{"id":21339,"date":"2024-05-11T16:08:32","date_gmt":"2024-05-11T16:08:32","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=21339"},"modified":"2024-05-11T16:08:38","modified_gmt":"2024-05-11T16:08:38","slug":"aparat-keamanan-siagakan-kapal-perang-hingga-pasang-ribuan-cctv-selama-wwf-ke-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/05\/11\/aparat-keamanan-siagakan-kapal-perang-hingga-pasang-ribuan-cctv-selama-wwf-ke-10\/","title":{"rendered":"Aparat Keamanan Siagakan Kapal Perang Hingga Pasang Ribuan CCTV Selama WWF ke -10"},"content":{"rendered":"<p>Bali &#8211; Aparat keamanan mulai dari Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga Badan Intelijen Negara (BIN) terus mengoptimalkan pengamanan Forum Air Dunia atau World Water Forum (WWF) ke-10 yang digelar di Bali sejak 18-25 Mei 2024 mendatang.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta mengatakan TNI Angkatan Laut menyiagakan 7 kapal perang selama WWF ke-10 berlangsung.<\/p>\n<p>Tujuh kapal perang tersebut terdiri atas dua fregat, satu korvet, satu kapal bantu rumah sakit (BRS), dan tiga kapal patroli cepat.<\/p>\n<p>\u201cKemudian ada juga dua helikopter, searider, dan LCVP (landing craft vehicle personnel\/sekoci pendarat amfibi),&#8221; terang Kadispenal.<\/p>\n<p>Adapun TNI AL sendiri telah menyiapkan 1.060 prajurit untuk turut serta mengamankan WWF ke-10.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali, Komisaris Besar Polisi Jansen Avitus Panjaitan mengungkap bahwa Polda Bali memasang sekitar 1.214 kamera Pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di berbagai titik. <\/p>\n<p>Dia menambahkan bahwa CCTV yang dipasang tersebut juga menerapkan teknologi mutakhir lantaran telah dilengkapi dengan fitur pengenal wajah (face recognition).<\/p>\n<p>\u201cRibuan kamera pengawas itu sudah terkoneksi dengan Command Center ITDC Nusa Dua dan Command Center Polda Bali,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Tak hanya memasang dan menghubungkan CCTV, Polda Bali juga telah menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk pengamanan event WWF ke-10. Salah satunya menggelar Operasi Tribrata Agung 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Kami juga terus berkoordinasi dan melaporkan setiap perkembangan situasi Kamtibmas Bali kepada Mabes Polri, serta bersinergi dalam pengamanan dengan Kodam\/IX Udayana dan Pemprov Bali,&#8221; kata Kombes Jansen Panjaitan. <\/p>\n<p>Lebih lanjut, Ia mengungkap bahwa Polda Bali akan menurunkan sekitar 5.791 personel untuk mengamankan dan menyukseskan Forum Air Sedunia. Ribuan personel tersebut berasal dari unsur BKO Mabes Polri hingga Polda-Polda terdekat seperti Jatim dan NTB.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Nanang Haryono mengungkapkan bahwa selain pulau Bali, terdapat 2 wilayah yang dilibatkan menjadi penyangga kegiatan WWF, yakni Jawa Timur dan NTB. <\/p>\n<p>\u201cKami minta kerja sama para kepala instansi koordinasi intensif demi suksesnya agenda international yang sangat penting ini. Saya juga mengajak para kelompok sadar wisata [Pokdarwis]dan kelompok nelayan untuk membantu pengetatan pengamanan laut Selat Bali. Sebab hal itu menjadi gerbang penghubung Jawa Bali,\u201d tutur Kombes Nanang.<\/p>\n<p>Indonesia terpilih sebagai tuan rumah WWF ke-10 setelah dipilih oleh World Water Council pada WWF ke-9 di Dakar, Senegal.   <\/p>\n<p>Sementara itu, WWF ke-10 mengangkat tema \u201cWater for Shared Prosperity&#8221;, dengan melihat kondisi global saat ini yang menghadapi tantangan ketersediaan air bersih di banyak negara. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bali &#8211; Aparat keamanan mulai dari Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga Badan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21289,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21339"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21340,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21339\/revisions\/21340"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21339"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=21339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}