{"id":20836,"date":"2024-04-04T12:15:22","date_gmt":"2024-04-04T12:15:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=20836"},"modified":"2024-04-04T12:15:24","modified_gmt":"2024-04-04T12:15:24","slug":"lulus-cumlaude-kombes-pol-yade-setiawan-ujung-raih-gelar-doktor-di-univ-padjadjaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/04\/04\/lulus-cumlaude-kombes-pol-yade-setiawan-ujung-raih-gelar-doktor-di-univ-padjadjaran\/","title":{"rendered":"Lulus Cumlaude, Kombes Pol Yade Setiawan Ujung Raih Gelar Doktor di Univ Padjadjaran"},"content":{"rendered":"<p>Bandung &#8211; Mahasiswa S3 Doktoral Administrasi Publik Kombes Pol Yade Setiawan Ujung berhasil meraih gelar Doktor di Universitas Padjadjaran Bandung Jawa Barat dengan predikat nilai Cumlaude. <\/p>\n<p>Pada sidang promosi gelar Doktor yang diadakan di ruang sidang Program Pasca Sarjana FISIP Universitas Padjadjaran Kamis 4\/3\/2024, Kombes Pol Yade Setiawan Ujung menjelaskan terkait adanya temuan baru dalam evaluasi penanganan Covid-19 di wilayah Kota Bandung Jawa Barat. <\/p>\n<p>Dalam Disertasinya yang berjudul Evaluasi Kebijakan Operasi Aman Nusa II Dalam Penanganan Covid-19 oleh Polrestabes Bandung, Kombes Pol Yade Setiawan mengupas secara komprehensif mulai dari hulu ke hilir dalam penanganan Covid &#8211; 19 di Kota Bandung dalam Operasi Aman Nusa II. <\/p>\n<p>Kombes Pol Yade Setiawan Ujung mengatakan vaksinasi sebagai Game Changer Keberhasilan Operasi Aman Nusa II Polri Dalam Menangani Covid 19.<\/p>\n<p>Salah satu temuan menarik yang ditemukan Kombes Pol Yade Setiawan Ujung dalam disertasinya adalah adanya perubahan kebijakan penambahan vaksinasi yang menjadi  _game changer policy_.<\/p>\n<p>Pada tahap awal operasi aman Nusa II di tahun 2020 berubah setelah program vaksinasi digulirkan karena Polri aktif melakukan vaksinasi _door to door_ dan dititik keramaian, ujar Yade Setiawan Ujung.<\/p>\n<p>Penelitian Kombes Pol Yade Setiawan Ujung berhasil menemukan bahwa partisipasi masyarakat menjadi tinggi dalam program vaksinasi ini khususnya di periode tahun 2021 sehingga mampu  melandaikanTINGGI dalam  kurva Covid &#8211; 19.  <\/p>\n<p>Program vaksinasi menjadi salah satu kunci keberhasilan Operasi Aman Nusa II dalam melakukan penanggulangan Covid-19 yang turut dilaksanakan oleh Polri, imbuhnya.<\/p>\n<p>Dalam kebijakan tersebut memerlukan keterlibatan masyarakat untuk menerima dan melakukan program vaksinasi merupakan bentuk pengayaan dari proses preventif yang diinstruksikan langsung oleh Pemerintah Pusat untuk melengkapi kebijakan penanggulangan Covid-19 selain protokol kesehatan dan penguatan 3 (Testing, Tracing, dan Treatment), pungkasnya.<\/p>\n<p>Polrestabes Bandung memprioritaskan program vaksinasi dalam operasi Aman Nusa II sebagai bentuk pelaksanaan instruksi langsung dari Pemerintah Pusat, tuturnya.<\/p>\n<p>Temuan ini berimplikasi pada elemen dalam model kebijakan publik yang selama ini disepakati para Scholar Administrasi Publik seperti Dye (2013), Thedoulou (1995), Dunn (2003), dan Patton (1993), jelasnya.<\/p>\n<p>Elemen tersebut adalah perumusan kebijakan, formulasi kebijakan, implementasi kebijakan dan evakuasi kebijakan, kata Yade Setiawan Ujung.<\/p>\n<p>Dengan adanya temuan ini, maka ternyata ada elemen lain dalam kebijakan publik agar objektif dalam perumusan kebijakan dapat dicapai yaitu elemen Pro Aktif,  ungkapnya<\/p>\n<p>Tanpa adanya pendekatan Pro Aktif dari Polri untuk turun _door to door_  serta masifnya kampanye terkait efektivitas vaksinasi, maka partisipasi publik tidak akan setinggi yang diharapkan, tandasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, perubahan kebijakan yang responsif ini  mengindikasikan adanya proses evaluasi yang dilakukan Polri khususnya Polrestabes Bandung secara dinamis dengan temuan dilapangan, katanya.<br \/>\nPada tahap awal operasi aman Nusa II di tahun 2020 berubah setelah program vaksinasi digulirkan karena Polri aktif melakukan vaksinasi _door to door_ dan dititik keramaian, ujar Yade Setiawan Ujung.<\/p>\n<p>Penelitian Kombes Pol Yade Setiawan Ujung berhasil menemukan bahwa partisipasi masyarakat menjadi tinggi dalam program vaksinasi ini khususnya di periode tahun 2021 sehingga mampu  melandaikanTINGGI dalam  kurva Covid &#8211; 19.  <\/p>\n<p>Program vaksinasi menjadi salah satu kunci keberhasilan Operasi Aman Nusa II dalam melakukan penanggulangan Covid-19 yang turut dilaksanakan oleh Polri, imbuhnya.<\/p>\n<p>Dalam kebijakan tersebut memerlukan keterlibatan masyarakat untuk menerima dan melakukan program vaksinasi merupakan bentuk pengayaan dari proses preventif yang diinstruksikan langsung oleh Pemerintah Pusat untuk melengkapi kebijakan penanggulangan Covid-19 selain protokol kesehatan dan penguatan 3 (Testing, Tracing, dan Treatment), pungkasnya.<\/p>\n<p>Polrestabes Bandung memprioritaskan program vaksinasi dalam operasi Aman Nusa II sebagai bentuk pelaksanaan instruksi langsung dari Pemerintah Pusat, tuturnya.<\/p>\n<p>Temuan ini berimplikasi pada elemen dalam model kebijakan publik yanh selama ini disepakati para Scholar Administrasi Publik seperti Dye (2013), Thedoulou (1995), Dunn (2003), dan Patton (1993), jelasnya.<\/p>\n<p>Elemen tersebut adalah perumusan kebijakan, formulasi kebijakan, implementasi kebijakan dan evakuasi kebijakan, kata Yade Setiawan Ujung.<\/p>\n<p>Dengan adanya temuan ini, maka ternyata ada elemen lain dalam kebijakan publik agat objektif dalam perumusan kebijakan dapat dicapai yaitu elemen Pro Aktif,  ungkapnya<\/p>\n<p>Tanpa adanya pendekatan Pro Aktif dari Polri untuk turun _door to door_  serta masifnya kampanyr terkait efektivitas vaksinasi, maka partisipasi publik tidak akan setinggi yang diharapkan, tandasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, perubahan kebijakan yang responsif ini  mengindikasikan adanya proses evaluasi yang dilakukan Polri khususnya Polrestabes Bandung secara dinamis dengan temuan dilapangan, katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandung &#8211; Mahasiswa S3 Doktoral Administrasi Publik Kombes Pol Yade Setiawan Ujung berhasil meraih gelar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20837,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-20836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20836"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20838,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20836\/revisions\/20838"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20836"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=20836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}