMA mampu meningkat hingga sebesar rata-rata 29,4 persen dalam lima triwulan setelah diberlakukannya UU Cipta Kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya,&nbsp;ada&nbsp;pula&nbsp;reformasi&nbsp;struktural&nbsp;melalui&nbsp;UU&nbsp;Ciptaker&nbsp;yang&nbsp;juga&nbsp;turut&nbsp;berhasil&nbsp;dalam&nbsp;mengurangihambatan akan perdagangan dan investasi di Tanah Air. Selain itu, dampak sangat positif juga dirasakan oleh para pelaku pada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang juga menjadi pondasi akan ekonomi nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>UU&nbsp;Cipta&nbsp;Kerja&nbsp;ternyata&nbsp;memang terbukti secara nyata mampu mendatangkan banyak sekali dampak yang sangat positif kepada seluruh masyarakat di Indonesia dari berbagai kalangan elemen, utamanya para pelaku di dunia ekonomi. Terlebih, Pemerintah RI sendiri juga sudah berusaha dan berupaya dalam memastikan agar kebijakan tersebut mampu diimplementasikan dengan baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah&nbsp;RI&nbsp;memastikan&nbsp;bahwa&nbsp;pengimplementasianUU&nbsp;Cipta&nbsp;Kerja&nbsp;akan&nbsp;mampu&nbsp;mendatangkan dampak yang sangat positif dan nyata bagi seluruh rakyat di Indonesia,&nbsp;utamanya&nbsp;adalah&nbsp;pada&nbsp;mereka&nbsp;para&nbsp;pegiatekonomi&nbsp;hingga&nbsp;UMKM. Wakil&nbsp;ketua&nbsp;III&nbsp;Satuan&nbsp;Tugas (Satgas)&nbsp;Undang-UndangCipta&nbsp;Kerja&nbsp;(UUCK),&nbsp;Raden&nbsp;Pardede&nbsp;menyampaikanbahwa&nbsp;memang&nbsp;banyak&nbsp;sekali ragam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14696,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17357"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17358,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17357\/revisions\/17358"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17357"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}