{"id":18679,"date":"2023-12-23T05:03:52","date_gmt":"2023-12-23T05:03:52","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=18679"},"modified":"2023-12-23T05:03:53","modified_gmt":"2023-12-23T05:03:53","slug":"utamakan-keselamatan-masyarakat-papua-apkamkedepankan-negosiasi-dengan-kst","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/12\/23\/utamakan-keselamatan-masyarakat-papua-apkamkedepankan-negosiasi-dengan-kst\/","title":{"rendered":"Utamakan\u00a0Keselamatan\u00a0Masyarakat\u00a0Papua,\u00a0ApkamKedepankan\u00a0Negosiasi\u00a0dengan\u00a0KST"},"content":{"rendered":"\n<p>Aparat keamanan&nbsp;terus&nbsp;mengedepankan pendekatan secara dialogis atau menjalin negosiasi dengan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua, yang mana hal tersebut bertujuan untuk terus memperhatikan&nbsp;keamanan&nbsp;serta&nbsp;keselamatan&nbsp;seluruh&nbsp;masyarakat&nbsp;di Bumi&nbsp;Cenderawasih.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski begitu, namun nyatanya karena sangat keras kepalanya gerombolan separatis tersebut, maka hingga saat ini pun pilot dari maskapai penerbangan Susi Air berkebangsaan Selandia Baru yang mereka sandera itu pun masih&nbsp;tidak kunjung segera dibebaskan padahal sudah selama sepuluh bulan mereka menyandera sang Kapten Pilot.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, bukan berarti&nbsp;pihak&nbsp;pemerintah dan&nbsp;aparat&nbsp;keamanan&nbsp;sendiri&nbsp;menyerah&nbsp;atau&nbsp;putus&nbsp;harapan. Pasalnya, seluruh pihak sampai saat ini pun terus melakukan pemantauan terkait&nbsp;kondisi&nbsp;terbaru yang dialami oleh sang pilot,&nbsp;dimana&nbsp;dilaporkan&nbsp;bahwa&nbsp;pilot&nbsp;tersebut&nbsp;dalam&nbsp;kondisi&nbsp;yang&nbsp;sehat&nbsp;dan baik-baik saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Berangkat&nbsp;dari&nbsp;adanya&nbsp;fakta&nbsp;tersebut,&nbsp;PanglimaDaerah&nbsp;Militer&nbsp;(Pangdam) XVII&nbsp;Cenderawasih, Mayor Jenderal (Mayjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Izak&nbsp;Pangemanan&nbsp;angkat&nbsp;bicara,&nbsp;bahwa&nbsp;seluruh&nbsp;prajuritaparat&nbsp;keamanan dari personel gabungan termasuk dari&nbsp;jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak akan pernah menggunakan kekuatan militer atau agresi dalam upayanya membebaskan dan menyelamatkan Pilot Susi Air dari KST Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Justru, yang dilakukan oleh aparat keamanan dari personel jajaran pasukan gabungan selama ini adalah terus mengedepankan&nbsp;kegiatan ataupun langkah strategis berupaya menggencarkan&nbsp;operasi teritorial untuk meningkatkan kepercayaan&nbsp;seluruh masyarakat kepada jajaran TNI dan Polri.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan sangat tegas, Pangdam XVII Cenderawasih tersebut mengungkapkan&nbsp;bahwa&nbsp;kondisiPilot&nbsp;bernama&nbsp;Philip Mark Mehrtens&nbsp;itu&nbsp;masih&nbsp;dalamkeadaan&nbsp;sehat&nbsp;meski&nbsp;dirinya&nbsp;agak&nbsp;kurus dari sebelumnya.&nbsp;Diungkapkannya pula bahwa pihak aparat keamanan sama sekali tidak akan mengerahkan pasukan dalam rangka membebaskan sang pilot.<\/p>\n\n\n\n<p>Alih-alih mengerahkan sejumlah pasukan dengan agresi kekuatan tempur, namun justru pihak TNI dan Polri akan tetap pada upaya mereka yang telah ditempuh selama ini, yakni dengan mengedepankan strategi secara dialogis atau negosiasi untuk bisa menyelamatkan Kapten Pilot berkebangsaan Selandia Baru itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya negosiasi yang dilakukan selama ini oleh jajaran personel gabungan dari aparat keamanan dengan pihak KST Papua sendiri adalah hanya dalam rangka satu tujuan saja, yakni untuk membebaskan Pilot Susi Air&nbsp;secepatnya&nbsp;dari&nbsp;tangan&nbsp;gerombolan&nbsp;pimpinanEgianus&nbsp;Kogoya.