{"id":19425,"date":"2024-01-28T04:56:01","date_gmt":"2024-01-28T04:56:01","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=19425"},"modified":"2024-01-28T04:56:04","modified_gmt":"2024-01-28T04:56:04","slug":"ratusan-investor-china-dan-arab-saudi-berminat-garap-proyek-ikn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/01\/28\/ratusan-investor-china-dan-arab-saudi-berminat-garap-proyek-ikn\/","title":{"rendered":"Ratusan Investor China dan Arab Saudi Berminat Garap Proyek IKN"},"content":{"rendered":"\n<p>Investor&nbsp;asing&nbsp;asal&nbsp;China dan Arab Saudi,&nbsp;dan&nbsp;ratusan penanam modal&nbsp;lainnya&nbsp;menyatakan&nbsp;sangat&nbsp;berminat&nbsp;untukturut&nbsp;serta dalam menggarap proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang terletak di Kalimantan Timur (Kaltim).<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana ketertarikan ratusan investor&nbsp;tersebut&nbsp;dicatatkanoleh&nbsp;Otorita&nbsp;Ibu Kota Nusantara (OIKN), yang mana mereka mencatatkan terdapat sebanyak 345 Letter of Interest (LoI) alias&nbsp;pernyataan&nbsp;minat&nbsp;investasi dari berbagai macam penanam modal, mulai dari dalam hingga luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Para investor tersebut menyatakan minat dan ketertarikan mereka untuk bisa ikut bergabung dalam mengerjakan IKN Nusantara bersama dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI). Deputi Bidang Pendanaan dan&nbsp;Investasi&nbsp;OIKN, Agung&nbsp;Wicaksono&nbsp;mengatakan&nbsp;bahwa&nbsp;dari&nbsp;jumlah 345 tersebut, sebanyak 40 persen diantaranya merupakan investor asing.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, sisanya yakni sekitar 60 persen dari total 345 itu merupakan para investor swasta dari dalam negeri, yang mana mereka mengaku juga sangat tertarik untuk bisa bekerja sama dan bergabung ke dalam proyek IKN yang dikembangkan oleh Pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih&nbsp;lanjut,&nbsp;mengenai&nbsp;sumber&nbsp;LoI&nbsp;dari&nbsp;para investor asing sendiri yang terbanyak masih sama seperti periode sebelumnya, yakni antara lain berasal dari Singapura, Jepang, Malaysia, Tiongkok dan Korea Selatan (Korsel).&nbsp;Kemudian&nbsp;terdapat&nbsp;pula&nbsp;tambahan&nbsp;LoI yang&nbsp;berasal&nbsp;dari&nbsp;konsorsium bentukan dari Brunei Darussalam dan juga Arab Saudi.<\/p>\n\n\n\n<p>Adanya LoI&nbsp;dari&nbsp;Brunei Darussalam dan Arab Saudi sendiri berasal dari perjalanan yang dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi)&nbsp;beberapa&nbsp;waktu&nbsp;lalu&nbsp;sehingga menghasilkan sebuah konsorsium.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk diketahui bahwa konsorsium dari Brunei Darussalam dan Arab Saudi tersebut, yakni berisikan mereka berencana untuk membangun sektor hunian di IKN Nusantara. Rencananya hunian itu akan digunakan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) ataupun membangun sektor hunian secara privat atau pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian untuk lokasi pada sektor&nbsp;hunian&nbsp;yang sangat&nbsp;dilirikoleh Brunei Darussalam dan Arab Saudi itu&nbsp;berada di Kawasan Inti Pusat&nbsp;Pemerintahan&nbsp;(KIPP), yang mana&nbsp;nilaiinvestasinya&nbsp;sendiri&nbsp;diperkirakan&nbsp;mencapai&nbsp;hingga sekitar 4,5 hingga 7 triliun rupiah.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga saat ini, Pemerintah RI sendiri masih terus berfokus untuk semakin menggenjot berbagai macam proyek pembangunan dari investor swasta dalam negeri terlebih dahulu. Sementara untuk para investor asing sendiri untuk sementara waktu ini akan dibatasi terlebih dahulu sebagaimana arahan langsung yang pernah&nbsp;dikemukakan&nbsp;oleh&nbsp;Presiden&nbsp;Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejauh ini, memang telah dilangsungkan hingga sebanyak empat kali groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk pembangunan beberapa proyek dari&nbsp;investor&nbsp;swasta dalam negeri.