{"id":17388,"date":"2023-10-16T14:14:07","date_gmt":"2023-10-16T14:14:07","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=17388"},"modified":"2023-10-16T14:14:07","modified_gmt":"2023-10-16T14:14:07","slug":"bolehkan-kepala-daerah-maju-pilpres-pakar-hukum-ingatkan-mk-soal-etika-demokrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/10\/16\/bolehkan-kepala-daerah-maju-pilpres-pakar-hukum-ingatkan-mk-soal-etika-demokrasi\/","title":{"rendered":"Bolehkan Kepala Daerah Maju Pilpres, Pakar Hukum Ingatkan MK Soal Etika Demokrasi"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta &#8211; Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja memutuskan soal batasan usia capres cawapres.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam putusan yang dibacakan pada Senin (16\/10), lembaga itu menolak gugatan soal batas usia Capres Cawapres diturunkan dari 40 tahun menjadi 35 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara dalam putusan lainnya, MK membolehkan kepala daerah yang belum berusia 40 tahun maju Capres Cawapres.<\/p>\n\n\n\n<p>Putusan lembaga tersebut dinilai sejumlah pihak sarat kepentingan politis dan memiliki tujuan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, Direktur Lingkar Madani\/LIMA Indonesia, Ray Rangkuti, menyoroti upaya-upaya untuk mempertahankan kekuasaan dengan berbagai cara yang kontroversial.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jelas sekali terdapat upaya untuk mempertahankan kekuasaan melalui berbagai isu kontroversial, seperti penundaan Pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.&#8221; jelasnya dalam sebuah diskusi yang digelar PARA Syndicate.<\/p>\n\n\n\n<p>Ray menegaskan bahwa langkah-langkah semacam ini tidak sejalan dengan konstitusi dan prinsip etika demokrasi. Ia juga menyoroti bahwa mayoritas masyarakat Indonesia menentang tindakan-tindakan semacam ini.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Langkah-langkah semacam ini jelas melanggar prinsip-prinsip demokrasi yang sehat dan tidak sejalan dengan semangat persaingan yang adil dalam pemilihan.&#8221; tambahnya<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Lingkar Madani tersebut mendesak Anwar Usman untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) guna melindungi MK dari benturan kepentingan yang dapat merusak integritas lembaga hukum tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ini perlu dilakukan terutama sebelum menghadapi gugatan batas usia Capres-Cawapres yang memiliki dampak penting pada keadilan dan integritas lembaga tersebut.&#8221; Imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Senada, Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo, membahas implikasi besar dari penggunaan anak sebagai alat untuk mengamankan posisi ayahnya dalam politik.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Menggunakan anak sebagai alat politik mungkin memiliki implikasi besar, terutama dalam konteks perpecahan politik di antara Jokowi, PDIP, dan Ganjar.&#8221; Ujar<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini mencerminkan adanya taktik politik yang mengabaikan prinsip-prinsip keadilan dan persaingan politik yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga menyoroti pentingnya masyarakat mampu membedakan antara wajah politik yang asli dan yang palsu dalam pilihan politik Prabowo dan Gibran.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia menambahkan dalam era politik yang sarat dengan narasi dan retorika, kemampuan untuk melihat melampaui citra politik yang dibangun secara sengaja adalah kunci untuk mengambil keputusan politik yang bijak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja memutuskan soal batasan usia capres cawapres. Dalam putusan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17377,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17388"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17389,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17388\/revisions\/17389"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17388"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}