{"id":17815,"date":"2023-10-23T04:41:59","date_gmt":"2023-10-23T04:41:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=17815"},"modified":"2023-10-23T04:42:00","modified_gmt":"2023-10-23T04:42:00","slug":"pdi-perjuangan-targetkan-kemenangan-ganjar-mahfud-di-jatim-melebihi-60-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/10\/23\/pdi-perjuangan-targetkan-kemenangan-ganjar-mahfud-di-jatim-melebihi-60-persen\/","title":{"rendered":"PDI Perjuangan Targetkan Kemenangan Ganjar-Mahfud di Jatim Melebihi 60 Persen"},"content":{"rendered":"\n<p>SURABAYA \u2014 PDI Perjuangan menargetkan kemenangan dari pasangan duet yang mereka usung, yakni Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Provinsi Jawa Timur (Jatim) mampu melebihi hingga 60 persen.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua DPP PDIP, Puan Maharani yang menginstruksikan seluruh relawan Jatim untuk semakin merapatkan barisan mereka dalam memenangkan pasangan Capres dan Cawapres itu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami harus semangat memenangkan Ganjar-Mahfud,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya kekompakan saja, melainkan menurutnya seluruh relawan di Jawa Timur harus bisa meminggirkan rasa pesimistis dalam menyosialisasikan pasangan yang diusung tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami meyakini apa yang kami dukung, bantu, dan memperjuangkan, itu untuk masa depan Indonesia ke depannya,&#8221; ucap Puan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama, Relawan Jokowi Jatim mengaku bahwa mereka sangat kecewa karena justru Gibran menerima untuk dicalonkan oleh Partai Golkar sebagai Cawapres dari Prabowo.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengungkapkan rasa kekecewaan itu, mereka kemudian mencopot baju Jokowi dan menggantinya dengan baju Relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Dewan Pengelola Daerah (DPD) Rumah Jokowi Jatim, Heru Purnomo bahkan menyebutkan bahwa sosok Jokowi sendiri merupakan masa lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya lantas mencopot dan mengganti bajunya menjadi&nbsp; bertuliskan Progo (Pro Ganjar Pranowo).<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Jokowi adalah masa lalu, Ganjar masa depan,&#8221; teriak Heru.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia kemudian mengucapkan bahwa Rumah Jokowi Jawa Timur yang dipimpinnya kini sudah roboh lantaran sangat kecewa dengan adanya langkah Gibran sebagai anak Joko Widodo yang menerima pencalonan Golkar.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami kecewa dengan Rumah Jokowi, sekarang sudah roboh. Kami tidak bicara Rumah Jokowi lagi tapi kami bicara tentang for Ganjar,&#8221; kata Heru.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu sebelumnya, setelah resmi mendaftar di KPU RI, pasangan Capres dan Cawapres Ganjar-Mahfud membuat seluruh partai politik pengusung mereka semakin optimis.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satunya datang dari PPP Jawa Timur yang sangat yakin bahwa pasangan duet itu akan bisa menang besar di Jatim pada pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakan bahwa suara dari para santri dan juga warga Nahdlatul Ulama (NU) atau yang biasa dikenal dengan Nahdliyin yang mendominasi Jatim jelas akan bisa mengalir kepada Ganjar-Mahfud.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua DPW PPP Jawa Timur, Mujahid Anshori menilai bahwa duet tersebut merupakan pasangan yang pas dan serasi, serta bisa saling melengkapi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, Mahfud MD dinilai merupakan sosok yang lengkap, mulai dari bagaimana intelektualnya, sosoknya akademisi, merupakan penegak hukum dan juga seorang santri yang berani dan bernyali.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa, ibaratnya beliau itu seperti peluru tajam yang bisa membuat lawan porak poranda,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita semua tahu sepak terjangnya, mulai dari sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi hingga sampai sekarang sebagai Menkopolhukum dikenal berani dan bernyali. Itu yang tidak dimiliki yang lain,\u201d ungkap Mujahid.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURABAYA \u2014 PDI Perjuangan menargetkan kemenangan dari pasangan duet yang mereka usung, yakni Ganjar Pranowo&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17797,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17815","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17815"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17815\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17816,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17815\/revisions\/17816"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17797"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17815"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17815"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}