{"id":21578,"date":"2024-05-18T11:13:04","date_gmt":"2024-05-18T11:13:04","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=21578"},"modified":"2024-05-18T11:13:07","modified_gmt":"2024-05-18T11:13:07","slug":"ketua-dmi-denpasar-ungkap-wwf-jadi-ajang-peningkatan-komitmen-kelola-limbah-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2024\/05\/18\/ketua-dmi-denpasar-ungkap-wwf-jadi-ajang-peningkatan-komitmen-kelola-limbah-air\/","title":{"rendered":"Ketua DMI Denpasar Ungkap WWF Jadi Ajang Peningkatan Komitmen Kelola Limbah Air"},"content":{"rendered":"<p>BALI \u2014 Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar mengungkap bahwa World Water Forum (WWF) menjadi ajang peningkatan komitmen pada pengelolaan limbah air.<\/p>\n<p>H. Mardi Soemitro selaku Ketua DMI Denpasar menyoroti betapa pentingnya pelaksanaan KTT WWF ke-10 di Bali tersebut.<\/p>\n<p>Pasalnya, forum air tingkat dunia itu mampu mendorong semua pihak menjadi lebih perhatian pada isu kelestarian lingkungan, utamanya pengolahan limbah air, sanitasi dan pesoalan debit air.<\/p>\n<p>Baginya, beberapa isu tersebut memang semakin hari patut menjadi perhatian yang serius.<\/p>\n<p>Pengelolaan kembali air limbah sangat penting agar sumber daya air tidak terbuang secara percuma.<\/p>\n<p>\u201cKita olah kembali sehingga air ini tidak terbuang sia-sia, sehingga bisa digunakan untuk kegiatan lain, misalnya untuk menyiram kembang atau bunga, tanaman,\u201d ucap Mardi.<\/p>\n<p>Sehingga tentu ajang KTT WWF menjadi forum menyatukan komitmen dari berbagai pihak untuk mendukung upaya dunia dalam menjaga kelestarian lingkungan, utamanya pengelolaan air dan limbahnya.<\/p>\n<p>Ketua DMI tersebut berharap agar ada peran aktif seluruh pihak untuk menjaga bumi secara bersama.<\/p>\n<p>\u201cWorld Water Forum di Bali ini semoga bisa terselenggara dengan aman, lancar, dan sukses sehingga mencapai tujuan kita bersama,\u201d ucap Mardi Soemitro.<\/p>\n<p>Sementara itu  dukungan terhadap pelaksanaan WWF ke -10 di Bali juga datang dari kalangan akademisi yang menganggap bahwa WWF menjadi faktor penting untuk mewujudkan tata kelola air dan lingkungan yang lebih baik bagi dunia. <\/p>\n<p>\u201cAjang WWF ke \u2013 10 di Bali mampu menggagas berbagai solusi secara konkret mengenai tantangan pengelolaan air, ujar akademisi Universitas Udayana (Unud), Efatha Filomeno Borromeu. <\/p>\n<p>Fokus utama yang penting menjadi pembahasan dalam ajang WWF ke-10 adalah pendekatan ekosentrik manajemen untuk menciptakan sustainable governance. Kebijakan yang terintegrasi mengenai keberlangsungan dapat terjalin melalui gelaran forum ke-10 tersebut. Sehingga, menjadi kunci untuk mengatasi berbagai isu air.<\/p>\n<p>\u201cFokus WWF harus diarahkan pada isu-isu yang mendesak seperti krisis air bersih dan pencemaran sunber daya air. Sambil memastikan water security, untuk semua pihak,\u201d ucap Efatha.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALI \u2014 Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar mengungkap bahwa World Water Forum (WWF)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21289,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sda-dan-agraria"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21578"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21578\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21579,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21578\/revisions\/21579"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21578"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=21578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}