{"id":21253,"date":"2024-05-08T04:49:23","date_gmt":"2024-05-08T04:49:23","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=21253"},"modified":"2024-05-08T04:49:25","modified_gmt":"2024-05-08T04:49:25","slug":"jaga-kearifan-lokal-masyarakat-oikn-konsepkan-museum-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/05\/08\/jaga-kearifan-lokal-masyarakat-oikn-konsepkan-museum-kehidupan\/","title":{"rendered":"Jaga Kearifan Lokal Masyarakat, OIKN Konsepkan Museum Kehidupan"},"content":{"rendered":"<p>Samarinda &#8211; Direktur Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Muhsin Palinrungi mengungkapkan strateginya untuk menjaga kearifan lokal masyakat.<\/p>\n<p>Salah satunya dengan mengonsepkan \u2018Museum Kehidupan\u201d guna menjaga eksistensi budaya nusantara, khususnya Kaltim di IKN.<\/p>\n<p>\u201cIni upaya Otorita IKN untuk melestarikan budaya lokal,\u201d ungkapnya<\/p>\n<p>OIKN, kata Muhsin, saat ini sedang melalukan inventarisasi segala potensi budaya di Bumi Etam, Kalimantan Timur (Kaltim).<\/p>\n<p>\u201cKami sedang melakukan inventarisasi potensi budaya suku Paser Balik, etnis asli Penajam Paser Utara, sebagai bagian dari konsep \u2018Museum Kehidupan\u2019 yang akan kami terapkan\u201d tuturnya. <\/p>\n<p>Muhsin membeberkan bahwa strategi tersebut diambil karena menyadari pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya fokus pada aspek fisik. Namun juga berlandaskan pada pengembangan budaya dimana terdalamnya terdapat kearifan lokal. <\/p>\n<p>Lebih lanjut, Direktur Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) menyebut Pemerintah telah mengadakan pertemuan dengan tokoh adat dan telah mengidentifikasi berbagai aspek budaya yang akan dikembangkan.<\/p>\n<p>Bahkan, pihaknya juga telah menggelar diskusi dengan kelompok-kelompok tertentu untuk mendapatkan masukan dari masyarakat lokal dan praktisi budaya, khususnya di Kaltim. Sebab, IKN juga ditargetkan dapat memilki destinasi budaya unggulan<\/p>\n<p>\u201cKami merumuskan perencanaan program untuk pengembangan wisata budaya yang akan menjadi destinasi unggulan,\u201d tambah Muhsin.<\/p>\n<p>Muhsin menilai keberadaan \u201cMuseum Kehidupan\u201d akan mampu meningkatkan kapabilitas dan perekonomian masyarakat lokal, khususnya menjelang semarak perayaan HUT RI ke-79 tahun 2024 yang akan diadakan di IKN.<\/p>\n<p>\u201cKami berupaya mengembangkan produk-produk yang memiliki kearifan lokal, seperti batik lokal, kualitasnya tidak kalah dengan batik dari daerah lain,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Penjabat Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Akmal Malik memandang keberadaan IKN akan membawa dampak yang sangat positif bagi tata kelola pemerintahan hingga perekonomian masyarakat.<\/p>\n<p>Karena itu, Akmal mengajak agar masyarakat Penajam Paser Utara perlu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan yang baik.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini pembangunan IKN sudah mulai bergerak, dan masyarakat harus segera mempersiapkan diri, khususnya masyarakat Penajam Paser Utara karena sebagian wilayahnya di Kecamatan Sepaku menjadi kawasan IKN,&#8221; katanya<\/p>\n<p>Ia pun mengimbau agar seluruh anak Penajam Paser Utara harus bersekolah agar menjadi generasi unggul dan berkualitas. Sebab, tantangan ke depan akan sangat beragam dan semakin kompetitif.<\/p>\n<p>****<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda &#8211; Direktur Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Muhsin Palinrungi mengungkapkan strateginya untuk menjaga kearifan lokal masyakat. Salah satunya dengan mengonsepkan \u2018Museum Kehidupan\u201d guna menjaga eksistensi budaya nusantara, khususnya Kaltim di IKN. \u201cIni upaya Otorita IKN untuk melestarikan budaya lokal,\u201d ungkapnya OIKN, kata Muhsin, saat ini sedang melalukan inventarisasi segala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21254,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-21253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21255,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21253\/revisions\/21255"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}