{"id":21498,"date":"2024-05-16T04:02:26","date_gmt":"2024-05-16T04:02:26","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=21498"},"modified":"2024-05-16T04:02:29","modified_gmt":"2024-05-16T04:02:29","slug":"wwf-ke-10-bali-presiden-dewan-air-dunia-air-dan-sanitasi-prioritas-politik-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/05\/16\/wwf-ke-10-bali-presiden-dewan-air-dunia-air-dan-sanitasi-prioritas-politik-dunia\/","title":{"rendered":"WWF ke &#8211; 10 Bali, Presiden Dewan Air Dunia: Air dan Sanitasi Prioritas Politik Dunia"},"content":{"rendered":"<p>Bali &#8211; Presiden World Water Council, Lo\u00efc Fauchon mengatakan air dan sanitasi sudah seharusnya menjadi prioritas politik dunia. WWF ke \u2013 10 di Bali merupakan momentum untuk menjadikan air sebagai isu penting. Sebagai sumber daya alam, air adalah satu-satunya yang tidak bisa dihasilkan ulang, sehingga penting untuk menjaga keberlangsungan air.<\/p>\n<p>\u201cKita berkumpul di Bali karena sebuah persamaan, bahwa kita sama-sama peduli tidak hanya kepada masa depan air, tetapi juga air di masa sekarang,&#8221; ujar Lo\u00efc saat di temui wartawan di Bali.<\/p>\n<p>WWF ke-10 akan mengangkat tema \u201cWater for Shared Prosperity&#8221;, dengan melihat kondisi global saat ini yang menghadapi tantangan ketersediaan air bersih di banyak negara. Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mencapai target SDG 6, yaitu terkait hak atas air bersih dan sanitasi.<\/p>\n<p>\u201cMarilah kita mendengarkan satu sama lain dengan kerendahan hati, dan berbicara dengan kerendahan hati, demi mewujudkan cita-cita bersama, untuk mengembalikan harapan, martabat, melalui kemungkinan akses terhadap air, sanitasi, keamanan dan kemakmuran bagi semua,&#8221; ajak Lo\u00efc.<\/p>\n<p>Presiden Dewan Air Dunia Loic Fauchon mengatakan, pertemuan Forum Air Sedunia 2024 bakal menjadi ajang menunjukkan situasi dan kondisi manajemen air. Ajang itu juga menjadi respons untuk mencari solusi nyata.<\/p>\n<p>\u201dSaat ini air sedang dalam ancaman global karena pengaruh perubahan iklim dan juga perkembangan demografi,\u201d kata Fauchon.<\/p>\n<p>Ia juga mengungkapkan pertemuan kali ini menjadi bagian dari proses kesepakatan air (water deal) dalam diplomasi air. Semua untuk meyakinkan pentingnya perhatian terhadap isu politik air dari para pemimpin negara dan politik.<\/p>\n<p>Fauchon menambahkan, manusia harus terus beradaptasi dan membangun hubungan baru dengan air demi kehidupan manusia. Dunia mengalami krisis air dan butuh aksi nyata mengatasinya.<\/p>\n<p>\u201dBerhenti mengabaikan air,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati menyebutkan, penting manusia menghargai dan menjaga harmoni dengan alam.<\/p>\n<p>\u201dSeluruh kalangan agar cerdas dan berkolaborasi dengan alam demi menyelamatkan peradaban manusia,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Hal senada juga diungkapkan Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya. Menurutnya masyarakat Bali punya keterikatan budaya dan kearifan lokal dengan air. \u201dMasyarakat Bali memiliki budaya memuliakan air sebagai sumber kehidupan,\u201d kata Mahendra.<\/p>\n<p>Mahendra mengatakan, masyarakat Bali menyakralkan dan menjaga kesucian sumber air terkait pemanfaatan air sebagai air suci (tirta) dan pembersihan atau penyucian jiwa (pelukatan).<\/p>\n<p>\u201dJika air tidak dikelola dengan baik, petaka di depan mata,\u201d ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bali &#8211; Presiden World Water Council, Lo\u00efc Fauchon mengatakan air dan sanitasi sudah seharusnya menjadi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21286,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21498","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21498"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21499,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21498\/revisions\/21499"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21498"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=21498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}