{"id":1977,"date":"2022-02-03T11:41:56","date_gmt":"2022-02-03T11:41:56","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=1977"},"modified":"2022-02-03T11:42:01","modified_gmt":"2022-02-03T11:42:01","slug":"ppatk-ada-transaksi-mencurigakan-di-kasus-garuda-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2022\/02\/03\/ppatk-ada-transaksi-mencurigakan-di-kasus-garuda-indonesia\/","title":{"rendered":"PPATK : Ada Transaksi Mencurigakan di Kasus Garuda Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menerima surat permintaan penelusurun aliran uang mencurigakan terkait kasus dugaan korupsi penyewaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia. PPATK menerima surat itu dari Kejaksaan Agung (Kejagung) yang dikirim beberapa pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Iya kami sudah menerima surat permintaan penelusuran transaksi keuangan kasus tersebut beberapa minggu lalu,&#8221; kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada wartawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ivan menerangkan saat ini pihaknya tengah melakukan analisis follow the money di beberapa industri keuangan terkait. Dia menyebut analisis dan pemeriksaan skema aliran uang itu kini masih dalam proses.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Analisis saat ini sedang dilakukan melalui follow the money di beberapa industri keuangan terkait terhadap para pihak yang dimintakan dan pihak terkait lainnya. Kami masih dalam proses ya,&#8221; ujar Ivan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelumnya, Kejagung telah meminta PPATK menelusuri aliran uang mencurigakan terkait kasus ini. Kejagung berharap PPATK dapat segera melaporkan hasil analisis dan pemeriksaannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Yang penting sudah, kita doakan mereka cepat,&#8221; kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung Supardi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekadar diketahui, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan kasus dugaan korupsi penyewaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia sudah naik ke tingkat penyidikan. Kejagung akan terus mencari bukti terkait kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Perkara PT Garuda yang beberapa hari lalu Menteri BUMN datang ke sini. Kami sedang menangani perkara ini dan hari ini kita naikkan menjadi penyidikan umum,&#8221; kata Burhanuddin dalam konferensi pers di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Burhanuddin mengatakan pada tahap pertama, Kejagung akan mengusut dugaan korupsi penyewaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia. Namun ia mengatakan ada kemungkinan mengungkap dugaan korupsi dalam pengadaan pesawat jenis lainnya di Garuda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kita pun tidak sampai di situ saja, ada beberapa pengadaan kontrak pinjam atau apa pun nanti kita masih akan kembangkan, mulai dari ATR, Bombardir, kemudian Airbus, Boeing, dan Rolls-Royce kita akan kembangkan, kita akan tuntaskan,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Burhanuddin mengatakan setiap penanganan terkait kasus Garuda akan dikoordinasikan dengan KPK. Hal itu mencegah adanya tumpang-tindih dalam pengusutan perkara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kami nanti akan koordinasi dengan KPK, karena KPK ada beberapa yang telah tuntas di KPK kita akan selalu koordinasi agar tidak terjadi nebis in idem,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menerima surat permintaan penelusurun aliran&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1978,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[572],"newstopic":[],"class_list":["post-1977","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi-dan-investasi","tag-garuda-indonesia"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1977","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1977"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1979,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1977\/revisions\/1979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1978"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1977"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}