{"id":20626,"date":"2024-03-18T00:41:21","date_gmt":"2024-03-18T00:41:21","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=20626"},"modified":"2024-03-18T00:41:23","modified_gmt":"2024-03-18T00:41:23","slug":"sejarawan-kalimantan-timur-sebut-ikn-nusantara-menjaga-kearifan-lokal-pulau-kalimantan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/03\/18\/sejarawan-kalimantan-timur-sebut-ikn-nusantara-menjaga-kearifan-lokal-pulau-kalimantan\/","title":{"rendered":"Sejarawan Kalimantan Timur Sebut IKN Nusantara Menjaga Kearifan Lokal Pulau Kalimantan"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Jakarta &#8211; PEMBANGUNAN Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, tetap menjaga kearifan lokal termasuk sejarah Pulau Kalimantan itu sendiri. Pemerintah bersama Otorita IKN sudah menyusun konsep kearifan lokal itu sangat dilestarikan, dijaga dan dilindungi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut dikatakan Muhammad Sarip, Sejarawan Kalimantan Timur, dalam wawancara dengan radio MNC Trijaya (18\/3).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah peduli, dengan mengeluarkan regulasi yang berbasis pada perlindungan kearifan lokal dan sejarah Kalimantan, masyarakat Kalimantan Timur sendiri sangat setuju terhadap pembangunan IKN. Hal ini dapat dilihat dari hasil Pilpres 2024,\u201d kata Muhammad.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan wawancara bertema \u201cIKN Nusantara, Sejarah dan Rencana Masa Depannya\u201d, Muhammad Sarip menjelaskan bahwa IKN Nusantara yang ditetapkan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022, merupakan tempat bekas kawasan perusahaan Hutan Tanaman Industri, sehingga tidak benar yang beredar di masyarakat bahwa lokasi tempat IKN adalah hutan primer, hutan lindung maupun kawasan padat penduduk.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKeberadaan komunitas masyarakat lokal sendiri tersebar di wilayah Kalimantan Timur lainnya. Minim dampak sosial yang ditumbulkan dari adanya pembangunan IKN di lokasi yang ditentukan sekarang,\u201d ungkap sosok kelahiran Samarinda.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya juga, proyek IKN ini dapat mewujudkan pemerataan pembangunan Indonesia dari segi pembangunan, aspek ekonomi dan yang pasti akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kalimantan Timur.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPembangunan ini juga menjadi salah satu jalan pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,\u201d tutur Muhammad Sarip.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, lanjut Muhammad, adanya kritik dari masyarakat terhadap pembangunan IKN bisa dijadikan sebagai masukan kepada Otorita IKN agar proyek tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHal ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi dan literasi khususnya bagi Otorita IKN agar dapat memberikan penjelasan bahwa IKN akan memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat Indonesia, sekaligus bagi perekonomian bangsa. Sehingga mampu mencegah beredarnya informasi yang tidak jelas di ruang publik,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memiliki manfaat tersendiri bagi masyarakat lokal, khususnya dalam hal peningkatan ekonomi. Selain itu, dengan pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur, dipercaya dapat mewujudkan percepatan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. []<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; PEMBANGUNAN Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, tetap menjaga kearifan lokal&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20627,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-20626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20626"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20628,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20626\/revisions\/20628"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20626"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=20626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}