&nbsp;Kemudian&nbsp;untuk&nbsp;para&nbsp;pananam&nbsp;modal yang&nbsp;berasaldari pihak asing akan&nbsp;bisa&nbsp;masuk&nbsp;setelah&nbsp;dirampungkannyaproses&nbsp;seleksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, memang Pemerintah RI&nbsp;tidak&nbsp;mau&nbsp;secarasembarangan&nbsp;memasukkan&nbsp;investor&nbsp;asing&nbsp;ke dalam proyek IKN Nusantara meski di sisi lain minat dari para penanam modal sangat tinggi dari berbagai negara. Maka dari itu, dilakukan proses terlebih dahulu sesuai dengan tahapan&nbsp;seperti&nbsp;adanya&nbsp;seleksi&nbsp;Kerjasama&nbsp;Pemerintah&nbsp;dengan&nbsp;Badan Usaha (KPBU).<\/p>\n\n\n\n<p>Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN menekankan bahwa memang adanya para investor asing untuk bisa masuk ke dalam proyek IKN Nusantara sendiri harus dievaluasi terlebih dahulu mengenai feasibility study&nbsp;atau&nbsp;studikelayakannya. Kemudian nantinya baru akan dilakukan tender untuk kemudian ditetapkan mana pihak yang terbaik dan baru kemudian nanti akan ada perjanjian, sehingga baru bisa dibangun.<\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata, selain dari beberapa negara investor asing yang telah disebutkan, masih banyak lagi para penanam modal lain dari pihak asing yang sangat berminat untuk bisa masuk ke dalam IKN Nusantara, khususnya dalam proyek pengembangan teknologi Smart City yang memang dicanangkan oleh Pemerintah RI di Kalimantan Timur itu. Beberapa diantara para investor asing yang sangat&nbsp;berminatadalah&nbsp;berasal&nbsp;dri&nbsp;Amerika&nbsp;Serikat&nbsp;(AS), Prancis, China dan Jerman.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, pihak Asosiasi&nbsp;Pengusaha&nbsp;Indonesia (Apindo) di Kalimantan Timur belum lama ini juga menggelar&nbsp;pertemuan dengan sejumlah investor asal China di Balikpapan untuk membahas mengenai peluang investasi di proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang&nbsp;berlokasi&nbsp;di&nbsp;Kaltim.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana keterangan&nbsp;resmi&nbsp;dari&nbsp;pihak&nbsp;Apindo&nbsp;Kalimantan Timur,&nbsp;bahwa&nbsp;sejumlah investor asing asal China sangat berminat untuk menanamkan modal mereka pada proyek IKN, khususnya pada sektor infrastruktur dan properti.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua&nbsp;Apindo&nbsp;Kaltim, Slamet&nbsp;Brotosiswoyo&nbsp;mengaku bahwa pihaknya sangat senang karena melihat bagaimana minat sangat positif dari para investor China itu untuk berinvestasi di IKN. Hal tersebut menurutnya akan menjadi peluang yang sangat besar bagi pembangunan ekonomi dan juga pertumbuhan bisnis di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Minat untuk bisa bergabung dalam pembangunan proyek IKN Nusantara di Kalimantan Timur yang dicanangkan oleh Pemerintah RI sangat besar terjadi dari berbagai pihak. Bahkan sebanyak ratusan penanam modal, mulai dari investor dalam negeri sendiri hingga para investor asing dari luar negeri pun menyatakan minat mereka yang sangat tinggi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Investor&nbsp;asing&nbsp;asal&nbsp;China dan Arab Saudi,&nbsp;dan&nbsp;ratusan penanam modal&nbsp;lainnya&nbsp;menyatakan&nbsp;sangat&nbsp;berminat&nbsp;untukturut&nbsp;serta dalam menggarap proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15388,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-19425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19425"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19425\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19426,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19425\/revisions\/19426"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15388"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19425"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=19425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}