<\/p>\n\n\n\n<p>Alasan mengapa aparat keamanan dari personel jajaran gabungan tersebut tidak melakukan cara operasi militer dalam pendekatannya untuk membebaskan sang pilot&nbsp;adalah&nbsp;karena&nbsp;pihak&nbsp;aparat&nbsp;keamanan&nbsp;tidakmenginginkan adanya dampak berkepanjangan di belakang lantaran beragam operasi yang dilakukan itu. Justru satu hal yang sangat&nbsp;diinginkan,&nbsp;adalah&nbsp;seluruhmasyarakat&nbsp;bisa&nbsp;hidup&nbsp;dengan&nbsp;aman,&nbsp;tentram&nbsp;sertadamai.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya menggunakan pendekatan secara dialogis atau negosiasi dari satu pihak saja,&nbsp;aparatkeamanan dan pemerintah juga telah menggandeng&nbsp;berbagai&nbsp;pihak&nbsp;lain&nbsp;terkait&nbsp;upaya&nbsp;memperlancarnegosiasi&nbsp;tersebut,&nbsp;yakni&nbsp;peranan&nbsp;para&nbsp;tokoh&nbsp;agama,&nbsp;tokoh&nbsp;masyarakat hingga tokoh adat setempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu,&nbsp;Ketua&nbsp;Komisi&nbsp;Nasional Hak&nbsp;AsasiManusia (Komnas&nbsp;HAM)&nbsp;Perwakilan&nbsp;Papua, Frits&nbsp;Ramandey&nbsp;juga&nbsp;meminta&nbsp;Egianus&nbsp;Kogoya&nbsp;agar&nbsp;sesegera&nbsp;mungkin&nbsp;membebaskan&nbsp;pilot yang mereka sandera itu.&nbsp;Tentunya alangkah baiknya, sang pilot bisa dibebaskan sebelum&nbsp;perayaan&nbsp;Hari Raya Natal&nbsp;2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, pada bulan&nbsp;Desember&nbsp;sepertisekarang&nbsp;ini&nbsp;adalah&nbsp;merupakan&nbsp;sebuan&nbsp;momentum paling&nbsp;baik&nbsp;untuk&nbsp;bisa&nbsp;sesegera&nbsp;mungkin membebaskan sang pilot.&nbsp;Negosiasi pun sampai detik ini masih terus dilakukan dan diupayakan,&nbsp;namun&nbsp;justru&nbsp;hasil&nbsp;akhir&nbsp;dan&nbsp;respon&nbsp;atas&nbsp;upaya&nbsp;negosiasi&nbsp;yang&nbsp;digencarkan&nbsp;oleh&nbsp;pemerintah&nbsp;serta&nbsp;aparat keamanan tersebut masih saja terus ditarik ulur oleh pihak KST Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai informasi, bahwa pilot berkebangsaan Selandia Baru itu&nbsp;telah&nbsp;disandera oleh gerombolan makar yang bertentangan&nbsp;dengan&nbsp;ideologi&nbsp;negara&nbsp;sejak7&nbsp;Februari&nbsp;2023&nbsp;lalu.&nbsp;Dirinya&nbsp;disandera&nbsp;setelahmendaratkan&nbsp;pesawat&nbsp;yang&nbsp;dikemudikannya&nbsp;secarasempurna&nbsp;di Bandar Udara (Bandara) Paro,&nbsp;KabupatenNduga,&nbsp;Provinsi&nbsp;Papua&nbsp;Pegunungan.&nbsp;Sejak hari itu sampai saat ini, sang pilot tersebut&nbsp;masih&nbsp;disandera oleh KST Papua&nbsp;pimpinan&nbsp;Egianus&nbsp;Kogoya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak berarti pula meski terus menggunakan pendekatan yang halus dan menjunjung tinggi&nbsp;humanisme,&nbsp;namun&nbsp;hal&nbsp;tersebut&nbsp;tidak&nbsp;bisa&nbsp;diartikanbahwa&nbsp;seolah-olah&nbsp;kekuatan&nbsp;tempur&nbsp;dari aparat keamanan tidak cukup kuat untuk mengalahkan dan bahkan mampu memberantas KST Papua. Namun, karena memperhatikan adanya&nbsp;aspek&nbsp;keselamatan&nbsp;darimasyarakat&nbsp;masyarakat&nbsp;sipil&nbsp;asli&nbsp;Papua&nbsp;itu&nbsp;sendiri, sehingga menjadikan aparat keamanan terus mengedepankan upaya negosiasi dalam pembebasan Pilot Suai Air alih-alih menggunakan kekuatan tempurnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aparat keamanan&nbsp;terus&nbsp;mengedepankan pendekatan secara dialogis atau menjalin negosiasi dengan Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11451,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-18679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18679"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18679\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18680,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18679\/revisions\/18680"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18679"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}